Posted in Fluff, Nc 21, Romance, Sex

Love Me Right

LMR

Author : lightmover0488

Cast : park Chanyeol & Shin Hyurin
Genre : Romance, fluff, Nc 21
Lenght : Oneshot
Disclaimer : Cerita ini milik ku. Kalian tidak boleh mengcopy – paste! ^^ Jadilah Penulis yang jujur dan bisa menciptakan Karya – karya indah dari Otak KALIAN sendiri. Terimakasih

===

Happy Chanyeol Day

Happy Reading^^

.

Duk
Terdengar suara kaca jendela yang di lempari kerikil di sebuah kamar yang penghuninya masih tertidur pulas di ranjangnya.
Duk
Gadis yang masih terpejam itu lama – kelamaan membuka matanya lantaran terganggu dengan suara pada jendela kamarnya tersebut. Setelah menggeliatkan tubuhnya yang hanya terbalut piyama tipis diatas lututnya, dia lantas berdiri sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.
Gadis itu segera menyibak gorden berwarna pastel dan sontak mendengus sebal, dengan malas pun tangannya menggeser jendela kamarnya sampai menganga lebar.
“Ada apa, Park Chanyeol!”
Chanyeol berdiri di beranda kamarnya sendiri, dengan memakai kaos dan celana pendek, rambutnya entah kenapa yang tadinya berwaran abu – abu berubah menjadi sedikit kemerahan.. ya ampun, “Hyurin-ah, temani aku di rumah,”
“Wae? Kau tidak kuliah?”
“Kau sendiri?” Chanyeol malah balik bertanya.
“Aku kosong hari ini,”
“Kalau begitu aku juga kosong hari ini,”
Hyurin lantas membuang nafasnya dengan tingkah Chanyeol yang selalu saja membolos jika dirinya juga tidak ada jadwal kuliah dan tujuan Chanyeol adalah hanya semata – mata ingin bermain dengannya. Dan benar saja, Kini Chanyeol sudah mengangkat satu kakinya pada pegangan beranda kayunya.
“Ya! jangan melompat!”
Terlambat, Chanyeol dengan kaki panjangnya dengan mudah melompati jarak 1 meter tersebut dengan sangat mulus karena di bawah jendela hyurin memang ada pijakan batu bata yang entah mengapa memang sudah berada disana saat pertama kali rumah hyurin di bangun.
“Aku tau ibu dan ayahmu masih di jeju,” Chanyeol dengan rambut berwarna merahnya nyengir lebar pada hyurin dan langsung melompat melewati jendela kamar dengan sangat mudah karena dia memang sering melewatinya. -,,-
“Kenapa kau selalu seperti ini, Chanyeol!”
“Hanya 1 kecupan, morning kiss—“ Chanyeol meminta dengan cara yang sangat manja dengan memamerkan jari telunjuknya.
“Tidak,”
“Tapi kita sudah berpacaran seminggu yang lalu,”
“Aku menyesal berpacaran denganmu,”
“Wae?!” Chanyeol maju selangkah, menatap wajah cantik hyurin saat bangun tidur yang selalu membuatnya ingin melihatnya terus – menerus.
“Kau sangat mesum,”
“Yeah, lalu?”
“Kau… playboy,”
“Gadis – gadis itu yang mengejar – ngejarku terus,” Chanyeol mendengus, Hyurin selalu saja seperti ini. Cemburu dengan gadis – gadis yang jelas – jelas menggodanya duluan di kampus.
“Aku tidak mau peduli,” Kemudian Hyurin melengos pergi dari hadapan Chanyeol, dia selalu kesal jika mengingat kekasihnya selalu dekat dengan semua gadis di kampus mereka. Jika Chanyeol mencintainya kenapa dia selalu bersikap ramah kepada semua gadis – gadis itu.
“Ya!” Chanyeol berteriak saat tersadar Hyurin sudah keluar dari kamarnya.
“Lalu apa yang harus aku lakukan?” Tanya Chanyeol berhasil menjangkau Hyurin dan segera menarik lengannya.
“Aku tidak tau, aku tidak suka jika banyak gadis mendekatimu,”
“Apakah kau sedang cemburu?” Tanya Chanyeol tersenyum lebar seraya melingkarkan tangannya ke pinggang hyurin yang begitu ramping di dekapannya.
“Tentu saja,”  Jawab Hyurin tidak perlu lama berpikir, “Aku mencintaimu,”
Chanyeol kemudian mengecup bibir hyurin yang terasa sangat pas di bibirnya, kemudian melumatnya lembut, Karena tinggi badan hyurin setara dengan lehernya, pria tampan itu tidak perlu kuatir lehernya akan sakit jika lama – lama merunduk.
“Kenapa kau harus cemburu jika pacarmu ini sangat mencintaimu juga huh?”
Hyurin terdiam di tempatnya dengan bibir yang sangat menggoda menurut Chanyeol pasca ciumannya barusan, “Tapi—“
“Apakah aku perlu keluar dari kampus?”
“Aniya.. bukan seperti itu,”
“Ayahku sudah menawarkan pekerjaan di kantornya, tapi aku harus melakukan pelatihan selama 3 bulan—“  Chanyeol mendorong tubuh hyurin yang masih dalam pelukannya kemudian merebahkannya ke sofa dengan tubuhnya yang tentu saja berada di atas hyurin, “Di Praha—“
“Apa?”
“Ikutlah denganku,”  Chanyeol mulai menggerayangi leher hyurin menggunakan bibirnya membuat gadis itu tercekat. Chanyeol tidak pernah melakukannya sampai sejauh ini–sungguh. Sepertinya perkataan Hyurin tentang kemesuman Chanyeol sudah terbukti.
“Chanyeol—“
Hyurin menahan dada Chanyeol agar berhenti dari kegiatannya yang mulai menyesap -nyesap kulit lehernya tapi itu semua tidak bisa menahan hasrat Chanyeol agar berhenti. Tangannya bermain di sekujur tubuh Hyurin seakan – akan sudah kehilangan kontrol syarafnya. Sudah 2 tahun sejak dia pindah ke sebelah rumah Hyurin dan Chanyeol benar – benar sudah menjadi gila kerena gadis itu sejak pertama kali melihatnya. Dan Chanyeol yakin sekali bahwa Shin Hyurin adalah takdirnya.
“Park Chanyeol!”
Chanyeol tersadar karena suara Hyurin agak membentaknya kemudian mengangkat tubuhnya sampai menduduki perut Hyurin, “Hehehe,” Chanyeol lantas memamerkan deretan giginya pada Hyurin yang cemberut.
“Aku mencintaimu,” Kata Chanyeol saat Hyurin tidak berkata apa – apa karena masih shock dengan tindakan Chanyeol yang sedikit berlebihan padanya, “Ayo ikut denganku ke Praha, ayahku pasti akan menyukainya. Bukankah kau ingin ke luar negri?”
“Tapi ayahku tidak akan mengijinkanku,”
“Aku akan bicara padanya,” Chanyeol tersenyum misterius kemudian mulai membungkukkan badannya lagi membuat Hyurin sontak waspada tingkat tinggi.
“Morning kiss..”
“Bukankah kau sudah mendapatkannya tadi!”
“Beluummm,”
“Chanyeol henti–hhmmpp–”

+++

“Hyurin-ah..” Chanyeol berlari saat matanya melihat sosok Hyurin berjalan keluar dari kelasnya. Sambil sibuk membawa bermacam – macam hadiah dari para penggemarnya, kaki Chanyeol yang panjang itu sudah menjejeri tubuh Hyurin membuat beberapa wanita yang berada di sekitarnya sontak menatap Hyurin sadis.
“Ini untukmu,” Chanyeol memberikan 3 ikat bunga mawar ke hadapan wajah Kekasihnya yang sekarang berwajah masam. Dia selalu saja tidak menyukai tatapan gadis – gadis di sekitarnya.
“Tidak mau. Itu pasti pemberian para gadis itu,”
Chanyeol mendengus kemudian memberikan beberapa kotak kado dan bunga – bunga tersebut pada sekumpulan wanita yang sedang duduk di taman lalu menjejeri Hyurin lagi.
“Ya.. kenapa wajahmu seperti itu..” Chanyeol menyenggol lengan Hyurin menggunakan sikunya pelan kemudian menatapnya lamat – lamat. Entah kenapa Chanyeol betah sekali memandangi wajah Hyurin yang sedikit berminyak sehabis mengikuti perkuliahan.
Merasa tidak di gubris, Chanyeol kemudian merangkuli leher Hyurin dan membawanya ke cafe yang bersebrangan dengan kampus.
“Lepaskan aku,” Hyurin seperti terseret tubuh Chanyeol yang jauh lebih besar darinya, tapi Chanyeol tidak bergeming dan malah semakin mengeratkan pelukannya membuat beberapa wanita sempat meneteskan air liurnya karena sangat cemburu dengan Hyurin.
“Ini akan menjadi hari terakhir aku dikampus ini, Hyurin-ah. Aku akan ke Praha akhir minggu ini,”
Hyurin tetap memandang ke depan, walaupun itu membuat Chanyeol sedikit sebal tapi Hyurin juga sedang memikirkan hal itu. Apakah dia bisa menjalani harinya tanpa Chanyeol? Selama 3 bulan? Sepertinya Hyurin sudah ingin mengatakan bahwa dia tidak mau Chanyeol pergi.
“Hyurin?”
Hyurin kemudian tersadar dan mendongak menatap Chanyeol yang masih menyeretnya melewati penyebrangan jalan raya yang sangat lebar, “Ne?”
“Aigo.. kau kemanakan otakmu itu huh?!” Sebelah tangan Chanyeol menonyor jidat Hyurin gemas, apalagi saat Gadisnya memasang wajah bodoh padanya.
“Apakah kau benar – benar harus kesana?” Tanya Hyurin pada akhirnya saat Chanyeol sedang membuka pintu sebuah cafe yang menjadi favorit kekasihnya. Tidak langsung menjawab, Chanyeol lebih memilih mencari meja kosong yang terletak di sebelah akuarium besar.
“Oh Vanilla Chocolate honey with a cherry on top?” Tawar Chanyeol seperti menyanyikan lirik lagu pada Hyurin yang sedari tadi masih termenung dengan khusuknya.
“As usual, Galettes bretonnes dengan es krim rasa itu,” Ujar Hyurin setelah beberapa detik kemudian
“Apakah kau tidak bosan dengan makanan itu?”
Hyurin hanya menatap Chanyeol seakan – akan matanya lah yang sedang menanggapi celotehan pria itu yang langsung memesannya pada pelayan.
“Kau belum menjawab pertanyaanku,” Hyurin membuka suaranya lagi.
“Kau tidak ingin aku kesana?”
Hyurin menggeleng membuat Chanyeol tertawa dalam hati, sementara wajahnya masih sangat datar, “Ikutlah denganku dulu kesana..”
“Wae?”
“Aku tidak ingin menyianyiakannya, anggap saja kita akan berlibur..”
“Kau bilang kau akan 3 bulan disana,”
Chanyeol lantas terdiam. Benar juga, dia melupakan kata “3 bulan” yang ayahnya katakan padanya. Yang ada di pikiran Chanyeol memang hanya ingin berduaan saja dengan Hyurin di negara indah itu. Dasar!
“Ah molla.. aku tidak akan memikirkannya,” Kata Hyurin pada akhirnya kemudian memilih mendiami Chanyeol sampai makanannya datang.

+++

“Annyeonghaseyoo..” Chanyeol membungkuk pada pria tampan yang berdiri di hadapannya. Melihat dari penampilannya, Chanyeol bertaruh Pria itu adalah sosok modist yang perfeksionis. Lihat saja cara memandanginya dari atas sampai bawah seperti menilainya hanya dengan pandangan matanya saja. Cham.. Chanyeol buru – buru tersenyum miring, tidak suka dengan pria itu sejak awal mereka bertemu.
“Aku Kim Junmyeon, tutormu selama 3 bulan di Praha,”
Oh.. dan Park Chanyeol semakin tidak menyukainya, perkataan datar Kim Junmyeon sungguh membuatnya sakit perut. 3 bulan dengan Pria itu? Heol, dia berharap Hyurin menemaninya sampai 3 bulan penuh disini. Tapi kenyataan pahit yang harus ditelannya, Kekasihnya itu hanya menemaninya 3 hari disini? Ya ampun, Sebenarnya Chanyeol mengharapkannya paling tidak 3 minggu tapi Hyurin menolak keras lantaran memberatkan perkuliahannya. Lagipula Chanyeol harus bersyukur Hyurin tidak hanya menemaninya sampai bandara tadi kan?
Ngomong – ngomong tentang Hyurin, tentu saja gadis itu masih terdiam di samping Park Chanyeol sedari tadi. Karena mabuk perjalanan yang sempat ia alami saat transit di Frankfurt am main, jerman 2 jam lalu, sekarang Badannya sungguh sangat lemas dan pusing. Total perjalanan 10 jam 54 menit benar – benar menguras tenaganya padahal saat di pesawat dia sempat tidur dengan lelapnya.
“Aku Park Chanyeol–”
“Aku sudah tahu. Ayo ikuti aku,” Junmyeon memotong perkataan Chanyeol kemudian berbalik badan, seorang yang tadinya berdiri di belakangnya kini mengambili koper serta bawaan Chanyeol dan Hyurin menuju mobil.
“Ah.. menyebalkan sekali ish, aku akan mengatakannya pada ayah kalau aku tidak mau menggunakan tutor pria itu!” Chanyeol berkata geram membuat Hyurin menoleh sambil mengeratkan jaketnya karena tiba – tiba saja angin musim gugur di Praha berhembus agak kencang.
“Sudahlah, jangan kekanakan seperti itu,” Hyurin mendekap tubuh Chanyeol kemudian mengusap – usap pipi kanannya pada dada Chanyeol, “Kau kan belum mengenalnya,”
Chanyeol sontak tertawa lebar kemudian ikut melingkari tubuh Hyurin dengan senang. Aigo, tidak sia – sia ia memohon pada Tuan Shin agar mengijinkan Hyurin menemaninya di Praha selama 3 hari. Bahkan Chanyeol sampai menjanjikan sebuah stik golf senilai $200.000 yang harus ia beli di jerman. Ya tuhan.. Chanyeol memang tipikal orang yang asal bicara tanpa dipikir
“Apa yang kau katakan pada ayah sampai dia mengijinkanku kesini?” Tanya Hyurin saat dirinya sudah menaiki mobil dengan Chanyeol disampingnya, di depannya Junmyeon dan seorang supir duduk di depan sana dalam diam.
“Aku hanya memohon sedikit padanya,” Chanyeol memamerkan jari kelingkingnya untuk menggambarkan seberapa kecil dia mengorbankan uang nya demi Hyurin kemudian tersenyum puppy pada kekasihnya yang sekarang menyandarkan kepalanya di pundak Chanyeol.

+++

Hyurin sedang memandangi pemandangan kota Praha di malam hari. Dia benar – benar mengagumi keindahan kota kuno yang dulunya bernama Cekoslavia tersebut. Dan kini dia berada pada ibu kota Negara Ceko. Saat Hendak ke villa milik Chanyeol ini Hyurin tidak henti – hentinya menganga lebar dengan keindahan bangunan – bangunan klasik, bukit – bukit, katedral kuno, jembatan bahkan sungai – sungai yang mengalir indah di sepanjang perjalanan. Mungkin besok dia akan menghabiskan waktunya untuk berjalan – jalan mengelilingi kota Tua ini.

“Hyurin-ah..”

Hyurin sempat terperanjat kaget saat ada dua tangan yang melingkari perutnya dan dia langsung tahu bahwa itu adalah Park Chanyeol.
“Baby-ya.. bagaimana kalau kau tidak usah kembali ke korea?” Tanya Chanyeol dengan memanggil Hyurin dengan sangat absurd.
“Aku ingin,”
“Wae?”
“Jika aku berada di kampus dan kau tidak lagi kuliah disana, para gadis itu pasti akan sangat heboh bertanya kepadaku. Aku malas sekali meladeninya,” Hyurin merajuk, teringat kembali tatapan menyebalkan para gadis tengil di kampusnya. Kenapa juga mereka masih saja menggoda Chanyeol yang jelas – jelas sudah mempunyai kekasih?
“Tinggalah disini bersamaku, lagipula kekayaanku nantinya akan menjadi milikmu–” Sepertinya Chanyeol berkata yang tidak – tidak lagi.
“Mworago?”
Hyurin berbalik badan menatap Chanyeol yang terdiam memandangnya juga.
“Apakah kau tidak mencintaiku?” Tanya Chanyeol
“Tentu.. Aku, mencintai–mu..” Hyurin tergagap lantaran pertanyaan Chanyeol benar – benar sangat aneh. Yeah, tentu dia mencintai Chanyeol.
“Lalu kau tidak memikirkan masa depan kita?”
Hyurin tidak paham dengan perkataan Chanyeol, “Masa depan kita kenapa?”
Chanyeol gemas, maksudnya adalah dia tentu saja sudah menambatkan hatinya hanya pada Hyurin seorang dan tentu saja Chanyeol akan memikirkan masa depan mereka bukan? Seperti, pertunangan contohnya.
“Aku pikir aku sudah berpikir macam – macam barusan,” Ujar Chanyeol kemudian berdecak masih menatap wajah Hyurin.
“Kau akan melakukan apa padaku?!” Hyurin sontak menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya karena otaknya terlalu waspada dengan tingkah Chanyeol yang sering sekali menerkam tubuhnya secara tiba – tiba.
“Apakah kau tau, 35% mahasiswa dari 249 mahasiswa di Korea Selatan mengatakan bersedia bercinta dengan orang yang dicintainya?” Tiba – tiba Chanyeol teringat kata – kata sunbaenya–Wu yifan. Hyurin lantas seperti terjatuh dari lantai 2 villa ini–Bercinta?
“Namun, 13% dari mereka mengaku hanya akan berhubungan seksual dengan Pria yang akan dinikahinya,” Lanjut Chanyeol saat Hyurin masih tidak menjawabnya, “Bagaimana menurutmu, Shin Hyurin? Apakah kau bersedia?” Chanyeol melangkah maju semakin memepet Hyurin pada balkon.
“Kau bilang kau mencintaiku,”
“Tap–tapi..”
“Jadi kau masih meragukanku?”
“Tidak.. hanya saja aku–Ya, Chanyeol kau ini kenapa sebenarnya?!” Hyurin memilih kabur dari hadapan Chanyeol, jantungnya bisa berhenti mendadak jika lama – lama ditatap Chanyeol seperti itu dengan pandangan penuh nafsu.
Tinggal dua langkah lagi Hyurin keluar dari ruangan itu tangan besar Chanyeol telah lebih dulu mencengkramnya dan membalikan badannya menghadap Chanyeol.
“Park  Chan—,” Bibir Chanyeol langsung melumat bibir Hyurin dengan rakus. Sepertinya Chanyeol kerasukan setan mesum sampai ia berbuat seperti ini.
Hyurin ingin sekali menangis karena perlakuan Chanyeol yang kasar tapi air matanya tidak mau keluar, dengan seluruh tenaga yang ia punya ia berusaha meronta melepaskan diri namun usahanya nihil, tangan Chanyeol masih mencengkramnya dengan kuat.
Bibir Chanyeol semakin liar saat Hyurin tidak sengaja membuka sedikit saja mulutnya karena ingin meraup oksigen, lidah Chanyeol berhasil masuk dan meliuk – liukannya dengan penuh gairah.
“Ngghhh..” Kata – kata Hyurin tercekat di kerongkongan, ia masih mendongak menerima cumbuan Chanyeol pada bibirnya dan tubuhnya sudah seperti ringan sekali karena tidak bisa bernafas sempurna.
Beberapa menit dilalui degan sangat pasrah akhirnya Chanyeol melepaskan ciumannya, dengan masih mencengkram tanganya.

Hyurin kira Chanyeol akan berhenti menyiksanya, tapi dengan tiba-tiba Chanyeol mendorong tubuh Hyurin sampai punggungnya menabrak dinding, tidak sakit sama sekali hanya saja rasanya harga diri Hyurin seperti di injak-injak. Hyurin pikir Chanyeol tidak akan berbuat sejauh ini karena selama ini dia baru pertama kali melihat tatapan penuh nafsu dari kekasihnya.
Hyurin pun harus bertindak tegas kali ini, dia tidak mau Keperawanannya direnggut begitu saja oleh Chanyeol, dia pun berusaha membalas tatapan Chanyeol dengan nanar.
Chanyeol sepertinya tidak peduli lagi karena mata hatinya sudah terbutakan oleh hasratnya sendiri, kini ia malah menciumi leher Hyurin dan meninggalkan banyak jejak kemerahan disana.
“Hentikan Chanyeol!” suara Hyurin takut – takut mengatakannya, tubuhnya tiba – tiba saja kaku mendadak tidak bisa bergerak.
Namun Telinga Chanyeol seperti tuli, ia tidak mendengar penolakan Hyurin barusan.
“HENTIKAN PARK CHANYEOL, aaaahh.” Hyurin mendesah dengan sendirinya saat tangan kiri Chanyeol meremas payudara kanannya sementara tangan kanan pria itu menggesekan jari – jarinya dikemaluan Hyurin dari balik hotpants yang masih membalut tubuh bagian bawahnya.
Hyurin benar – benar tidak menyangka, ini sudah di luar kendalinya. Kedua tangannya yang sedari tadi mencengkram tangan Chanyeol tidak cukup kuat untuk mendorongnya, “Apakah kau menjebakku?”
Chanyeol berhenti mencumbu leher Hyurin kemudian sedikit mengangkat wajahnya namun jari – jarinya masih mengelus – elus bagian vagina Hyurin dari luar hotpants nya, walaupun dari luar tapi sangat terasa kenyal dan menggoda.
“Kau.. sengaja membawaku ke sini kan?!” Hyurin rasa ia akan menangis sebentar lagi, tangannya masih mendorong – dorong tubuh Chanyeol yang tidak bergeming, Jarinya pun ikut berhenti bergerak membuat Hyurin sedikit bisa bernafas lega.
Hening beberapa detik sampai terdengar suara seksi Chanyeol. Bukannya menjawab pertanyaan Hyurin Chanyeol malah mengucapkan kalimat yang sudah sering ia dengar, “Aku mencintaimu,”
Hyurin tidak menanggapinya.
“Aku mencintaimu, Shin Hyurin,” Bersamaan dengan itu Chanyeol memasukan tangannya ke dalam hotpants putih bergaris merah yang masih Hyurin pakai.
“Aaaakkhhh, apa yang kau lakukan? Park Chanyeol hentikan!”
Chanyeol tak terganggu sedikitpun dengan protes yang Hyurin suarakan, ia malah melanjutkan kegiatannya membuat tubuh Hyurin semakin lemas.
Kini jari-jari Chanyeol menyusup kedalam vagina Hyurin yang sudah basah. Sekeras apapun Hyurin menolak, nyatanya tubuhnya malah berkhianat.
Dia menggertakan giginya menahan desahan sekaligus gejolak yang tiba – tiba muncul dalam dirinya secara tiba – tiba, “Chanyeol!”
Tangan Chanyeol menggila, Sebelah tangannya lalu melepaskan kancing teratas kemeja kebesaran milik Hyurin dan bibirnya sontak menempeli dada mulus itu lalu menyesapnya gemas.
Sementra Jari Chanyeol masih mengocok Vagina Hyurin serasa sudah sangat betah di dalamnya, mencari spot yang terhangat di sana. Masa bodoh dengan protesan Hyurin, Chanyeol sudah benar – benar ingin melakukannya. Bukannya dia tidak salah?
Chanyeol benar – benar mencintai Gadisnya ini sungguh!
“Aaaahh hhaah, mmmm–” Akhirnya Kedua tangan Hyurin memegangi pundak Chanyeol untuk menyangga tubuhnya. Rasanya dia sudah tidak mampu menyangganya dengan kedua kakinya yang seperti tak bertulang. Mendengar erangan Hyurin barusan, Jari Chanyeol semakin menggila saat menemukan titik tersensitif Hyurin kemudian tidak segan – segan mengelusnya memutar menggunakan jari tengahnya. Dan benar saja Tubuh Hyurin seakin menggelinjang dibuatnya sampai Chanyeol harus membantu menyangga tubuh Hyurin dengan tangannya yang melingkari pinggangnnya.
hyurin sudah mulai menikmati perlakuan chanyeol, pikirannya untuk melepaskan diri dari rengkuhan chanyeol musnah sudah, yang ada saat ini hanya memuaskan nafsu yang sudah diujung tanduk. Sedikit lagi mungkin hyurin akan orgasme. Dan saat Jari Chanyeol benar – benar sangat liar di vaginanya, Hyurin merasakan tubuhnya benar – benar lebih lemas dari pada sebelumnya. Rasanya sungguh asing saat Hyurin merasakan sesuatu yang tak tertahankan sekaligus sangat geli menyembur keluar sampai membasahi Hotpants nya membuatnya mengerang, tercekat dan semakin mencengkram pundak Chanyeol.
“Aku benar – benar tidak tahan menahannya. Genchana Hyurin-ah, Aku bersedia menjadi orang yang selalu mengisi hari – harimu saat ini sampai seterusnya. Aku berjanji, aku mohon cintai aku dengan benar, Hyurin-ah..”

Sesaat setelah Chanyeol mengeluarkan jarinya Dia berkata sambil menatap wajah Hyurin yang memerah dengan kesungguhan yang terpancar dari matanya. Tidak tau apa yang sedang dipikirkan Hyurin tapi Chanyeol akan menunggu Hyurin membuka suaranya. Apakah Hyurin tidak melihat ketulusan di mata Chanyeol?

“Hyurin-ah,” Tangan Chanyeol mengelus sebelah pipi Hyurin, Gadis itu mulai berkaca – kaca. Bukan karena terharu dengan kata – kata Chanyeol melainkan karena Dia merasa sangat rendah menjadi seorang wanita. Bahkan Chanyeol belum mengikatnya dengan apapun kenapa dia harus melakukan sampai sejauh ini?
“Tapi.. kau tidak harus melakukan semua ini padaku,” air mata Hyurin berhasil terjatuh dari sudut matanya. Wajahnya kembali memohon agar setelah ini Chanyeol mau melepaskannya.
Namun kemudian bibir Chanyeol kembali meraup Bibir Hyurin yang sejak tadi sudah memerah dan sangat basah. Berharap bisa menyalurkan rasa Cintanya pada Hyurin. Bahwa selama setahun terakhir, Dirinya benar – benar sangat tulus mencintainya.
Sementara Hyurin sudah lebih terbiasa dengan Ciuman Chanyeol sekarang, berbeda dengan yang tadi. Ciuman Chanyeol benar – benar sangat lembut padanya. Sama seperti saat Dirinya dan Chanyeol berciuman saat pria itu mengatakan ‘aku menyukaimu’ untuk pertama kalinya sekitar setahun yang lalu. Dan Hyurin juga mencintai Chanyeol. Sungguh.
Dia tidak pernah lupa bahwa Chanyeol sempat mengatakan akan menikahinya suatu saat nanti. Tapi Hyurin tidak menggubrisnya waktu itu karena dia pikir Chanyeol hanya bercanda.
“Aku kira kau mencintaiku,” Ujar Chanyeol setelah hening di kamar dengan ukuran 5×6 tersebut, kedua tangannya masih melingkari pinggang Hyurin dengan posesive nya.
Tidak di sangka – sangka Chanyeol, Hyurin menanggapinya dengan mengangguk sangat pelan. Bahkan seperti tidak mengangguk sama sekali, Mata Hyurin lah yang meyakinkannya bahwa Ia mencintai Chanyeol.
Entah kenapa jari – jari Chanyeol yang berada di belakang pinggang Hyurin menemukan kaitan Hotpantsnya dan tanpa basa – basi langsung membukanya sekaligus menurunkan resletingnya. Awalnya Hyurin tidak menyadarinya sama sekali, tapi saat hotpantsnya terjatuh dengan mulusnya ke lantai dia sontak mendorong Chanyeol lagi tapi dekapan Pria jangkung itu lebih erat dari yang ia kira. Chanyeol semakin memepetkan tubuh Hyurin ke tembok lalu tangan kananya mengangkat kaki kiri Hyurin dengan menyelipkannya pada lipatan lututnya.
Karena gerakan chanyeol barusan sungguh sangat cepat, Hyurin gagal mencerna kejadian itu. Dia terlambat menyadarinya dan itu membuatnya gelagapan, “Chanyeol–”
Kembali, Suara Hyurin tercekat sampai tenggorokannya. Tubuhnya kembali menegang saat Tatapan Chanyeol menguncinya dalam – dalam. Dan tanpa sepengetahuannya, Tangan kiri Chanyeol segera melepaskan celana pendek selututnya.
Hyurin tersentak saat tangan kiri Chanyeol memengang tangannya dan menuntunnya ke bawah tubuhnya. Matanya pun berkedip karena tersadar lalu merunduk menatap tangannya yang kini dipaksa memegang benda panjang tegang dan besar kepunyaan Chanyeol.
Tangan Chanyeol masih menuntun Tangan Hyurin keatas dan kebawah, mengocoknya agar semakin horny. Gadis yang tiba – tiba pusing itu terlalu shock untuk sekedar memikirkan apa yang sedang ia lakukan bahkan lidahnya terasa sangat kaku, tidak mampu berucap.
“Aahh..” Setelah Chanyeol mendesah keenakan sambil mendongak, jarinya kembali mengusap vagina Hyurin yang masih tertutupi celana dalam tersebut lalu menggesernya agar Liang kemaluan Hyurin terekspos sempurna tanpa melepaskan celana dalamnya.
“Aku–mohon Chanyeol-hiks.. jangan lakukan,” Hyurin memukul dada Chanyeol, hanya mampu melakukan itu lantaran salah satu kakinya masih di angkat oleh Chanyeol, “Chanyeol-ah.. hikks–”
Sudah tidak peduli lagi, Chanyeol memegang sendiri Juniornya lalu mengarahkannya ke depan lubang kenikmatan Hyurin lalu mendorognya dengan perlahan tapi pasti.
Hyurin sontak merasakan sakit luar biasa dibawah sana, selaput dara nya pasti sudah sobek dan ada cairan hangat mengalir disana, itu pasti darah keperawanannya.
Hyurin membekap mulutnya sendiri, jeritannya ia redam sempurna di dalam dadanya karena takut Junmyeon mendengarnya dari luar sana.
Chanyeol kemudian menangkup pipi Hyurin karena mata hyurin tidak berhenti memproduksi air mata yang mengalir sangat deras. Ia lalu mengusap pipi Hyurin– mencoba menghapus air mata disana tapi usahanya sia-sia karena mata hyurin tidak mau berhenti meneteskan air mata.
Beberapa detik hening dan Chanyeol masih diam ditempatnya dengan Juniornya yang sudah terjepit sempurna di bawah sana. Hyurin menangis semakin keras saat Chanyeol mencium bibirnya dengan lembut. Melumatnya pelan tapi penuh hasrat yang memuncak, Chanyeol pun menggerakan juniornya dengan semakin memepetkan Hyurin pada tembok.
Gadis itu kacau, dia mengerang tertahan kemudian mendorong dada Chanyeol agar melepaskan ciumannya. Nafasnya tersengal merasakan keanehan yang ia rasakan pada vaginanya.
“Hhh..ssss–Chanyeol–” Hyurin menutup mulutnya lagi saat dia dengan otomatis mengeluarkan desahannya. Dia tidak ingin menjadi munafik bahwa perasaan primitif pada vaginanya sungguh membuatnya gila. Chanyeol masih bergerak maju mundur kali ini semakin cepat. Dia pikir Hyurin sudah menikmatinya.
Chanyeol kepanasan, tangan kiri yang ia sanggakan ke tembok sontak membuka kancing kemeja Hyurin satu persatu sampai bawah dan langsung menerkam kulit dadanya rakus.
Tidak ada yang bisa Hyurin lakukan selain mendesah pelan dan medongak seraya menjambaki rambut Chanyeol. Walaupun vaginanya terasa sangat… entahlah Dia tidak mampu menggambarkannya, namun masih terasa sedikit ngilu yang membuatnya harus berjengit saking ngilunya setiap Chanyeol menghentakkan Juniornya ke dalam.
Bermenit – menit dilalu dengan Hyurin yang semakin pasrah dan Chanyeol yang semakin bersemangat saja.
Tiba – tiba kedua tangan Hyurin mencengkam kembali pundak Chanyeol membuat pria itu mengangkat wajahnya dan menatap Hyurin lamat – lamat.
“Aaaaahhhh–”
Hyurin mendesah keras sekarang, kakinya ingin rubuh saat Vaginanya sangat amat terasa tergelitik dan Hyurin tidak mampu menahannya. Dia menatap Chanyeol dengan mata yang sudah tidak lagi mengeluarkan air mata lalu membuka mulutnya menahan sesuatu tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
“Keluarkan saja,” Kata Chanyeol saat Hyurin pasti akan Orgasm lagi, Dia pun semakin menggerakan juniornya sangat cepat.
“Aah–hhuh–haahhh.. aaahh…”
Kepala Hyurin tertunduk persis di depan dada Chanyeol, terengah – engah hebat dengan kedua tangannya yang tergeletak di samping tubuhnya.
Bibirnya mengeluarkan erangan kecil saat tangan kanan Chanyeol menurunkan begitu saja kaki kirinya lalu mengeluarkan Juniornya padahal dirinya belum mencapai puncak.
Chanyeol mencium puncak kepala Hyurin lalu menurunkan kemejanya dengan kedua tangannya, tidak lupa melepaskan kaitan bra Hyurin dan menjatuhkannya ke lantai.
“Hyurin-ah..” Chanyeol memegangi kedua bahu Hyurin agar gadis itu mendongak menatapnya.
“Ayo hiduplah bersamaku,” Chanyeol berkata pelan dan Hyurin baru kali ini melihat wajah serius kekasihnya. Dan seperti magic, kepala Hyurin mengangguk pelan seperti terkena sihir seorang Park Chanyeol. Bibirnya masih sangat kaku untuk mengeluarkan sepatah kata pun.
Walaupun Chanyeol tidak begitu puas dengan jawaban Hyurin tapi dia tidak peduli lagi. Setelah mencium kilat bibir Hyurin Chanyeol mengangkat tubuh ringan Hyurin menuju tempat tidur kemudian menghempaskannya sambil berkata, “Aku tidak tau kau mencintaiku dengan tulus atau tidak tapi kau harus tau satu hal,” Chanyeol berkata dengan nafas memburu membuat Hyurin sedikit merasa takut, entah tenaga dari mana ia berhasil terduduk dan memundurkan tubuhnya sendiri sampai menabrak kepala ranjang.
“Chanyeol-ah, aku mencintaimu–” satu tangan Hyurin menahan dada Chanyeol saat pria itu merangkak mendekatinya dengan cara yang meyeramkan bagi Hyurin, “Aku, hanya..” Gadis itu tergagap, Mata Chanyeol sebegitu tajamnya menatapnya, “Hanya saja, ini terlalu cepat untukku. Bukankah–kita punya keinginan yang harus kita raih terlebih dahulu?”
Chanyeol menyingkirkan tangan Hyurin kemudian mencengkramnya ke tembok, “Aku hanya menginginkanmu,”
“Chanyeol, aku mohon..”
“Aku tidak bisa jika kau meninggalkanku, aku akan ikut pulang denganmu ke korea tiga hari lagi dan aku akan menikahimu,”
Tangan kanan Hyurin berusaha melepaskan tangan Chanyeol. Kata – katanya barusan membuat Hyurin tidak bisa berpikir dengan jernih. Apakah Chanyeol seserius ini padanya?
“Aku tidak sedang bercanda, Hyurin-ah..” Bukannya melepaskan cekalannya, Chanyeol justru menyeret kembali tubuh Hyurin agar terlentang di bawahnya, gadis itu sontak ingin menangis lagi. Hal yang membuatnya merinding adalah disaat Chanyeol menatapnya dari atas seperti ini.
“Lalu bagaimana dengan pelatihanmu?” Tanya Hyurin dengan suara bergetar, “Aku akan menunggumu menyelesaikannya, sungguh..”
Chanyeol lalu melepaskan kaos tanpa lengannya dan langsung memepetkan Hyurin lagi sampai terbenam di ranjang berbusa itu, Mengarahkan lagi Juniornya ke depan vagina Hyurin lalu merangsek masuk kembali dengan susah payah.
“Haah..hhh,” Hyurin merasakan kembali ngilu yang tadi ia rasakan, sepertinya Vaginanya masih belum menyesuaikan diri dengan baik. Otaknya kembali kacau balau, saat Chanyeol dengan tenaga super menaik turunkan tuhuhnya dengan menyangga tubuhnya dengan tangan yang ia letakan di samping kepala Hyurin.
“Ani.. aku akan meminta ayah agar pelatihanku dipindah di sana saja, sudah–aku–bilang, aku tidak bisa meninggalkanmu!”
“Aaahh.. hhuuhh.. haaahh, Chanyeol-ah!”
Hyurin membusungkan dadanya saat perkataan Chanyeol bersamaan dengan pergerakannya yang semakin membrutal. Melesakkan dengan kasar Juniornya sampai mengenai spot terdalam dan terpanas dari Vaginanya. Bukannya ngilu, justru Hyurin merasakan kenikmatan yang diluar akal sehatnya. Desahannya menderu selama bermenit – menit lamanya, tidak bisa mencerna kata – kata Chanyeol. Dia menyerah. Terserah Chanyeol akan melakukan apa, yang jelas Kini Hyurin tidak peduli lagi. Dia memiliki Chanyeol di dalam hidupnya, dan untuk apa dia menpersulit semuanya?
Baiklah jika itu kemauan Chanyeol, dia bersedia menikah dengannya. Lagipula dirinya juga sangat mencintai pria tampan itu.
“Fuck me right–hhh,” Hyurin berujar menahan kebas nan nikmat di kemaluannya, dia melihat Chanyeol tersenyum samar padanya lalu merengkuh lehernya dengan satu tangan kemudian mencium bibir Hyurin dengan sangat intens membuat gadis itu mendongak sempurna–tidak bisa bernapas dengan baik.
Setelah hyurin menyemburkan Cairannya, pada akhirnya Chanyeol akan mencapai klimaksnya. Pagutannya ia lepaskan kemudian mencengkram sprei yang sudah tidak berbentuk, dengan wajahnya yang sudah berkeringat Chanyeol melancarkan desahannya dengan tersenyum pada Hyurin saat menyemburkan spermanya kedalam rahim sampai tercecer ke luar dari vagina Hyurin.
Keduanya tersengal, Hyurin menyentuh pipi Chanyeol dengan tangan bergetar lalu menatapnya lekat, “Kau mau aku mencintaimu dengan benar?”
Chanyeol mengangguk.
“Aku akan melakukannya untukmu,” Hyurin berkata hampir berbisik, “Aku akan menemanimu disini, 3 bulan kedepan. Dan setelah itu ayo kita menikah,”
Chanyeol tersenyum penuh arti lalu mencium pelipis Hyurin dengan sejuta sayang di dalamnya, “Gomawo..”
Hyurin lantas mendorong dada Chanyeol sampai pria itu terduduk, kemudian dengan susah payah ikut mengangkat tubuhnya, “Aku ingin kau dibawahku,” Kata Hyurin sudah menjadi gila tapi membuat Chanyeol sangat amat bahagia. Dengan keikhlasan mencapai ubun – ubun, Chanyeol pun merebahkan dirinya sendiri lalu membantu hyurin memposisikan diri di atasnya.
“Apakah ini akan sakit?” Tanya Hyurin polos, tangannya masih memijat – mijat Junior Chanyeol seraya memposisikan vaginanya.
“Sepertinya tidak. Apakah tadi masih sakit?”
“A.n.i.yo..” Hyurin tertawa sangat mempesona di mata Chanyeol kemudian memasukkan Junior Chanyeol ke dalam vaginanya.
“Aaahh..” Chanyeol langsung mendesah sementara Hyurin sedang meringis kenikmatan membuat tangan Chanyeol menarik kedua tangan Hyurin agar merunduk mencium bibirnya.
“Ohh Chankaman, waah oh my god, Park Chanyeol! Harusnya kau memposisikanku seperti ini tadi, aahh–” Hyurin menyangga tubuhnya di samping kepala Chanyeol merasakan kenikmatan luar biasa, dia memutuskan tidak jadi dengan mencium pria itu karena nafasnya benar – benar akan terbagi.
“Kiss me..”
Hyurin menggelengkan kepalanya dengan wajah menggoda pada Chanyeol, “Kiss me..”
Hyurin tidak bergeming, melainkan semakin menaikturunkan tubuhnya, kedua tangan Chanyeol lantas meremas 2 gundukan kembar hyurin sedikit menariknya ke bawah. Dan pada akhirnya dia bisa mencapai bibir Hyurin lalu melumatnya.

TAMAT

Walaupum telat tapi masih dalam suasana ultanya ceye. Yeeee.. yaampun tadinya ini mau di post kemaren tapi belom kelar2. Wkwkwkwk. Semoga yg ini tambah panas hehehe. Maapin typo.

Selamat ulang tahun park Chanyeol. 🌟

 

 

copyright©2015

Advertisements

Author:

My world become so bright because of your Light Moves~

39 thoughts on “Love Me Right

  1. Hhhmm Chan mah nafsuan baru jg seminggu jadian udah macem” tp salut jg buat chan karena dia melakukannya atas dasar cinta dan mau tanggung jawab jg kalo aku sih dgn alasan seperti itu rela gantiin hyurin (lupa orangtua nih) 😊😊

    Liked by 1 person

  2. Keringetan, Chanyeol beh napsu banget..
    Bagus kak FF nya sukses bikin mikir kemana2 haha.. Gerah bacanya T.T
    Tambah semangat ya nulisnya kak, aku pembaca baru. Gomawo^^

    Liked by 1 person

  3. Ohtuhaaannkuhhh, perlu disiram air es biar gak kepanasan heerrrr.. gile thor si cahyo kejem amet, maksain banget. Cinta harus seks, waah cahyo minta di cipok nih,udah sama aku aja yok kalok sm hyurinnya gak mau 😂😂😂😂😂😂😂 ah agak ngeri sih cahyo kasar gtu mainnya tp pda akhirnya sama” menikmati ciyeee

    Duh pengen ya ada cowok yg bener” mencintai kita nya yg segitu nya, -minus mesum nya ya- *sokalim*😂😂😂😂😂 duh baper baper bapeeerrr

    Liked by 1 person

  4. biarpun hyunrin udah melas melas tetep aja dihajar ama chanyeol ehhh akhirnya malas ketagihan juga
    cinta udah membutakan segalanya

    Like

tinggalkan jejak PLEASE!!!!! >-o

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s