Posted in Angst, Family, PG 17, Romance, Sad

Innocent Lust Chapter 6

IL6

Author : lightmover0488

Main Cast : Byun Baekhyun , Luhan , Jung Nayeon (OC) , Oh Selbi (OC)

Support Cast : Kai Kim, Do Kyungsoo

Genre : Angst, Fluff, Pg17, Romance, Family

Lenght : Chaptered

Disclaimer : Jadilah Penulis yang jujur dan bisa menciptakan Karya – karya indah dari Otak KALIAN sendiri. 100% Fiktif. Hanya untuk hiburan semata. Dilarang mengkopas karya ini. Terimakasih.

Prev 1 , 2 , 3 , 4 , 5

=HappyBaekhyunDay=

===

Enjoy.

 

.

 

Baekhyun memang sudah menduga ada sesuatu diantara Nayeon dan Luhan, ada cerita di masa lalu mereka, namun Baekhyun tetap saja shock akan hal itu. Bukan… tentu saja Nayeon dan Luhan yang menjalin hubungan sama sekali tidak membuat Baekhyun sekaget itu, Tapi.. fakta Nayeon menangis sangat keras di apartemennya dan bahkan sampai dirawat di rumah sakit hanya karena Gadis itu mendengar kata Luhan disebut dari bibir tak berdosa Baekhyun. Apa sesuatu yang buruk terjadi di masa lalu mereka? Apa Luhan menyakitinya?

Saat itu Baekhyun sangat amat ingin bertanya lebih dalam tentang masalah Nayeon, tapi dia merasa ada suatu batasan diantaranya dan Nayeon agar dirinya tidak menanyakannya lebih lanjut. Lagipula sebelum Baekhyun menanggapi tentang omongan Nayeon, gadis itu sudah memberitahunya agar Baekhyun cepat pulang karena dirinya ingin beristirahat. Tidak tahu harus melakukan apa dan tidak mempunyai pilihan lain. Baekhyun pun berakhir meninggalkan kamar rawat Nayeon dengan mengubur sejuta rasa penasarannya.
Tiba-tiba semua menjadi rumit ketika Baekhyun menemukan dirinya begitu penasaran dengan apa yang terjadi pada hidup Nayeon. Tidak tahu, darimana dan bagaimana pikirannya mulai penuh dengan kekhawatiran tentang gadis itu. Tentang hidupnya yang terlihat tidak baik-baik saja. Juga kondisi yang tentu saja jauh dari kata bahagia, yang bisa Baekhyun lihat dengan jelas dari sorot matanya.
Jung Nayeon, jika dibandingkan dengan Oh SeLbi sebenarnya lebih membuat Baekhyun berdebar  -debar. Bayangan gadis itu terus saja mengganggu pikiranya bahkan sejak pertama dia bertemu di bar dulu. Meskipun saat bertemu di kampus gadis itu terlihat baik, tapi sorot matanya selalu membuat hati Baekhyun berdenyut sakit. Gadis itu tidak baik-baik saja, Baekhyun yakin tentang hal itu sejak awal. Berbeda dengan SeLbi, walaupun Baekhyun sudah mengambil keperawanan gadis itu. Entah kenapa dia tidak begitu peduli dengan keadaan SeLbi yang sepertinya baik  baik saja. Mungkin terdengar jahat, tapi dia memang tidak mengkhawatirkan SeLbi sebanyak ia mengkhawatirkan Nayeon.

Aneh bukan? Baekhyun melakukan itu bisa dibilang kesalahan pada Selbi karena telah mengambil dengan paksa keperawanan gadis itu tapi justru mengkhawatirkan gadis yang tidak pernah disakitinya. Gadis yang sejak awal sudah membawa luka bersama kedatangannya dalam hidup Baekhyun. Jung Nayeon.
Baekhyun masih berjalan sambil menatap lantai koridor rumah sakit, ponsel yang entah sejak kapan terus bergetar di sakunya ia abaikan sama sekali tidak ingin melihatnya. Dia pikir ini sudah agak larut malam, dan sepertinya baru kali ini dirinya menjelajah kota Seoul seorang diri.
“YAAA!! KAU!”
Pikiran Baekhyun yang sebenarnya sedang melayang entah kemana sontak ingin menjerit histeris saat tiba – tiba seorang gadis memekakkan telinganya. Matanya langsung tertuju pada Selbi yang sedang berjalan kearahnya, Baekhyun baru sadar jika Dirinya sudah melewati Lobbi rumah sakit.
“Bisakah kau tidak mengumpat padaku!” Baekhyun berkata dengan nada kesal pada Selbi, bahkan Mereka berdua masih berjarak sekitar 10 meter dan Selbi sudah meneriakinya seperti maling saja.
“Ibumu pulang!”
“Lalu?”
“Kau tidak membalas pesannya! Dan kau membuatku harus menjemputmu seperti ini,” Wajah Selbi memerah menahan luapan emosi yang sejak tadi bersarang di dadanya, bahkan Chanyeol menjadi sangat cerewet karena dirinya sudah telat bekerja.
“Lain kali tidak usah mendengarkan omongan ibuku atau menuruti omongan ibumu agar mencariku, mulai sekarang urusi saja urusanmu sendiri..”
Heol..” Selbi tersenyum miring, begitu gampangnya Baekhyun mengatakan semua itu padanya padahal betapa Selbi ingin sekali mempunyai apartemen sendiri agar terbebas dari Ibunya sendiri. Walaupun dia mengabaikan omongan Ibunya atau ibu baekhyun pun, Selbi tetap saja tidak bisa menolam begitu saja bukan?
“Terserah padamu saja, yang jelas aku harus membawamu pulang,”
Baekhyun sontak berwajah masam, “Dwaeseo.. aku bisa pulang sendiri..” Lalu Pria imut itu pun berjalan melewati Selbi begitu saja sambil mengeluarkan ponselnya.
“Baekhyun-ah! Tapi ibumu bilang agar aku–”
“Sepertinya urusanmu belum selesai bukan? Pergilah aku bisa naik bus sendiri..” Baekhyun berkata tanpa berbalik badan
“Ya! Aishhh.. kenapa kau sangat aneh sehari ini,” Selbi menjejeri Baekhyun lalu mendongak sedikit menelisik wajah datar Baekhyun, “Apakah terjadi sesuatu? Siapa yang sakit? Kenapa kau ada di rumah sakit ini eo?”
Baekhyun menghentikan langkahnya lalu menoleh menatap Selbi, “Bukan urusanmu..”
“Ah.. apakah kau yang sakit?? Omo, kalau begitu aku akan memberitahu Ibumu–”
“YA!!” Wajah Baekhyun berubah garang namun setelah melihat Selbi tidak merubah wajah datarnya Baekhyun pun lebih memilih membuang nafasnya, “Lebih baik kau mengantarkanku pulang saja..”
Selbi mengedikkan bahunya lalu mengikuti langkah Baekhyun yang sudah berjalan gontai menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan.

 

+ Innocent Lust 6 +

 

“Baekhyun-ah..”
Mwo,” Baekhyun yang berniat membuka pintu mobilnya menoleh Selbi lagi
“Apakah kau mengenal baik Nayeon?”
“Nayeon? Jung Nayeon?”
Selbi mengangguk, sepertinya dia akan membolos part-time di bar malam ini. Tubuhnya sungguh sangat lelah dengan kegiatan kemahasiswaannya sehari ini ditambah mencari keberadaan Baekhyun. Dia saja tahu dari gps ponsel Baekhyun saat ia menelepon.
“A–ani.. aku belum mengenalnya sebaik itu– wae?”
“Apakah dia pernah bercerita jika saat ini dia sedang ada hubungan dengan seorang pria?”
“Tidak. Kau tau dia sangat menyukaiku,” Baekhyun menyombongkan diri dengan wajah datar membuat Selbi lagi – lagi ingin menjitak kepala Baekhyun
“Baekhyun-ah.. sungguh aku serius,”
Baekhyun langsung membenarkan letak duduknya saat Selbi memajang wajah serius yang belum pernah Dia lihat sebelumnya, “Selbi-ya.. aku juga serius. Kau tau Nayeon selalu mengejarku..”
“Aku pikir dia hanya bermain – main denganmu, Baek.. pergilah ke bar dengannya besok aku akan memesankan kamar V–”
“YA!”
“Aku hanya memastikan dia benar – benar menyukaimu atau hanya ingin menyetubuhimu..”
Baekhyun tercengang dengan apa yang Selbi katakan, tiba – tiba saja dia menjadi sakit kepala, “Kenapa kau sangat menyebalkan sekali,”
“Aku… hanya ingin tau dia sedang ada hubungan serius dengan seseorang atau tidak..” Selbi akhirnya menemukan alasan yang tepat, sebenarnya dia ingin ingin ingiiinn sekali mendekati Luhan. Tapi sejak Luhan mengatakan sesuatu yang ia kira aneh, Selbi ingin tau hubungan apa yang sedang terjadi diantara Luhan dan Nayeon. Karena jika saja Luhan memang sedang menjalin hubungan dengan seseorang dan Selbi tetap saja ngotot ingin mendekatinya, dia takut akan menghancurkan hubungan tersebut.
Selbi berharap, Nayeon yang luhan maksud adalah bukan Jung Nayeon. Ah, tidak! Dia mengharapkan Luhan sedang tidak menjalin apapun dengan seorang gadis manapun Karena… Selbi sepertinya jatuh cinta pada Luhan–Pria pertama yang mampu menciptakan debaran – debaran menyenangkan di hatinya sejak pertama kali bertemu.

 

+ Innocent Lust 6 +

 

Baekhyun masih termenung sambil menuliskan sesuatu yang abstrak di kertas di hadapannya. Tangan kirinya tentu saja ia sanggakan pada dagu agar kepalanya tidak terjatuh. Nanti malam adalah perayaan penerimaan mahasiswa baru di kampus dan Baekhyun sungguh tidak melihatnya sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jung Nayeon–Gadis yang nyatanya membuat Baekhyun tidak bisa tidur semalam itu sepertinya masih dirawat di rumah sakit. Sepagi ini mata Baekhyun terus mencari keberadaan gadis itu namun nihil. Dan itu membuatnya tidak ada semangat untuk melakukan apapun.
“Kembalikan kesadaranmu,”

Sebuah tonyoran keras didapat Baekhyun kala teman yang baru saja dikenalnya hari ini muncul dari belakang punggung Baekhyun. Sebenarnya mereka sedang berada di perpustakaan, mengerjakan tugas akhir keorientasian(?) Karena malam ini sudah digelar pesta penyambutan mahasiswa baru yang akan di rayakan di sebuah hotel ternama di Seoul.
“Kau sudah menemukan referensinya?” Sambil mengusap belakang kepalanya, Baekhyun bertanya pada Kyungsoo yang barusan menonyornya. Sementara manusia lain yang berada diantara mereka sudah membuka buku – buku yang dibawa Kyungsoo ke meja.
“Ah, aku tidak peduli buku yang kau temukan benar atau tidak tapi kita tulis saja semuanya ng? Aku ingin ini semua cepat selesai, kalian tau aku harus ke salon untuk nanti malam..” Ujar Jung Soojung yang berakhir dengan rengekan manisnya yang menggemaskan. Gadis super cantik itu memang 1 kelompok dengan Baekhyun dan Kyungsoo karena mereka berada di jurusan yang sama.
Arraseo, cepat di tulis..” Kata Kyungsoo mengkode Soojung untuk menulis materinya tapi gadis itu memamerkan sebuah buku tebal ke wajah Kyungsoo tanda dia menolak untuk menulis, akhirnya dengan gerakan cepat tangan Kyungsoo mengarahkan beberapa lembar kertas ke hadapan Baekhyun, “Karena kau dan aku berasal dari Gyeonggi, kau yang harus menulisnya..”
“Kenapa aku?!” Protes Baekhyun dengan suara lirih, matanya yang sejak tadi merunduk kini menatap wajah Kyungsoo, dan baru menyadari pula sosok Selbi yang duduk tak jauh darinya sedang berbicara dengan seorang Pria yang tidak asing bagi Baekhyun.
Ppali ppali..”
Sambil masih memperhatikan Selbi, kini Baekhyun pun mulai menuliskan apa yang Soojung katakan. Seakan mempunyai indra lebih, kini Baekhyun yang masih mendengarkan Soojung sedikit terkejut saat Selbi berdiri dari bangkunya dan berjalan mengikuti Pria–
Baekhyun menghentikan pergerakannya saat Pria tadi menghadap ke arahnya, dia ingat betul wajah rupawan itu. Karena beberapa hari lalu pria itu menginap di apartemenya karena mabuk. Dan itu adalah pria yang sedang dicarinya beberapa hari kemarin. Yeah, Baekhyun ingin tahu hubungan antara Nayeon dengan Pria yang bernama Luhan itu.

 

+ Innocent Lust 6 +

 

Selbi masih duduk dengan kikuk di sebuah bangku taman yang Luhan pilihkan untuk mereka mengobrol. Luhan yang kemarin benar – benar tidak berangkat ke kampus memilih menemui Selbi sekarang untuk meminta maaf atas kelakuan konyolnya malam itu.
Oppa, Sudah baikan?” Selbi pun berinisiatif untuk membuka mulutnya terlebih dahulu karena dia pun tidak tahu dengan apa yang akan Kakak tingkatnya sampaikan padanya.
Sementara hati Luhan kembali merasakan gelenyar aneh saat Selbi memanggilnya Oppa tadi. Kalau boleh jujur, selama ini.. semua teman wanita yang lebih muda dari luhan hanya memanggilnya tanpa embel – embel ‘Oppa‘. Karena kata itu benar – benar sangat berpengaruh besar terhadap hidup Luhan selama ini.
“Aku sudah baik. Maafkan aku, sepertinya aku sudah berlaku tidak sopan kemarin,”
A–aniyo.. Aku tau Oppa mabuk berat waktu itu, lagipula aku bersyukur Oppa berada disana,”
“Kenapa?”
“Mobilku kehabisan bensin ehehhe,”
Selbi tertawa bodoh seraya membuang pandangannya ke arah lain, karena menatap wajah Luhan sangat dekat seperti itu membuat jantungnya sangat berdegup tidak enak.
“Untung saja kau bertemu denganku,” Luhan tersenyum manis pada Selbi membuat gadis itu seperti ingin terbang saja, “Gomawoyo, Oppa..”
“Bisakah kau memanggilku Luhan saja?”
Sisa tawa Selbi pun berangsur – angsur surut kala teringat kejadian malam itu secara tiba – tiba. Sorot mata Luhan tadi entah kenapa begitu terasa sama sedihnya dengan yang kemarin ia lihat–tepat sebelum Luhan menciumnya.
“Kenapa?” Tanya Selbi dengan nada mengambang karena pikirannya masih sibuk ingin mengetahui apa yang terjadi pada Hidup Luhan.
“Ya, tidakkah wajahku ini terlihat jauh lebih muda dari kenyataannya huh?” Luhan terkekeh seraya mengalihkan pandangannya ke arah lain, kedua tangannya kini ia masukkan ke dalam saku celananya dan bersandar pada bangku dengan cara yang amat santai agar terlihat tidak sedang mengarang alasan.
“Baiklah..” Selbi ikut menatap ke arah lain membuat suasanya diantara keduanya menjadi sangat kaku. Mahasiswa yang berjalan berlalu lalang diantara mereka pun terasa seperti fatamorgana saja. Luhan masih merasa aneh saat reaksi Selbi hanya seperti itu. Karena tadinya dia hanya berniat menutupi alasan sebenarnya dengan candaan yang sering ia lontarkan pada yang lainnya. Ataukah.. Selbi masih mengingat apa yang Dirinya katakan saat mabuk kemarin?

Lalu jika ingat kenapa?

Bukankah Selbi dan dirinya belum sedekat itu untuk mencampuri urusan masing – masing?

“Apakah kau akan ke hotel nanti malam?”
Luhan yang sedang bergelut dengan pikirannya terlonjak pelan saat Selbi bertanya dengan topik yang berbeda.
“Tidak tahu, kakak tingkat tidak diwajibkan hadir sebenarnya. Hanya yang menjadi panitia,”
“Maukah kau pergi bersama denganku?”
Luhan segera menelengkan kepalanya, “Jangan bilang kau belum mendapatkan teman, Selbi..”
“Tentu saja aku punya,” Pikiran Selbi langsung tertuju pada sosok Baekhyun. Tentu saja dia tidak ingin berdekatan dengan Pria itu, tapi kenyataannya memang hanya Baekhyun lah yang ia kenal sedikit dekat di kampus selama 3 hari ini, “Jika Kau tidak mau ya sudah..” Selbi tersenyum samar berniat beranjak dari sisi Luhan karena tugasnya yang masih menumpuk.
“Apakah kau takut tersesat lagi dan dijaili kakak tingkat huh?” Luhan berjalan mengikuti Selbi sambil menyenggol lengan Gadis itu membuat Selbi bergeser selangkah ke samping kanan
“Eo..”
Bibir Luhan otomatis tertarik ke atas saat Selbi menjawabnya dengan mantap tanpa menatap ke arahnya, “Aigo, baiklah kalau begitu aku akan menemanimu..”
“Benarkah?” Selbi tertawa sangat lebar, kini matanya langsung berubah bersinar menatap wajah Luhan yang sangat indah karena pantulan sinar matahari musim semi yang hangat.
“Tapi aku tidak ikut menginap di hotel..”
“Tidak perlu karena yang menginap hanya mahasiswa baru,” Selbi mengatakannya dengan nada mengejek membuat Luhan menyenggol lengan Selbi lagi kali ini lebih kencang, “Haji–ma,” Selbi yang terhempas karena senggolan Luhan lalu mendorong Luhan dengan kedua tangannya.
“Selbi-ya, apakah kau sudah makan siang?”
“Belum,”
“Ayo kita makan,”
“Tugasku masih menumpuk, Opp–Luhan-ssi??”
Luhan tidak bisa menyembunyikan tawanya saat Selbi menambahkan kata ‘ssi‘ dengan nada bertanya yang sangat aneh, “Terserah padamu saja akan memanggilku apa, kau kaku sekali,”
“Bukan kaku tapi belum terbiasa,” Selbi berkata dengan menyunggingkan tawanya lalu mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya, “Berikan aku nomormu,”
Luhan pun mengambil ponsel Selbi lalu mengetikkan serentetan nomor pada dial-pad, “Kirimkan alamatmu, nanti aku jemput jam 7,”

+ Innocent Lust 6 +

“Kau yakin sudah baikan?”

Kai yang sedang mengendarai mobil Nayeon bertanya dengan melirik saudara Tirinya sedetik. Sejak keduanya memasuki mobil dari pelataran rumah sakit–Nayeon memang tidak sekalipun membuka mulutnya. Walaupun dokter sudah mengijinkannya pulang karena keadaannya sudah membaik, Tapi Nayeon merasa ketakutannya muncul kembali. Apalagi kenyataan bahwa Luhan berada sangat dekat dengannya membuatnya ingin sekali kabur ke tempat yang jauh dari kenangan pahitnya bersama Luhan dulu.
“Nayeon-ah..”
Kai kembali mengguncang lengan Nayeon saat gadis itu hanya menatap jalan dengan pandangan kosong, tentu saja Kai masih ingat dengan keadaan memprihatinkan Saudaranya kemarin. Dan Kai tidak ingin hal itu kembali terulang karena dia… tidak tega.
“Eh? Kau berkata sesuatu kepadaku?” Nayeon tersadar dari lamunannya lalu menatap wajah Kai yang sekarang sudah mengalihkan perhatiannya lagi pada jalan raya sore yang terasa sangat lengang.
“Aku bertanya apakah kau benar – benar sudah baikan,”
“Oh, dokter bilang aku sudah baikan. Kau mendengarnya juga tadi..” Nayeon berkata datar lalu menunduk saat ponsel yang berada di tangannya bergetar. Matanya sedikit melebar saat pesan yang sudah ia buka ternyata bertuliskan ‘Baekhyun‘ di akhir serentetan kata – kata yang bahkan belum Nayeon baca. Entah kenapa melihat huruf ‘백 dan 현’ membuat matanya berkali – kali lebih peka.
“Aku hanya takut kau sakit lagi, jangan kebanyakan melamun ck!” Kai berkata dengan sedikit meninggikan suaranya membuat Nayeon segera menolehkan kepalanya heran. Bukan karena suara Kai yang meninggi yang membuatnya merasa aneh, namun perasaan yang tiba – tiba muncul karena perkataan Kai mengandung unsur ke-perhatian yang tulus padanya–walaupun dengan nada sedikit ketus.
“Apakah kau salah makan atau apa? Biasanya juga kau tidak peduli kepadaku,”
“Apakah kau lupa siapa yang membawamu ke rumah sakit hah? Kau pikir aku tidak takut kau menjadi seperti itu kemarin? Aku pikir kau sedang sekarat atau semacamnya!”
“Ah..” Nayeon sedikit menganga dengan pernyataan Kai, “Aku tidak tahu akan menanggapinya seperti apa. Tapi, Gomawo..”
Kai hanya berdecak kecil tanpa menoleh lagi pada Nayeon, yang membuatnya semakin kasihan padanya adalah, saat kemarin dia bertemu dengan Ibu tirinya di rumah, Beliau seperti tidak memperdulikan keadaan Nayeon. Bahkan jika Kai tidak memberitahu bahwa Nayeon sedang di rumah sakit, Ibu tirinya tidak akan tahu sampai sekarang. Sepertinya Nayeon mempunyai banyak sekali luka di masa lalunya.
“Kai-ah, kita langsung ke hotel saja. Bukankah aku mahasiswa baru–”
Andwae. Kau harus istirahat,”
“Tapi aku harus kesana!” Nayeon meninggikan suaranya, dia harus bertemu dengan Baekhyun disana. Karena dia merindukannya, “Aku akan beristirahat di hotel aku janji, ya–bukankah kau panitianya huh? Kau juga berada disana bukan?”
“Baiklah,” Kai melirik kembali penampilan Nayeon, “Kau akan pergi dengan pakaian seperti itu?”
Nayeon sontak menilik penampilanya–hanya memakai Sweater kebesaran dengan celana Jeans ketat semata kaki. Tentu saja dia tidak mau menjadi bahan tertawaan dengan memakai baju seperti ini. Tapi jika dia kembali ke rumah, Waktunya tidak akan cukup. Dan Baekhyun pasti akan menunggu lama di depan hotel karena Pria itu akan menunggunya disana.
Aigo, baiklah aku akan membelikanmu pakaian,”

 

+ Innocent Lust 6 +

 

Menunggu adalah hal yang sangat menyebalkan bagi setiap orang. Apalagi jika menunggu seorang diri dengan menatap orang – orang yang berlalu lalang disekitar. Tapi bagi Byun Baekhyun, yang masih berdiri menyandar pohon tepat di depan hotel tempat diadakannya acara penerimaan mahasiswa, Menunggu adalah sesuatu yang sangat menggembirakan baginya. Entahlah, tapi kenyataan bahwa dia sedang menunggu kedatangan Nayeon membuat hatinya membuncah tak karuan. Apalagi saat tadi sebelum pulang dari kampus, dia sempat mendapat ide untuk melihat resume biodata Nayeon yang tidak sengaja ia lihat di ruang panitia. Baekhyun pun mengetahui nomor ponsel Nayeon dari mencurinya di sana.
“Apakah kau sudah lama menunggu?”

Baekhyun yang sedang menunduk bermaim dengan debu – debu di trotoar menggunakan ujung sepatunya sontak menoleh pada orang yang ia yakini adalah Jung Nayeon. Sontak, Baekhyun tersenyum sangat tampan sampai memamerkan deretan giginya yang rapi, tuxedo hitamnya membuat penampilan Baekhyun semakim menawan apalagi dengan rambut hitamnya yang terurai menutupi dahinya >_<.
“Nayeon-ah.. kau cantik sekali,” Baekhyun sampai lupa menanggapi omongan Nayeon bahwa dia sudah menunggu gadis itu selama 30menit.
“Ya, bukankah seharusnya kau menanyakan keadaanku terlebih dahulu,” Nayeon sudah berdiri di hadapan Baekhyun dengan halter long dress berwarna soft tosca yang membalut tubuhnya dengan clucth berwarna coklat muda senada dengan sepatu high heels cantik yang juga di pilihkan oleh Kai. Manik-manik dibagian halter dress nya sangat kontras dengan anting yang dikenakannya dan membuat leher Nayeon terlihat lebih jenjang. Bahu dan punggungnya yang terbuka juga membuat Baekhyun enggan untuk melepaskan tatapannya. Sangat cantik dan sangat mempesona.
“Kau sudah baikan?”
Nayeon tersenyum lebar lalu menggamit lengan Baekhyun, “Tentu saja sudah, terimakasih sudah menjengukku kemarin..”
“Tapi kau langsung mengusirku beberapa saat kemudian..”
Nayeon tersenyum dengan lebih erat melingkari lengan Baekhyun, “Maafkan aku, aku masih pusing sekali kemarin..”
“Nayeon-ah..” Baekhyun menghentikan langkahnya saat sudah memasuki ballroom hotel yang dipenuhi manusia yang sama sekali tidak ia kenal. Bahkan Kyungsoo dan Soojung sama sekali tidak terdeteksi matanya, “Apakah ada seseorang yang mengganggumu? Atau ada yang mengancammu?”
Nayeon menelengkan kepalanya karena bingung dengan apa yang Baekhyun katakan, “Aku–”
Baru saja Nayeon akan membuka bibirnya lagi untuk menanggapi Baekhyun, pandangan matanya teralihkan pada sesosok Pria tepat di belakang punggung Baekhyun. Walaupun dari jarak sekitar 6 meter tapi mata Nayeon dengan sangat jelas mengenali Pria itu. Mata jernihnya masih sangat diingat oleh gadis itu walaupun Nayeon berusaha keras memendam kenangan itu sampai di dasar hatinya. Saat Pria itu barusan tersenyum pun hati Nayeon.. tidak bisa terjelaskan, luka yang selama ini tercetak di hatinya tiba – tiba saja terasa seperti luka lama yang terbuka kembali. Seluruh perhatiannya kini terpusat pada Luhan walaupun Pria itu belum sadar akan keberadaannya.
Nayeon ingin mengalihkan pandangannya ke arah lain atau ingin langsung meninggalkan tempat itu.. tapi, mata serta kakinya seakan bukan miliknya lagi karena menolak perintah otaknya untuk tidak peduli lagi pada Luhan. Sekujur tubuhnya memanas seketika saat detik berikutnya mata Jernih itu akhirnya perlahan menyadari seseorang yang tengah menatapnya sedari tadi.
Disana, tepat di samping Oh Selbi.. dunia Luhan seakan berhenti berputar. Hanya dirinya saja yang seakan berpijak sendirian di sana, menatap Nayeon dengan setengah tidak percaya. Sebenarnya, Dia sudah terbiasa dengan semua ini. Melihat sosok Nayeon di sekitarnya selama dia meninggalkan gadis itu sendirian–sosok semu yang selama bertahun – tahun ia rindukan. Sosok Semu yang tidak akan pernah bisa ia rengkuh bahkan tidak sekalipun Luhan berani mendekatinya karena terlalu takut untuk menyakitinya lagi.
Hati Luhan seperti digerogoti sesuatu saat dari jarak 6 meter itu,  Mata yang dulu sangat ia sukai dengan sangat jelas menjatuhkan bulir – bulir bening dari sepasang pelupuk mata milik Nayeon. Saat itulah Luhan seperti terhempas ke dunia kedap udara. Dadanya nyeri bercampur sangat sesak mendapati Gadis yang terlalu ia cintai kembali menangis hanya melihatnya dari kejauhan seperti ini.
Kenapa?
Apakah dia begitu terluka karenanya? Apa yang akan Luhan lakukan agar Nayeon bisa bahagia?

Bahagia?

Luhan pikir dia terlalu tidak tahu malu. Apakah Nayeon-nya bisa bahagia setelah semua yang sudah ia lakukan padanya?

 

 

To Be Continued…

Advertisements

Author:

My world become so bright because of your Light Moves~

75 thoughts on “Innocent Lust Chapter 6

  1. Masih berharap dan terus berharap baek sama seulbi… 😗 karena baek yg udh bikin seulbi nggak suci lagi… jadi harus baek yang sama seulbi 😀

    Like

  2. Hallo, Lightmover0488-nim saya fans berat anda…semangat untuk karya2nya…ditunggu disetia untuk kelanjutan dari “Innocent Lust” lightmover0488-nim…oya sebelumnya saya pernah bertanya tentang password dari “Innocent Lust Chapter 7” via Line tapi belum ada respon. Thanks atas semua karya2nya & thanks udh jd motivator saya 🙂

    Like

  3. Nayeon sama Luhan masih saling mencintai. Terus gimana sama Selbi? Baekhyun juga kayaknya suka sama Nayeon ? Ahhhh… Mollayooo

    Like

  4. Baek sm nayeon jd saling suka. Luhan msh syg sm nayeon. Nayeon msh trbyng2 masa lalu nya sm luhan. Seulbi suka sm luhan. Seulbi ‘pertama’ nya sm si baek. Kai jg kykx suka sm adik tiri nya😵 jd bingung milih fave couple.

    Like

  5. Udah lama ga mampir2 disini, sampe agak lupa sama jalan cerita yg ini, jd aku baca dikit2 dari awal deh, aku kira yg chapt ini udh aku baca hehehe
    Aku lebih suka moment2 nya baek seulbi deh , tapi mereka akur ga akur banget, baekhyun nya udah kepincut nayeon lagi hehhee
    Penasaran sm chapt 7 nya

    Like

  6. baekhyun suka sama nayeon? terus gimana nasibnya selbi, dan kayaknya luhan masih suka sama nayeon. aku takut selbi di php-in, kan kasihan.

    Like

  7. Thor jangan lupa lanjutin ff ini, udah penasaran bgt gimna kelanjutan ffnya, aku sudah menunggu lama pengen baca lanjutan ff ini ternyata belum di update smpe skarang, okay aku tunggu lanjutan cetitanya…
    Semoga bisa cepet dapet ide buat lanjutin ff ini, semngat terus author

    Liked by 1 person

  8. kasian nayeon, emang sekelam apasih masalalunya sama luhan sampe dia ketakutan gitu. ih baekhyun jahat, udah berlaku seenaknya ke selbi, sekarang malah nyuekin dia, dasar cowok

    Like

  9. Baru bagus kenapa udah to br continued kak 😦 yaampun sumpah siapapun tolong bantu luhan nayeon biar bisa balik kayak dulu lagi. Kasian bangrt sama mereka berdua yang bener2 ngerasa tersiksa satu sama lain 😦

    Like

  10. Aku nunggu momen Baek sama seulbi, hihi… Kan gak adil juga buat seulbi, kalo dia gk sama Baek. Habis Baek yg merawanin seulbi sii

    Like

  11. God~ternyata banyak yg sependapat sama aku. Baekhyun Selbi lebih cocok kaaak~entah ya aku kurang suka sama baekhyun nayeon. Dari awal emang uda nge feel ke mereka si (baek-selbi).
    Terus disini juga cast utama na koq jadi berasa Luhan-Nayeon ya?

    Ah masii penasaran aja si sama next chapt nya. Ditunggu ya kaak and fighting!! 😉

    Liked by 1 person

  12. aduhhh jadi bingung sendiri -_- sebenarnya nanti baekhyun-nya sama siapa? dan siapa peran utama wanitanya? sebenarnya thor gue bacanya agak kurang ngefeel, ceritanya menarik cuma karena bingung urutan castnya diganti-ganti mulu jadi ya gitu.. mungkin karena dari awal nyangkanya baekhyun bakal sama selbi aku jadi sukanya sama mereka berdua dan kurang suka sama nayeon.. walaupun nggak tau jalan cerita selanjutnya dan strategi author tapi-
    ya walau tetep sih penasaran juga sama cerita masa lalunya nayeon sama luhan, dan kelanjutan cerita ini gimana?
    oh iya thor, kemarin aku nggak sempet buka innocent lust chap 5 jadi belum coment dan baca.. diganti yah pwnya?
    pokoknya buat author fighthing yah, gue akan keep waiting for nextnya 😉 🙂

    Liked by 1 person

  13. Hmm,aku kok kurang setuju ya nayeon sama baekhyun.disini seulbi jd kasian bgt ga ada yg perhatiin pdhl dia sbnrnya penurut dan baik karakternya.masa nayeon diperebutin Sama luhan,baekhyun plus kai jg lgi.ga adil aja kyknya buat seulbi

    Liked by 1 person

  14. Wah aku bner2 tertarik sma ff ini, bgitu berbeda yg aku bca ff lain nya, ff ini bgitu mengartikan sesuatu yg mendalam, seulbi,baekhyun,nayeon,luhan. Mereka terlibat cinta yg rumit. Awalnya aku suka bgt nih couple seulbi baekhyun, jdi innocent gtu,mskipun ternyta nggk/? Semoga luhan sma nayeon segera selesai masalahnya,.. Jujur aku bner2 sukaaa banget nih ff,bner2 tersihir diriku. Ff ini baguuuuuuuuuuuss bangeeeeeeett,kereeeeeeennn bangeeeeeeett,seruuuuu bangeeeeeeett,siiiiiiiip bangeeeeeett,okeeeeeee bangeeeeeeeett, daebak author!
    Next aku tunggu. (btw mianhae aku bru read,comen.. Ff ini msih bum di next kan?aku bru mengunjungi wp ini. Aku bra bca ff ini, aku reader baru eonni).

    Mianhae eonni di setiap chapter aku lngsung comen di chapt ini,aku gk sabar untuk mengetahui lanjutan nya. Mianhae,mianahe,jeongmal mianhae 😦 .mohon respon nya eonni? Gomawo

    Like

  15. kok aku kasihan ke selbi ya karena semua perhatian orang disekitarnya itu ke nayeon. luhan yang dia suka, baekhyun yang memerawaninya dan sehun adiknya

    Like

  16. kok baekhyun jadi ama nayeon?, aku bacanya jadi gk dapet feelnya, kan dari awal baekhyun udah sama seulbi udah cocok sama couple yang ini (Baekhyun Seulbi) dan feelnya dapet bgt aku bacanya klo’ mereka berdua di pasangin. tapi saran aja sih buat penulis ffnya. meskipun begitu ffnya tetep bagus, di tunggu next chapternya. Semangat terus buat penulis ffnya 😀 🙂

    Liked by 1 person

  17. apa nayeon bakalan kembali sama luge ya??
    tp seulbi suka luge??
    baekhyun jg lebih suka nayeon…
    wahh couple yg mana yg bakalan jadi 1 y??

    next..

    Liked by 1 person

  18. Kenapa gw gakmau nayeon balikan sma luhan lagi yah . Jangan lah jangannnn, biarin nayeon bahagia sama baek , dan luhan sama selbi 😢😢😢😢

    Ngerasa gak ada feel aja kalok nayeon sm luhan lagi, krn yah udah bikin nayeon smpek trauma gitu biarin baek yg sembuhin pelan pelan 😊😊😊

    Kasian juga selbi kalok dianggurin , nanti digaet jongen baru tau rasa loh . biar jongen sama gw entar *tetep* 😂😂😂🔫 gw selalu siap jd cadangan buat jongen wkwkwkwk ngenez amet idup buat jd cadangan jongen hikzzz😢😢

    Rumit nih story hadoohhh, cinta segi empat nih wkwkwk

    Liked by 1 person

  19. penasaran bgt m klnjutan ceritanya…dari awal berharapny emg baek m nayeon z mski lbih kocak m seulbi tpi kykny ms lalu m luhan kuat bgt…cpt dlanjut ya

    Like

  20. Kok aku merasa nanti yang tersakiti jadi Baekhyun dan Selbi ya? Soalnya nanti kalo Nayeon sama Luhan terus Baekhyun udah terlanjur jatuh ke Nayeon begitupun Selbi, kan jadinya…
    Sebenarnya aku mengharap Selbi dengan Baekhyun aja. Merekakan lucu gitu kalo bersama, tapi kok mereka kek jatuh cinta pada orang yang salah gitu(menurut aku)
    bikin nahan napas saat ada kontak mata itu duh >,<

    Like

  21. hah lagi seru seru udah tbc aja :’D makin kesini makin bikin penasaran , semangat terus thor & di tunggu kelanjutan nya 😀

    Like

  22. kenapa ini ceritanya .-.
    jadi super rumit ya
    luhan gabisa moveon begitupun sebaliknya
    selbi sm baekhyun kasian jadi bertepuk sebelah tangan 😦
    adegan ncnya dong thor hehee

    Like

  23. Hahhhhh… tukaran pasangan critanya… kekek
    Aku pkir baek bakalan sma selbi.. nyatanya selbi tertarik ama luhannnn…
    Wahhh bner2 tdk bsa dtebakkk….

    Dtunggu klanjutanya authornim

    Like

  24. Waduh ketemu tuch….
    Nayoen dibuat balik aza ma luge…
    Kasihan mereka berdua sama2 terluka…
    Trus baek knp jd malah suka nayoen dan seulbi malah suka ma luge…
    ^^
    Penasaran..
    ^^

    Like

  25. lanjut donkk.. ini cerita cinta yang rumit.. keperawanannya seulbi di ambil baekhyun.. sedangkan baekhyun suka sama nayeon,, tapi naeyon masih blm nisa ngelupain Luhan, trus masij ada kai… ya ampunn benar2 bingung.. tapi keren lanjut ya thor…

    Liked by 1 person

tinggalkan jejak PLEASE!!!!! >-o

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s