Posted in Fluff, Marriage life, Nc 21, Romance

La La Like (HappyChanyeolDay) 

la-la-like

Author : lightmover0488

Cast : Park Chanyeol / Jo Hayun (OC)

Additional cast : Kim Jongin / Byun Baekhyun / Oh Sehun

genre : Romance, Mariage life, Fluff, NC21

Lenght : Oneshot

Disclaimer : Copyright by lightmover0488. Dilarang mencontek atau menjiplak cerita ini.

Warning : Cerita pasaran. jika ada kesamaan alur dan tokoh, mohon dimaklumi. dan mohon maaf jika ceritanya absurb soalnya bikinnya mendadak. terimakasih.

===


.

Chanyeol POV

.
Aku terbilang Pria Tampan muda yang sudah sangat sukses di dunia perbisnisan korea selatan. Seminggu lalu aku dinikahkan dengan seorang Putri kedua Rekan Bisnis Ayah. Dan karena itu karirku semakin melambung tinggi, Aku menggantikan Ayah dengan cara yang sangat Keren. Usaha ku berbuah hasil dan Ayah sangat bangga kepadaku. Selain pandai, Aku adalah Pria yang sangat menyayangi kedua orang tuaku. Aku anak tunggal dari keluarga Park yang sangat kaya raya, namun berkat didikan Ayah yang bagiku tegas dan berwibawa itu, aku rasa aku tidak pernah merasa besar kepala sedikitpun. Syukurlah, Berkat itu aku juga mempunyai banyak teman, Kolega, bahkan kini… aku mempunyai seorang istri yang menurutku sangat penurut.

Namanya Jo Hayun, Dia putri kedua Paman Jo yang Aku mengenalnya setahun yang lalu. Namun sayang, Paman Jo bukan Pria yang baik. Saat perjalanan bisnis ke amerika, entah apa yang terjadi disana. Dia menceraikan Nyonya Jo dan melepaskan perusahaannya begitu saja. Tidak mau melihat perusahaan besar itu terpuruk, Ayahku langsung menikahkanku dengan Hayun– sebenarnya Hayun mempunyai kakak tapi sudah meninggal 7 tahun yang lalu. Ah, aku pikir Hayun tidak akan mau menikah denganku. Tapi 3 hari sebelum pernikahan, Gadis itu muncul di depan rumahku bersama dengan Ny Jo dan menyetujui pernikahannya.

Menurut pandanganku, Hayun itu sangat modis. Tingginya sebahuku, dengan sepasang mata almond coklat yang cemerlang. Rambutnya sepinggang dengan kulit yang sepadan dengan Oh Sehun temanku. Dan juga… Jo Hayun itu gadis yang sangat pendiam. Entahlah, Aku saja bisa menghitung berapa kata yang keluar dari bibirnya ketika Kami tak sengaja berpapasan di rumah. Sepertinya Hayun tidak menyukaiku, dan terpaksa menikahiku…
Hayun POV
Bukan– sebenarnya Aku menyukai Park Chanyeol. Dia adalah Pria yang baik. Seminggu lalu dia yang menyematkan cicin pernikahan kami di altar mewah di katedral Gangnam. Jangan katakan aku terpaksa melakukannya. Jawabannya tidak sama sekali, Pernikahan itu memang harus dilakukan. Perusahan Ibu adalah warisan dari Kakek dan Nenekku sewaktu masih hidup. Tentu saja aku harus mempertahankannya. Sejak Ayah pergi meninggalkanku dan Ibu ke amerika, Aku memang tidak pernah memperdulikan perasaanku lagi. Masa bodoh dengan hidupku, toh keluargaku tidak akan utuh lagi dan bahagia seperti dulu. Tumbuh di keluarga yang menyayangimu dan tiba – tiba menjadi hancur begitu saja memang sangat sulit. Seperti halnya aku, Aku sangat terpukul saat itu.

Author POV
Hayun memasuki pelataran rumahnya yang cukup besar itu. Yeah, sebenarnya dia tidak terlalu mengharapkan rumah sebesar ini hanya untuknya dan Chanyeol tapi apa boleh buat. Ayah mertuanya yang memberikannya sebagai hadiah pernikahan. Hayun tentu ingat dengan pesan yang tersampaikan bersama rumah ini, Bahwa Semoga dia dan Chanyeol cepat dikaruniai seorang anak.

Bagaimana mungkin? Chanyeol dan dirinya saja tidur di kamar yang berbeda seusai pernikahan.
Cklek
Hayun membuka pintu rumahnya. Dan langsung menyalakan semua lampu yang berada di lantai satu sekaligus. Sepertinya Chanyeol belum pulang, padahal sudah lewat tengah malam. Mungkin Pria itu sedang lembur di kantornya?

Hahh.. Hayun terduduk begitu saja di sofa ruang tengah. 3 hari ini Pekerjaannya memang sangat menumpuk sampai – sampai Hayun tidak sempat mengunjungi Ibunya di rumah. Sebenarnya Hayun tidak bekerja mengurus perusahaan sendirian, Ada Chanyeol sebenarnya namun mereka berdua bekerja di kantor yang berbeda.

Setelah menguap lebar karena matanya sungguh sangat berat, Hayun merasakan getaran ponselnya di dalam saku blazer yang tengah dipakainya. Alisnya mengkerut ketika serentetan nomor asing tertera di layar ponselnya.

“Hallo?”

“Jo Hayun-ssi? Aku Chanyeol. Bisakah kau menjemputku di kantor?” 

“Oh–”

“Tap–tapi jika kau sudah pulang ya sudah tidak usah menjemputku, aku akan–“

Anieyo.. aku masih berada di kantor,”

+ La La Like +

“Maafkan aku, Tadi keadaannya darurat dan ponselku mati..” Kata Chanyeol setelah dirinya mengemudikan mobil Hayun di jalanan kota Seoul yang lengang. Wajah yang tadi pagi sangat berkilauan kini sudah sangat usang, berminyak dan begitu sangat lelah.

“Tidak apa – apa.. lagipula aku masih berada di kantor tadi..”

“Kau sudah makan?” Tanya Chanyeol membuat Hayun menoleh padanya dan serta merta bertumbuk tatap dengan mata Chanyeol. Hayun menjadi gugup, padahal Chanyeol selalu menanyakan hal itu setiap mereka berdua bertemu selama seminggu ini. Tapi melihat Chanyeol berpenampilan berantakan seperti itu membuat perasaannya menjadi aneh tiba – tiba. Jantungnya pun ulai berdetak tak karuan.

“Jo Hayun?”

“Oh, Ne.. ah, Aku belum makan..”

+ La La Like +

“Apakah kau bisa memasak?” Tanya Chanyeol setelah mereka berdua sudah rapi dengan piyama tidurnya masing – masing. Pria itu terduduk untuk yang pertama kalinya di meja makan dengan Hayun yang berdiri mematung di dapur dengan kaku. Selama ini mereka tidak pernah makan di rumah, setiap pagi sudah berangkat ke kantor secara terpisah dan sarapan dengan terpisah pula. Tapi setelahnya, Chanyeol akan menanyakan pada Hayun sekitar jam 9 pagi apakah Gadis itu sudah sarapan atau belum. Dan sudah menjadi kebiasaan Chanyeol, Bahwa saat Pria itu mengirimi pesan singkat. Hayun sudah menghabiskan sarapannya di sebuah cafe di depan kantornya.

“Aku tidak tahu..” Jawab Hayun seperti merenungkan sesuatu. Sebenarnya dia sudah mati – matian mengikuti kelas memasak setiap sore tak jauh dari kantornya, tapi apakah Hayun akan bisa merealisasikannya dan Chanyeol akan menyukai masakannya? Ani, Bahkan Hayun tidak bisa mengingat apapun sekarang.

+ La La Like +

 
“Ya Park Chanyeol! Ada apa kau tiba – tiba menginjakkan kakimu disini? yah.. Sudah sebulan ini kau menikah dengan Hayun, bagaimana perasaanmu?” Sapa seorang Pria bertubuh pendek yang melambaikan tangannya pada Chanyeol. Ruangan gemerlap dengan musik underground yang berisik itu membuat Chanyeol merengut. Tempat ini benar – benar bukan style nya sekali. Dia pun menatap wajah Pria yang mengajaknya kemari dengan masam.

Dia — Kim Jongin yang kini tengah tersenyum super tampan kepadanya, “Ya, tidak usah memasang wajah menyeramkan seperti itu. Aku akan memecahkan masalahmu, Teman..” Jongin menepuk lengan Chanyeol lalu berpindah duduk di sebelah Pria jangkung itu dengan masih mengenakan jas kantoran yang sedikit berantakan.

“Ada masalah apa?” Tanya Sehun penasaran, setaunya Chanyeol adalah type Orang yang jarang memiliki masalah yang berarti karena Pria itu selalu bisa menyelesaikannya sebelum menyebutnya sebagai “Masalah”.

“Kami tadi ada rapat direksi, dan Paman Park mengajakku dan Chanyeol makan siang,” Jongin mulai bercerita sambil tersenyum – senyum misterius, “Lalu paman Park meminta Chanyeol agar segera menghamili Hayun, dan karena itu Pria ini sangat pusing, lihat saja wajahnya hahaha..” Jongin terkekeh bersama Sehun lalu ber-high Five seperti sangat senang membuat Chanyeol kesusahan. Sementara Pria pendek yang duduk dengan keren nya itu menepuk bahu Chanyeol dengan wajah sok serius yang dibuat – buat, “Ya, Kau hanya perlu memasukkan spermamu jauuhhh ke dalam sana, kenapa kau menjadi sangat bodoh seperti ini hm?”

“Ya Byun Baekhyun! Bukan itu masalahnya,”

“Lalu?” Baekhyun menaikkan alisnya menunggu jawaban Chanyeol begitu pula dengan Jongin dan Sehun.

Ani.. bagaimana aku bisa memasukkan spermaku jika aku saja belum pernah menyentuhnya…”

“Karena itu sentuhlah dia,” Sehun menonyor – nonyor bahu Chanyeol menggunakan Telunjuknya, “Bukankah aneh jika Kau tidak pernah menyentuh istrimu sendiri? Siapa tau Hayun Noona sangat menantikan sentuhanmu…”

Ishh

+ La La Like +

Hayun Pov
“Tik tok tik tok tik tok..”

Aku menjiplak suara detakan jarum jam yang terasa sangat memekakkan telingaku. Sudah pukul 1 pagi namun mataku tidak juga terpejam. Berusaha mengitung anak anjing, sampai menghitung detakan jarum jam tidak lantas membuatku mengantuk sedikitpun. Padahal tubuhku benar – benar sangat lelah.

Aku pun berguling ke samping, menemukan sebuah notebook tebal yang biasa aku bawa untuk kelas memasakku. Dan aku pun tersenyum, mengingat bahwa usahaku menghapal sebuah resep masakan 2 hari ini berhasil membuat Chanyeol menghabiskan makanannya saat makan malam tadi. Berbeda dengan masakan pertamaku sekitar Sebulan yang lalu itu, Aku menyesal karena waktu itu Chanyeol sepertinya memaksakan masakanku masuk ke dalam mulutnya. Padahal menurutku rasanya memang sangat buruk. Sejak saat itu, Aku tidak mau memasuki dapur lagi sebelum aku benar – benar bisa memasak. Dan tadi, Aku bisa melihat senyuman Chanyeol merekah saat menikmati masakanku. Walaupun Pria itu tidak mengatakan apa – apa padaku.
Cklek
Aku terlonjak kaget saat tiba – tiba saja pintu kamarku terbuka lebar. Aku langsung terduduk kaku seraya menarik selimutku sampai menutupi kedua kakiku yang terekspose sampai paha. Chanyeol disana berdiri mematung manatapku, membuatku tiba – tiba saja bernafas berat lantaran jantungku terus saja berdetak tak beraturan. Ada apa Chanyeol membuka kamarku tanpa mengetuknya terlebih dahulu? Tidak seperti biasanya saja.

“Ah.. jadi kau, belum tidur? kalau begitu, Jaljayo…”
What the…?

Apa itu tadi?

Chanyeol berkata apa barusan?

+ La La Like +

Krrrriinggggg
Alarm di kepala Hayun seperti berdering dengan nyaringnya. Kedua matanya terbuka dan lantas melotot sempurna, tidak pernah sekalipun dia melihat tirai kamarnya sudah bercahaya sekali menandakan matahari sudah sangat sangat tinggi di luar sana. Hayun terduduk, lalu jelalatan menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Dan Dia sudah terlambaatt!

“Aaaww,”

Hayun terjatuh karena lilitan selimutnya sendiri lalu berlari membuka tirainya lebar – lebar. Matanya mengernyit karena sinar matahari begitu menyilaukan kornea matanya. Dan Hayun tertegun untuk beberapa saat. Menatap sebuah cerobong asap yang mengepul di salah satu rumah tak jauh beberapa petak dari rumahnya. Dan langsung menyadari bahwa ini adalah hari minggu.

Hayun libur hari ini.

Bibirnya tersenyum manis. Menatap cerobong asap yang hanya mengepul satu kali dalam seminggu, karena asap itu menandakan semua anggota keluarga di rumah itu tengah berkumpul di perapian rumah mereka.

Hayun pun berbalik badan lalu berjalan keluar kamar. Chanyeol pasti tidak sedang berada di rumah. Pria itu selalu begitu selama 7 hari penuh. Mengerjakan apapun diluar. Hayun akui sungguh dirinya merasa sangat kesepian. Harusnya dia mengunjungi ibunya saja sekarang?

Ah, dia lupa. Ibunya sedang ada acara di manilla bersama ibu mertuanya. Dan tidak mungkin juga dia mengajak keluar Temannya karena wanita itu pasti sibuk mengurus suami dan anaknya.

Hayun mendengus lagi, menatap ke seluruh ruangan tengah yang super luas itu. Lalu beralih pada sebuah meja yang cukup berantakan di pojokan ruangan. Dia tau Chanyeol menghabiskan semua waktunya di sana. Dan tentu saja yang Chanyeol pikirkan hanya pekerjaannya saja.

Hayun bergerak berdiri, merasa penasaran dengan meja kerja Chanyeol yang sebelumnya sama sekali tidak berani ia pijaki hampir sebulan ini. Dia tidak ingin mencampuri urusan Chanyeol karena Pria itu toh juga tidak memperdulikannya. Hayun sadar, dia hanya Orang asing yang tiba – tiba muncul di kehidupan Chanyeol hanya karena tujuan yang sama.

Oh?

Mata Hayun tertuju pada sebuah notebook berwarna coklat yang begitu ingin ia buka. Seperti dirinya, Chanyeol pun ternyata punya notebook yang berisi tentang….
“Namanya, Jo Ha Yun. Aku tidak menyangka akan menikah dengan gadis cantik sepertinya. Saat aku menyematkan cincin di jari manisnya, Aku harap. Kami akan bisa menjadi ‘satu’ suatu saat nanti” 
Mata Hayun terbelalak sempurna ketika matanya menemukan namanya tertera hampir di seluruh lembaran notebook milik Chanyeol. Salah satu tangannya memegangi dadanya karena jantungnya lagi – lagi tidak bisa diam.
“Maafkan aku. Aku tau Hayun sudah pulang waktu itu, dan aku menyuruhnya untuk menjemputku di jam 2 pagi? Lain kali aku tidak akan pernah melakukannya lagi,” 

 

Hayun sontak tersenyum kecil membaca halaman selanjutnya. Itu tertulis saat dia berbohong bahwa dia masih berada di kantor waktu itu kan? Ya ampun, darimana Chanyeol tau bahwa dia sudah berada di rumah? ingatkan Hayun untuk bertanya nanti.
Hayun terus membalik lembaran demi lembaran Notebook Chanyeol, sampai satu bulan berlalu. Dan tersenyum semakin lebar saat membaca petikan perkataan Chanyeol beberapa hari yang lalu. Tepatnya ketika Hayun kembali memasakkan makan malam untuk Chanyeol setelah sebulan yang lalu gagal total.

“Jo Hayun, aku baru menyadarinya hari ini. Sepertinya aku menyukaimu saat Kau sedang sibuk melakukan sesuatu. Terimakasih untuk makan malamnya..” 
Senyuman Hayun tambah lebar, dia tidak percaya Chanyeol akan memperhatikannya selama ini. Dan itu membuat perasaannya menjadi aneh. Dia pikir Chanyeol sama sekali tidak memperdulikannya. Tidak pernah menganggapnya. Dan tidak pernah menyukai keberadaannya. Tapi semua yang terganjal(?) Dihatinya kini seperti melebur begitu saja. Melihat Chanyeol hanya bisa menuliskan perasaannya ke dalam Notebook membuatnya semakin menyukai Pria– ah maksud Hayun, Suaminya.

Tangan Hayun masih membalik sekali lagi halaman berikutnya, masih dengan senyuman yang tersungging disana. Namun tiba – tiba tulisan Chanyeol kali ini membuatnya tersentak hebat dibuatnya. Serentetan kata itu membuat wajahnya langsung memanas seketika. Dan Jantungnya pun seperti berhenti berdetak saat mendengar pintu rumahnya di buka oleh seseorang.

+ La La Like +

Chanyeol menggigiti kukunya gelisah, mondar – mandir sejak sejam yang lalu memutari kamarnya yang luas ini. Desakan Ayahnya semakin menjadi saat dirinya mengunjungi rumah tadi pagi. Chanyeol semakin tidak bisa menolaknya, Terbiasa menurut membuat Chanyeol sama sekali tidak bisa mengabaikan perintah Ayahnya. Yah.. walaupun katanya mempunyai seorang keturunan bukanlah hal yang utama. Chanyeol sudah mencapai semuanya, dan bagi Tuan Park apalagi yang harus dilakukan Chanyeol selain membuat seorang keturunan kan?

Ah! Chanyeol pusing.. selama ini dia hanya memendam perasaan sukanya pada Hayun. Baekhyun bilang dia adalah Pria bodoh. Bagaimana bisa pasangan suami istri tidak saling menyukai saat mereka berdua berada di bawah atap yang sama? Tentu saja ada. Chanyeol masih merasa jika Hayun tidak menyukainya selama ini. Gadis itu hanya gadis penurut sama sepertinya yang hanya mementingkan masa depan perusahaan dan tidak ingin melawan perintah orang tua. Jadi Dia berpikir mungkin Hayun tidak sudi memberikan tubuhnya pada Chanyeol. Ah, tapi bagaimana?! Egonya menyuruhnya untuk melakukannya malam ini. Tapi hatinya masih ragu. Dia tidak ingin menyakiti perasaan Hayun yang begitu lembutnya seperti kapas itu. Mana Chanyeol tega. Huhuhuh.

Baiklah Chanyeol pun memutuskan untuk berjalan keluar kamar. Setidaknya dia ingin memastikan jika gadis itu sudah tertidur dengan selimut yang terpasang di tubuhnya kan?

Atau tidak…

Chanyeol yang memutar kenop pintu kamar Hayun tertegun untuk beberapa saat. Dugaannya salah, Hayun tidak sedang tertidur. Gadis itu tengah berdiri sambil menggigiti kukunya tak jauh dari Chanyeol berdiri. Sementara itu Hayun, melihat penampakan Suaminya secara tiba – tiba lantas membuat wajahnya semakin gelisah menatap Chanyeol. Apakah Chanyeol benar – benar akan melakukannya seperti apa yang ia baca di Notebook tadi pagi?

“Oh.. Ch–Chanyeol.. ssi..”

“Kau belum tidur rupanya..”

Ingin sekali Hayun meremas dadanya lantaran gelenyar aneh tengah menjalari jantungnya. Tiba – tiba saja perutnya sangat geli mendadak. Bagaimana ini? Bagaimana jika Chanyeol benar – benar memintanya malam ini?

“Ak– aku, tidak bisa.. tidur,” Suara Hayun menjadi parau, tiba – tiba saja tangannya mendingin melihat Chanyeol kini berjalan ke arahnya. Dia pun tidak berani mendongak menatap wajah itu. Ottoke, semua tulisan Chanyeol mendadak memenuhi isi kepalanya. Apalagi tulisan terakhir yang Hayun baca. Bahwa Ayah mertuanya menginginkan seorang…

“Ada yang ingin aku bicarakan..” Chanyeol berusaha keras agar suaranya tetap tenang dan berwibawa seperti biasanya. Padahal jantungnya seperti sudah merosot jauh ke dasar perutnya karena gugup. Sesaat setelah Chanyeol ingin merengkuh tubuh Hayun untuk ia peluk, Gadis itu memundurkan diri satu langkah,

“Aku…”

Chanyeol mengerutkan dahinya, sepertinya ada yang aneh dengan Hayun. Tidak pernah Chanyeol melihat wajah Hayun yang seperti itu. Apakah Hayun sedang gugup? Kenapa?

Chanyeol pun berusaha meraih tangan Hayun yang bertengger di depan dadanya karena jantungnya berdetak tak karuan dan mendapati telapak tangan Gadis itu yang mendingin.

“Apakah kau sudah tau?” Chanyeol bertanya hanya untuk memastikan, siapa tau kan Ayahnya juga meminta hal itu pada Hayun.

Gadis itu hanya bisa mengangguk pelan, menatap ujung kaki Chanyeol dengan kosong. Namun beberapa detik kemudian dia tidak bisa lagi melihatnya.. karena Chanyeol sedang memeluknya sangat erat. Hayun masih merasakan detakan jantungnya yang menggila, begitu juga jantung Chanyeol. Dan Hayun tenggelam karenanya. Merasakan detak jantungnya dan Chanyeol yang berdetak berdampingan membuatnya merasa tenang.

“Maafkan aku, kau tidak perlu memikirkannya jika tidak menginginkannya..”

Anieyo.. bukan seperti itu,”

Chanyeol pun melepaskan pelukannya lalu menatap sepasang mata Hayun yang akhirnya bisa ia lihat sedekat ini lagi sejak pernikahannya dulu, “Bolehkan aku menciummu?”

Hayun mengangguk pelan tanpa ada senyuman disana karena masih sangat tegang. Chanyeol pun mendekatkan wajahnya, terus sampai bisa meraih bibir tipis itu. Sementara Hayun sudah memejamkan kedua matanya sambil kembali memegangi dadanya. Merasakan sapuan bibir Chanyeol yang bergerak lembut di permukaan bibirnya. Bernafas teratur karena Chanyeol memberinya kesempatan untuk itu, begitu lembutnya ciumannya sampai Hayun lupa diri. Membiarkan Chanyeol menciumnya lebih intens. Sampai melumatnya kecil dan tidak terburu – buru. Chanyeol tentu saja masih ingat jika Hayun mungkin saja tidak menginginkannya karena itu dia tidak mau terburu – buru melakukannya.

Namun apa daya, sepertinya setan di sekitar Chanyeol lebih banyak daripada Malaikat. Sesaat setelah Tangan Hayun menyentuh dadanya karena terkejut Chanyeol hendak menelusupkan lidahnya. Pria itu hilang kendali. Di cengkramnya pergelangan tangan Hayun yang membuatnya langsung bergairah tingkat tinggi. Dia juga tidak mengerti kenapa dorongan hormon kelelakiannya begitu mendominasi dirinya sekarang?

Masa bodoh jika Hayun tidak menginginkannya. Kata Baekhyun, Chanyeol hanya perlu memasukkan spremanya saja bukan. Itu hal yang sangat mudah!

Chanyeol pun melepaskan ciumannya lalu tanpa menunggu Hayun bernafas lebih banyak langsung mendorong Hayun ke tempat tidur dan sekalian menghimpitnya.

Wajah Hayun tambah gugup sampai pucat, suaranya tidak tersampaikan walaupun dia ingin mengatakan jika dirinya sama sekali belum siap. Menatap Chanyeol agar Pria itu bisa mengerti. Tapi justru membuat Chanyeol kembali mencium bibirnya, kali ini lebih bersemangat dari yang tadi. Bahkan tangan Chanyeol menelusup dan mencengkram tengkuk Hayun agar lebih leluasa meninvasi bibir Hayun sepenuhnya. Dia pun jadi gila. Hayun masih meremas lengan Chanyeol sambil sedikit mendorongnya, tapi kegiatan Chanyeol masih berlanjut sampai Hayun merasakan dadanya seperti hampir meledak karena sesak.

Dia mendorong dada Chanyeol lebih kuat sampai pagutannya terlepas, lalu bernfas dengan dada yang naik turun, “Ak– aku..”

“Apakah kau takut?”

Hayun menggelengkan kepalanya, “Aku hanya– aku.. belum mempersiapkan mentalku..”

“Tidak apa, kau hanya perlu mempersiapkan Hatimu..”

Chanyeol mulai merunduk lagi namun Hayun buru – buru menahannya. Membuat Chanyeol merasa gila lagi karena Hayun menyentuhnya.

“Aku tau kau tidak menginginkanku, aku memakluminya.. tapi, anggap saja ini hanya perintah Ayah yang harus–”

Ani, Kau bukan hanya memenuhi permintaan Ayah kan? Aku pikir kau tidak menganggapku selama ini, tapi ternyata aku salah..” Kata Hayun masih mempertahankan tatapan matanya pada Chanyeol, “Apakah kau menyukaiku?”

“Eo.. Aku menyukaimu..” Wajah Chanyeol sedatar sebuah papan karena sedang menahan hasratnya yang begitu kuat di dalam dirinya. Apalagi saat melihat Hayun sempat tersenyum simpul kepadanya.

“Kenapa kau tidak mengatakannya kepadaku? Daripada harus menulis di notebook mu??”

Eh?

Chanyeol pun tersentak pelan mendengar penuturan Hayun, darimana Gadis itu tau tentang Notebook itu?

“Ya! Kau membacanya?!” Chanyeol berniat biasa saja tapi malah menyerukan suara baritonnya sambil memelototkan matanya. Membuat Hayun kembali tegang karena takut.

“Ak– aku, tadi.. tidak sengaja–”

“Kau bisa saja menutupnya kembali!”

“Ma–maafkan aku..”

“Ah, Jinjja!”

Sebenarnya Chanyeol tidak benar – benar marah, hanya saja dia sedang malu karena Hayun membaca buku pribadinya. Tentu saja itu membuat harga dirinya sebagai Pria keren jatuh sudah. Seperti pengecut yang bahkan mengatakan perasaannya yang sesungguhnya pada gadis yang disukainya tidak bisa.

“Baiklah jika kau sudah tau huh? Aku– akan– melakukannya sekarang,” Chanyeol pun menyeringai menyeramkan lalu dengan cekatan merobek kemeja putih Hayun yang hanya menutupinya sampai sepertiga pahanya. Ah, pantas saja Chanyeol kehilangan kendali atas libidonya tadi.

“Tap– tapi aku– chakaman,” Hayun dengan susah payah menahan pergerakan tangan Chanyeol yang sudah membuka lebar kemejanya, memperlihatkan Bra beserta Celana dalam Hitam yang terekspose mata Chanyeol,

“Chanyeol! Hentikan–” Hayun tidak bisa menahan pergerakan Tangan Chanyeol yang kini sudah berhasil melepaskan kaitan Bra nya, “Aaaaahhh,”

Hayun memekik keras saat bibir Chanyeol meraup salah satu payudaranya, masih berusaha menghentikan perlakuan Chanyeol pada kedua Payudaranya Hayun hanya bisa memejamkan matanya sambil mendongak karena perasaan geli dan aneh yang menyetrum sekujur tubuhnya.

“Hayun-ah…”

Suara berat Chanyeol memenuhi gendang telinga Hayun. Nafasnya masih memburu karena kegiatan Chanyeol benar – benar membuat jantungnya tidak bisa berdetak normal. Gadis itu pun membuka matanya menatap Chanyeol yang kini tengah tersenyum tampan kepadanya, “Maafkan aku,”

“Tapi aku..”

“Aku akan melukannya dengan cepat,” Chanyeol lalu melepaskan piyamanya sekaligus celananya dan semuanya yang menutupi tubuhnya. Membuat Hayun menelan salivanya dengan susah payah. Pikirannya tiba – tiba blank, ingin berpikir cepat mencari alasan yang tepat tapi tidak bisa. Dan Hayun tiba – tiba ingin menangis ketika Chanyeol sudah menindihnya lagi dengan bertelanjang sempurna, kedua tangannya yang sedang mencengkram kemeja untuk menutupi dadanya semakin ia eratkan. Tapi tangan Chanyeol memilih untuk mengerjakan yang lainnya dari pada harus melepaskan tangan Hayun, dengan wajah datar Chanyeol berlutut sambil melepaskan paksa celana dalam Hayun.

“Ch–Chanyeol- ssi..” Saking histerisnya Hayun hanya bisa mencicit memanggil nama Chanyeol, diusahakannya agar matanya tidak menatap bagian bawah Chanyeol karena itu membuatnya merinding seketika.

“Ya, apakah aku belum cukup dekat denganmu untuk kau panggil, Chanyeol-ah.. Chanyeol-ah??”

“Aku mohon..”

“Hayun-ah.. walaupun aku melakukannya minggu depan atau bulan depan atau tahun depan pun, kau akan menolakku bukan? Tidakkah kau berpikir, aku punya hak untuk melakukannya kepadamu? Kau menyetujui pernikahan kita, kenapa aku tidak boleh menyentuhmu? Tidak masalah jika hanya aku yang menyukaimu, Tapi aku tidak mau menunggu lebih lama lagi karena aku tidak tahan jika harus mendengar Ayah memintaku melakukannya terus menerus. Dan aku tidak peduli lagi, jangan menolakku!”

Suara Hayun tercekat ditenggorokan, dia hanya menatap Chanyeol tanpa menanggapi perkataannya. Hayun tidak bisa berpikir saat Chanyeol kembali menindihnya lalu melepaskan paksa kemejanya, Hayun pun hanya bisa mengatur nafasnya dan berusaha menyerahkan sepenuhnya pada Tuhan. Semoga dia baik – baik saja.

Tapi tidak, kedua tangan Hayun yang mendingin kini mencengkram kedua lengan Chanyeol saat Pria itu mengkeataskan salah satu kakinya. Melebarkannya sampai Hayun bisa merasakan kehangatan tubuh Chanyeol pada vaginanya. Nafas hayun semakin memburu, dan itu membuat Chanyeol yang melihatnya tersenyum gemas.

“Hayun-ah..”

Hayun terdiam menatap Chanyeol.

“Bagaimana ini? Kau belum basah…”

“Nngghh…”

Hayun melenguh saat tiba – tiba saja telapak tangan besar Chanyeol menyentuh sesuatu nya yang paling sensitif, “Ottoke?”

Hayun bertanya dengan wajah polos sekaligus takut sekaligus gelisah dan semacamnya pada Chanyeol lalu menatap kebawah tubuhnya, “Chanyeol-ah.. aku takut..”

Senyum Chanyeol tambah melebar saat telinganya mendengar Hayun memanggilnya dengan sangat akrab. Bahkan suara Hayun menjadi sangat merdu di telinganya.

“Itu… Itu,”

“Hm??”

Chanyeol menyentuh dagu Hayun agar gadis itu berhenti menatap Juniornya.

“Itu – mu.. berdiri,”

“Karena itu kenapa Kau belum basah hah? Ini- ku sudah tegang…” Wajah Chanyeol mulai frustasi, lalu memutuskan untuk menyentuh vagina Hayun lebih dalam lagi. Bermain dengan klitorisnya sampai Hayun mengeratkan cengkramannya pada Lengan Chanyeol. Dadanya naik turun, dan semakin Chanyeol bergerak – gerak agresif memainkan vagianya, suara erangan Hayun pun tak terbendung lagi.

“Chanyeol..hhh..”

“Sebentar..”

“Aaaahh!”

Chanyeol mengelus belahan vagina Hayun, membuat gadis itu semakin tamak mengambil oksigen. Tidak mengerti dengan perasaan yang sedang dirasakannya. Darahnya seperti berubah menjadi panas mengaliri sekujur tubuhnya.

“Baiklah, Hayun-ah.. jangan menangis..”

Dirasa cukup basah, Chanyeol segera bersiap diri, di lebarkannya lagi kedua paha Hayun lalu menarik kedua tangan Hayun ke atas kepala gadis itu. Sebelum Hayun mencerna perkataan Chanyeol, dengan susah payah dia menoleh ke bawah lagi dan langsung panik saat Chanyeol sedang mengocok Juniornya tepat di depan Vagina Hayun. Dia ingin berteriak sejak tadi bahwa Junior Chanyeol sangat besar! Apakah vaginanya bisa..

Andwae..” Hayun memberontak melepaskan kedua tangannya, lalu menutupkan pahanya seraya menghindari Junior Chanyeol, “Chakaman.. chanyeol–”

Tapi pinggul Chanyeol masih lebih kuat, akhirnya dia pun mendorong Juniornya dengan sangat kilat. Membuat Hayun menahan nafasnya dengan melebarkan matanya. Dirasa belum bisa memasukinya, Chanyeol lebih mencengkram kedua tangan Hayun dan salah satu tangannya melebarkan lagi paha Hayun seraya mendorong lagi Juniornya melesak ke dalam.

“AAAAAAAAHH..”

Hayun menjerit sekuat tenaganya, wajahnya pun berubah pucat menahan rasa sakit di vaginanya. Chanyeol masih tidak bergeming dengan posisi seperti itu, merasakan rasa panas yang menjalari Juniornya sampai ke sekujur tubuhnya. Merunduk menyembunyikan wajahnya pada cerkuan leher Hayun lalu mencium lehernya bermaksud menyadarkan Hayun agar segera bernafas.

“Hayun-ah..”

Hayun masih menatap langit – langit kamarnya dengan pandangan kosong, dan Chanyeol pun mengangkat tubuhnya mulai memundurkan Juniornya dengan susah payah.

“Aaahh..” Hayun berseru lagi, rasa sakit itu berubah menjadi perih saat Junior Chanyeol bergerak di dalam sana. Seperti menyayat dinding Vaginanya yang sama sekali belum cukup licin.

“Sebentar lagi tidak akan sakit,” Kata Chanyeol menenangkan lalu melepaskan cengkramannya pada tangan Hayun, namun belum sempat Hayun mengambil nafasnya lagi Chanyeol sudah memajukan lagi Juniornya dengan kedua tangannya yang menahan Paha Hayun agar melebar maksimal. Hanya beberaka kali memaju mundurkannya membuat darah keperawanan Hayun mengalir ke sprei. Chanyeol pun melepaskan Juniornya, dan otomatis Hayun menangkupkan lagi kedua pahanya dengan tenaga seadanya.

“Bahkan aku belum memasukkan spermaku, Ya ampun..” Chanyeol terduduk sambil menggumam sebal tapi melihat keadaan Hayun yang seperti habis diperkosa menyedihkan membuat Chanyeol lalu berbaring miring menghadap Hayun.

“Hayun- ah..”

Hayun menolehkan kepalanya, lalu tangan Chanyeol menarik lengan Istrinya itu agar menghadapnya dan langsung didekap ke dalam pelukan Chanyeol. Merasakan tubuh Hayun yang kaku membuat Chanyeol lalu mengelus – elus punggung Hayun. Berusaha menenangkannya.

“Kau salah..”

Tiba – tiba saja Hayun berkata lirih beberapa saat kemudian, Chanyeol yang tidak mendengarnya lalu sedikit merenggangkan pelukannya dan menatap Hayun yang merunduk menatap dada telanjangnya.

“Apa kau bilang?”

“Kau pikir hanya kau yang menyukaiku?! Kau harusnya bertanya dulu apakah aku menyukaimu atau tidak!? Kau pikir selama ini aku tidak memperhatikanmu?! Bahkan aku ikut kelas memasak karena ingin memasakkan makanan untukmu..”

“Hayun-ah..”

“Aku hanya belum siap kau melakukannya sekarang, aku baru tau tadi pagi jika Ayah menginginkannya, bagaimana aku bisa mempersiapkannya? Bahkan ini bukan masa suburku.. hiks..”

Chanyeol pun memeluk Hayun lagi, tapi dengan seulas senyum yang menghiasi bibirnya.

“Aku bisa saja mempercantik wajahku dulu dan membeli beberapa baju sexy saat kau akan melakukannya tapi kenapa– hiks.. kau melakukannya secepat ini..”

“Tidak apa – apa.. kau sudah Cantik seperti itu..”

Hayun tambah menangis kencang, “Aku juga menyukaimu–Hiks..”

“Maafkan aku tidak bertanya dulu tadi,”

“Aku tidak bisa mengatakannya karena aku tidak bisa bersuara tadi..” Hayun mengelap ingusnya menggunakan jari – jarinya, “Aku takut..”

“Kenapa harus takut? Kau membuatku merasa bersalah..”

Molla.. aku tidak siap,”

“Maaf–”

“Tidak usah minta maaf, semuanya sudah terlanjur. Aku tidak akan hamil karena siklusku sudah akan berakhir..”

Gwaenchana.. aku bisa melakukannya lagi setelah siklus barumu dimulai,”

Hayun mendorong dada Chanyeol, “Kau bahkan belum memasukkan spermamu tadi..”

Chanyeol pun menonyor jidat Hayun, “Itu karena aku takut kau akan pingsan karena tidak bernafas!”

Tiba – tiba Hayun tersenyum lebar, dan itu seperti merobohkan pertahanan Chanyeol lagi. Rasanya dunia ini begitu indah saat Hayun tertawa untuknya.

Chanyeol pun memposisikan diri diatas Hayun lagi, lalu berniat memasukkan Juniornya lagi tapi Hayun dengan reflek mencengram lengan Chanyeol dan menangkupkan pahanya dengan wajah super waspada,  “Cha–Chakaman.. biarkan aku–”

Seperti tidak ada waktu lagi, Chanyeol membuka paha Hayun dengan terburu – buru lalu melesakkan Juniornya lagi.

Hayun pun memekik lagi, lalu beralih mencengkram sprei di bawahnya.

“Aaaahh..”

Hayun mendongak, merasakan rasa ngilu itu datang lagi. Tapi ia menahannya dengan susah payah, merasakan kerasnya Junior Chanyeol menggesek pelan liang vaginanya, “Hahh.. Chanyeol– Ahhhh.. Huuuhh haahhh..”

Chanyeol menarik tengkuk Hayun, lalu meraup bibir merah itu. Membuat nafas Hayun kembali tercekat. Tapi belum sempat Chanyeol melumatnya, Hayun sudah mendorong dadanya dan langsung mengerang karena pergerakan Chanyeol yang mulai menggila di atasnya.

Tidak mau kehilangan kesempatan, Chanyeol beralih memainkan puting Hayun menggunakan bibirnya. Dan alhasil, gadis itu langsung menggelinjang hebat. Nafasnya kian memburu, dengan keringat yang sudah mulai membasahi sekujur tubuhnya.

“Aah.. uuhhh.. mmmmhhh…”

Tangan Chanyeol semakin tidak bisa diam mendengar desahan yang terus di luncurkan Hayun karena manahan nikmat, Jempolnya kini menyentuh clit Hayun dengan memutar – mutarnya perlahan. Bermaksud merangsangnya agar Hayun bisa cepat orgasm.

“Aaaaaaahhh!”

Pergerakan Chanyeol yang semakin Cepat membuat Hayun menjerit lagi, Membuang nafasnya kasar melalui mulutnya dengan wajah bergairah pada Chanyeol. Pria itu gila, semakin menambah tempo genjotannya setelah Hayun orgasm membuat Junior Chanyeol seperti tergelitik nikmat.

“Chanhhyeol-aahhh.. kenapa kau tidak mengeluarkan– spermamu..” Hayun berkata susah payah. Nafasnya menjadi satu – satu tidak bisa mengimbamgi kerja jantungnya yang menggila, “Aaaah.. Ya, Tuhan…”

Hayun mendongak lagi karena tubuhnya memintanya seperti itu, semakin mengoyak sprei dibawahnya karena rasanya seperti.. entahlah. Hayun merasa ingin lebih dan lebih Chanyeol menghantam vaginanya tapi disisi lain, Dia tidak sanggup lagi mengambil pasokan oksigen. Apalagi setiap vagina hayun mencapai puncak, Hayun ingin sekali terbang.

“Tidak semudah itu seorang pria mencapai puncak,”

“Lalu–Hhhh.. aaahh… Shit!” Sekujur tubuh Hayun bergetar hebat, Chanyeol merunduk menindih tubuh Hayun lalu semakin melesakkan jauh juniornya dengan sangat menggila memaju mundurkannya.

“Aaaahhhh! Chanyeol-aahh.. haahh, berhenti– sebentar…”

“Tidak bisa–” Suara Chanyeol memberat, menyesapi sisi leher Hayun untuk meredam perasaan nikmat yang semakin menjalari tubuhnya.

“Aaaahh!”

Hayun orgasm lagi, nafasnya tersengal hebat seperti tidak sanggup lagi namun Chanyeol masih dengan pergerakannya. Dan kini menyapu seluruh dada hayun menggunakan bibirnya. Menjilatnya, menyesapnya sampai tercetak jelas rona kemerahan bibirnya disana.

“Haahhh.. mmmhhhh.. aaahhhh,”

Hayun kembali meremas sepreinya walaupun sudah tidak kuat lagi, vaginanya kebas namun rasa nikmat memang lebih mendominasinya. Dia tidak tau jika Chanyeol sangat menyebalkan, bahkan dia tidak memberinya waktu untuk mengambil nafasnya. Setelah bermenit – menit yang sangat lama, dan Chanyeol lebih bergerak dengan brutalnya dari yang sebelumnya. Hayun ingin sekali pingsan saja.

 

“Sepertinya sebentar lagi..” Chanyeol bersuara setelah bermenit – menit yang sangat lama, Pria itu lebih berkeringat daripada Hayun. Wajah tampannya menahan nikmat dengan memejamkan matanya sambil bernafas teratur. Terkadang juga mendesah kecil saat Vagina Hayun seperti memijati Juniornya.

“Hayun-ah?”

“Mmmhhhh…”

Chanyeol tersenyum menatap wajah Hayun yang memancarkan permohonan yang teramat sangat. Sepertinya gadis itu sudah tidak sanggup mengeluarkan kata – katanya.

“Sebentar lagi..”

Chanyeol kembali menaikkan temponya saat tadi sempat memberi kesempatan Hayun bernafas sedikit panjang.

“Kapan..hhhh..”

“Tidak tau..”

“Park Chanyeol– AAAAAAHH…”

Chanyeol memepetkan Hayun ke ranjang dengan menekan bahu gadis itu, nafasnya semakin berat dengan semakin menggerakkan Juniornya dengan menggila. Sementara Hayun sudah merintih kelelahan, menggelengkan kepalanya sambil mengambil nafasnya susah payah.

“Tahanlah sebentar lagi..”

“Kau– pembohong..”

“Sebentar lagi..”

SHUT UP!!”

“Hahahahha mianhae…”

 

 

END

Advertisements

Author:

My world become so bright because of your Light Moves~

23 thoughts on “La La Like (HappyChanyeolDay) 

  1. Omo mereka couple yang sweet.Happy Chanyeol Day,mian telat ngucapinnya.
    Aigoo ff nya Daebak keep writing buat authornya #butuhsquelthor

    Like

  2. elap keringet dulu.. ya ampunn untungnya mereka saling suka.. dan kasian bgt sama hayun.. ini ada part 2 nya gakk?? soalnya nanggung bgt.. kan chanyeol blm keluar dan juga si hayun belum hamil kan??? di tunggu bgt ff yg lainnya.. apalagi sequel serendipity…

    Liked by 1 person

tinggalkan jejak PLEASE!!!!! >-o

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s