Posted in Family, Fluff, Nc 21, oneshot, Romance

Love Blossomed (Serendipity Chanyeol Ver.)

LB

Author : lightmover0488
Cast : Park Chanyeol & Yang Seoljin
Genre : Nc 21, Romance, Fluff
Lenght : Oneshot
Disclaimer : Hanya fiktif belaka. No plagiarism! Jadilah Penulis yang jujur dan bisa menciptakan Karya – karya indah dari Otak KALIAN sendiri.

===

= Love Blossomed =

Happy Reading

.

 

Seoljin terbangun dari tidurnya tepat pukul 10 malam dan itu membuat seluruh indra di sekujur tubuhnya kembali bekerja dengan sangat lambat. Kepalanya masih sangat berdenyut karena demam yang ia rasakan sejak 20 jam terakhir. Dia mengutuk partnernya yang sedang mendampingi istrinya melahirkan karena itu dirinya diharuskan meliput festival yang dinamakan Bangeo Festival di Moseulpohang Port yang tepatnya berada di Moseulpo, pulau jeju. Dan Sepertinya Seoljin terkena flu saat dirinya ikut serta dalam acara tersebut dengan menangkap Bangeo Fish atau ikan ekor kuning beramai – ramai dengan masyarakat disana karena festival musim gugur ini sudah terkenal di Korea selatan.
Sejak siang tadi setelah kembali lagi ke Seoul, Seoljin seperti tidak punya tenaga lagi untuk kembali ke kantor, apalagi untuk sekedar memberi tahu kekasihnya -Park Chanyeol- bahwa dia sudah kembali ke apartemen karena Chanyeol menghubunginya tepat 1 jam sekali seharian ini.

Drrttt drrttt

Ponsel Seoljin kembali bergetar untuk yang kepuluhan kalinya dan satu – satunya pria yang bisa melakukanya hanya Park Chanyeol. Pria yang amat dia sayangi.
“Ne..”
“YA! KENAPA KAU TIDAK BISA DIHUBUNGI! AKU SUDAH AKAN MENJEMPUTMU DI JEJU! KAU DIMANA SEKARANG!?”
Seoljin mengganti posisinya agar kepalanya menggantung di tepian ranjang bermaksud agar kepalanya mendapatkan banyak aliran oksigen.
“Chanyeol-ah, kau tidak perlu kesana. Aku sudah di apartemen..”
“Kenapa kau tidak memberitahuku! Ya! Kau pikir seharian ini aku tidak sibuk huh!? Apa susahnya memberiku pesan atau–”

Pip

Aigo, Seoljin merasakan telinganya benar – benar berdengung sampai membuat isi kepalanya seperti akan keluar. Memang benar dirinya dan Chanyeol sudan bertahun – tahun menjalin hubungan dan Seoljin masih tidak bisa mendengar ceramah panjang dari Chanyeol. Rasanya kekasihnya itu benar – benar cerewet, berbeda sekali dengan adiknya–Park Yeolhee yang sepertinya kalem – kalem saja.
Mata Seoljin tak sengaja melihat sebuah kalender yang tergantung di tembok kamarnya, ada bulatan berwarna merah yang menghiasi tanggal 27 yang ia tandai sendiri. Dan sialnya dia baru menyadarinya sedetik yang lalu bahwa besok adalah ulang tahun Chanyeol? Jinjja? Bagaimana bisa Seoljin tidak mengingatnya sama sekali? Ya ampun, lalu bagaimana ini? Dia tidak mempersiapkan apapun untuk Chanyeol.
Beberapa menit hening dan Seoljin mendapatkan sebuah ide. Dia pun mengangkat tubuhnya yang seperti bertambah sangat berat kemudian berjalan keluar kamar yang terasa sangat dingin. Semoga Chanyeol tidak kemari dalam waktu dekat ini karena dia sudah bertekad membuat kue tart sendiri. Sebenarnya Seoljin pernah membuat kue ulang tahun sebelumnya, tapi itu sudah 5 tahun yang lalu saat ulang tahun pernikahan Ibu dan Ayahnya. Semoga dia bisa membuatnya lagi.
Seoljin mengeluarkan bahan – bahannya yang sebenarnya sudah ia sediakan sebulan yang lalu karena waktu itu dia seperti terdorong untuk membelinya. Walaupun waktu itu Chanyeol harus mengomel padanya karena membeli bahan – bahan yang tidak penting.

Pip pip pip

Terdengar suara pintu apartemen di buka setelah Seoljin mematikan mixernya. Bahan dasar kue tartnya akhirnya selesai dengan sangat lambat menurut Seoljin karena dirinya bergerak terseok – seok kasana kemari. Tidak tau kenapa keringat dingin sudah mengucur di sekujur tubuhnya dan perutnya seperti berputar – putar.
“Seoljin-ah?”
Dari pintu depan, seorang Park Chanyeol benar – benar berlarian sampai matanya menemukan keberadaan Seoljin di dapur. Sedang duduk dengan dada yang naik turun menatapnya. Wajahnya pucat dengan berhiaskan mata yang sayu membuat Chanyeol seperti ingin berteriak heboh.
“Apa yang sedang kau lakukan,” Chanyeol melepaskan tangan panas Seoljin yang masih memegang mixer.
“Membuat kue,”
“Hah?”
“Untuk mu,”
Chanyeol yang sudah berpenampilan awut – awutan sontak berpikir dengan keras kemudian teringat sesuatu. Ah, apakah besok adalah ulang tahunya? Aigo, bahkan Chanyeol tidak ingat dengan tanggal lahirnya tersebut. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaan kepolisiannya yang lebih menyita sebagian dari pemikiranya itu.
Tanpa peduli dengan apa yang dikerjakan Seoljin, Chanyeol kemudian mengangkat tubuh kurus kekasihnya, “Chanyeol-ah.. aku belum selesai,” Protes Seoljin menendang – nendang kakinya ke udara agar Chanyeol menurunkannya.
“Apa yang kau lakukan 3 hari ini di jeju sampai sakit begini huh?”
“Tentu saja aku bekerja, kau tidak melihatku di televisi?”
Chanyeol menggeleng dengan tertawa bodoh kemudian merebahkan tubuh Seoljin ke sofa dekat dapur, “Apakah kau tidak kedinginan dengan pakaian tipismu itu? Ya ampun..”
“…”
“Kenapa kau selalu saja membuatku khawatir?”
“…”
“Bagaimana bisa kau tidak menjaga kesehatanmu sendiri? Apakah kau masih dalam masa dietmu?”
“…”
“Ya.. kau tidak perlu menurunkan lagi badanmu, lihat ini–bahkan kau tinggal tulang saja.. ini lihat–”
Chanyeol mencubit – cubit pelan lengan Seoljin yang masih terdiam dengan ceramah Chanyeol, gadis itu hanya memandangi kekasihnya yang sekarang sedang menangkupkan kedua telapak tangannya ke pipi Seoljin untuk mengecek suhu badannya mungkin.
“Kau sudah minum obat?”
Seoljin menggeleng, membuat Chanyeol kemudian berdiri dan berjalan menuju dapur lagi sambil melepaskan jaket kulit nya. Seoljin rasa Chanyeol mempunyai tubuh yang proporsional sekarang.
“Apakah pekerjaanmu sangat berat?” Tanya Seoljin terduduk di sofa sambil memperhatikan tingkah laku Chanyeol yang sedang mengambil kompresan.
“Kenapa?”
“Tubuhmu berotot,”
Chanyeol tertawa lebar kemudian berjalan lagi menuju Seoljin, “Benarkah? Bukankah aku sudah berotot sejak dulu?” Tangan Chanyeol berniat merebahkan tubuh Seoljin lagi tapi gadis itu justru memeluknya sangat erat, “Aku merindukanmu,”
“Kekekek. Nado..” Chanyeol mengelus surai kecoklatan Seoljin seraya menghirup aroma tubuh kekasihnya yang tidak bisa ia tolak dari indra penciumannya.
“Selamat ulang tahun–”
“Belum, Seoljin-ah.. masih 1 jam lagi,” Chanyeol merasakan perasaannya membuncah tiba – tiba karena Seoljin. Ini kali ke empatnya dia merayakan Ulang tahunnya bersama – sama dengan Seoljin dan lagi – lagi selalu berada di apartemen ini. Dan tahun inilah yang tidak seperti biasanya karena Seoljin belum menyiapkan apa – apa untuk Chanyeol.
“Baiklah aku akan menyelesaikan kue nya dulu,”
“Aniya.. biar aku saja,” Chanyeol melepaskan pelukanya kemudian mengecup kening Seoljin dengan sayang.
“Andwae. Bukankah kau yang sedang berulang tahun,”
Chanyeol berdecak sambil memaksa Seoljin agar berbaring, kemudian memasangkan kompresan ke dahi Seoljin yang panas, “Aku akan membuatkan kue yang sangat enak untukmu, kau diam saja disini..”
“Tapi–”
Chanyeol lalu mengecup bibir Seoljin 2 detik lamanya kemudian memamerkan deretan giginya yang rapi pada Seoljin, “I Love You..”
Kata itu lah yang membuat Seoljin selalu bergetar dibuatnya. Entah apa yang membuat suara Chanyeol selalu berbeda di telinganya saat dia mengatakan 3 kata indah itu–Seoljin tidak pernah bosan sama sekali.
Dan itu yang membuatnya semakin mencintai Chanyeol di setiap harinya. Pria yang sangat lembut walaupun pekerjaannya dituntut sangat kasar, Chanyeol yang akan menyusulnya sampai ujung dunia saat indranya tidak mendeteksi Seoljin kurang dari sejam saja dan Chanyeol yang selalu ceria sampai bisa menaikkan mood nya dengan drastis disaat apapun dan kapanpun. Yeah, Seoljin menyukai semuanya yang ada pada Park Chanyeol.
“Seoljin-ah?”

Hening.

“Kau tidur?” Chanyeol yang sedang menunggu kue yang sudah ia masukan kedalam oven tersadar bahwa Seoljin tidak lagi bersuara. Dia pun berjalan menuju sofa dan benar saja Seoljin sedang memejamkan matanya dengan wajah sangat damai. Setelah mengelus pipi Seoljin dengan menatap wajah tertidurnya Chanyeol kemudian berjalan lagi menuju dapur.

Bermenit – menit lagi dihabiskan Chanyeol dalam keheningan saat dia dalam proses mengoleskan krim putih nya pada Kue bundar yang tadi ia oven dengan hati – hati karena ini pertama kalinya ia membuat kue tart seperti ini. Chanyeol tidak tau kenapa Dia melakukan semua ini padahal bisa saja ia pergi keluar dan membeli kue tart nya di toko.
“Kau pasti sudah gila, Park Chanyeol..” Chanyeol menggumam sambil tersenyum – senyum, teringat bahwa tadi Seoljin seperti ingin sekali membuatkanya kue dalam keadaannya yang sedang sakit seperti itu. Chanyeol benar – benar sangat terharu sebenarnya.
‘Happy birthday, Chanyeol
Who loves Seoljin’
Begitu tulisan yang Chanyeol tulis di atas kue nya, walaupun hanya berhiaskan coklat batangan yang ia iris kecil – kecil dan 2 buah strawberry kesukaannya dan Seoljin, tapi Chanyeol sangat puas dengan hasilnya. Lebih tepatnya, Tulisan yang ia buat. Chaam~ betapa keren nya Chanyeol bisa terpikir kata – kata seperti itu. Bahkan dia tidak usai tersenyum – senyum sendiri dengan hasil karyanya itu.
“Seol–”
Chanyeol yang sudah akan membawa kuenya ke hadapan Seoljin teringat sesuatu lalu mencari sebuah lilin kecil yang pernah ia lihat di dalam lemari es? Sepertinya Chanyeol pernah melihatnya disana, aneh sekali. Mungkin Seoljin mengira kalau saja lilinnya bisa mencair jika terpapar udara luar.
“Seoljin-ah..” Chanyeol meletakkan kue tersebut di meja samping tubuh Seoljin terbaring kemudian melirik jam dinding yang sudah menunjukan pukul 00.55, “Seoljin..”
“Ng..”
Mata Seoljin terbuka setengah dan dia hanya bisa melihat wajah Chanyeol yang sedang menatapnya sangat dekat.
“Kue nya sudah jadi–tarraaa–”
Bola mata Seoljin lantas beralih pada sebuah kue sederhana buatan Chanyeol dengan 4 lilin diatasnya lalu terduduk sangat pelan.
“Kau membuatnya?”
“Tentu saja,” Chanyeol sangat bangga pada dirinya sendiri kemudian menaiki sofa dan duduk di belakang tubuh Seoljin agar Kekasihnya bisa bersandar di dadanya.
“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Chanyeol sambil mengambil kuenya dengan tangannya yang panjang.
“Sudah lebih baik,” Seoljin ingin tertawa bahagia sekarang, saat kedua tangan chanyeol dari belakang tubuhnya meletakkan kue itu ke hadapannya seolah dia lah yang berulang tahun.
“Ya.. apakah kau yang menulis ini?” Seoljin baru tersadar dengan tulisan Chanyeol menggunakan krim berwarna merah yang sedikit berantakan.
“Tentu saja, sayang..” Chanyeol mencium pipi Seoljin sambil tersenyum senang, sepertinya Seoljin menyukainya.
“Aku juga mencintaimu, Chanyeol. Selamat ulang tahun..” Seoljin bertepuk tangan meriah kemudian meniup lilin – lilinya sampai padam membuat Chanyeol langsung protes, “Ya! Kenapa kau meniupnya! Bukankah aku yang ulang tahun,”
“Aku lupaa. Posisi ini seperti aku lah yang berulang tahun. Ottokee maafkan aku. Ayo kita ulangi..”
“Ah.. sudahlah,” Chanyeol meletakkan kuenya kembali ke meja lalu memeluk Seoljin lebih erat dari sebelumnya, “Awalnya aku tidak tau kenapa aku hanya menaruh 4 lilin diatasnya,” Chanyeol berkata seperti berbisik di telinga Seoljin, “Tapi aku baru ingat, ini kali ke empatnya aku merayakan ulang tahunku bersamamu,”
“Ah.. kau benar,”
“Aku ingin tahun depan saat aku ulang tahun lagi, Kau sudah menjadi istriku..”
Jantung Seoljin seperti merosot dari tempatnya, membuat gelenyar aneh menggerayangi hatinya. Apakah kata – kata Chanyeol barusan..
“Menikahlah denganku,”

Lalu Hening.

Chanyeol kemudian melepaskan kedua tangannya dan membalik tubuh Seoljin sampai menghadapnya.
“Kenapa kau tidak menjawabku?”
Seoljin yang barusan seperti melayang di udara sontak terhenyak kaget saat tatapan mata Chanyeol seperti menembus sampai bola matanya. Jujur saja dia tidak pernah membayangkan Chanyeol akan berkata seperti itu padanya. Kata – kata itu terasa begitu sangat asing di telinganya. Mungkin karena selama 4 tahun ini Chanyeol sama sekali tidak menyinggung tentang pernikahan.
“Kau tidak mau?”
“A–aniya.. aku,”

Cup

Bibir Chanyeol sekarang menempel di permukaan bibir Seoljin yang kenyal dan hangat itu. Selama 4 tahun ini, sesuatu yang membuatnya seperti habis meminum minuman berenergi adalah Bibir Seoljin. Tidak ada bosan – bosannya Chanyeol menempeli, menyusuri sampai melumat bibir itu dan dia memutuskan tidak akan pernah bosan dengannya.
“Chanyeol-ah..” Seoljin memundurkan kepalanya saat lidah Chanyeol hampir berhasil memasuki mulutnya,” Kau serius?”
Chanyeol menghela nafasnya perlahan kemudin mengangguk pelan, sepertinya sudah waktunya dia mengikat Seoljin dengan tali pernikahan, walaupun masih ada sedikit keraguan yang bersarang di hatinya karena takut tidak bisa menjaga Seoljin dengan baik.
“Apakah kau mencintaiku?” Tanya Chanyeol pada Seoljin yang sekarang mengangguk, “Bahkan kau tidak pernah menyinggung tentang pernikahan selama 4 tahun ini. Aku pikir kau tidak akan menikahiku,”
Chanyeol merengkuh tubuh Seoljin lagi ke dalam pelukannya dengan gembira, “Sejak Jongin mengatakan bahwa Kau mungkin saja berpaling pada pria lain, aku sebenarnya selalu memikirkan hal ini..”
Seoljin tertawa mendengar penuturan Jujur Chanyeol, tiba – tiba dia langsung teringat cengiran jahil Jongin saat melihatnya menggandeng Chanyeol ke dalam ruang mempelai pria saat pernikahannya dengan Jaehyun.
“Hanya kau pria yang aku cintai di dalam hidupku, Chanyeol..”
“Benar kan. Aku juga bilang pada Jongin bahwa kau sangat mencintaiku,” Chanyeol terkekeh sambil semakin bersemangat memeluk tubuh Seoljin sampai gadis itu terjungkal ke belakang, “Terimakasih, ini adalah kado terindah yang pernah aku terima..” Chanyeol berujar dengan membenamkan wajahnya pada leher Seoljin, tidak lupa mengecupnya pelan tapi penuh gairah.
“Kau cukup dengan kado itu?”
“Tidak,” Chanyeol menjawabnya tidak lebih dari 0,1 detik, “Aku ingin kau menghadiahi tubuhmu juga,”
Seoljin tertawa cantik lalu membiarkan Chanyeol menindihnya, kedua tangannya melingkari leher Chanyeol sekaligus menatap wajah pria tampan itu dengan lekat, “Ya.. Kau bahkan belum menyematkan cincin berlian kepadaku kenapa aku harus menyerahkan tubuhku padamu, Tuan Park..”
Chanyeol kemudian tersenyum miring, lalu salah satu tangannya merogoh saku celana jeansnya, “Kemarikan tanganmu,”
Seoljin dengan bingung melepaskan salah satu tangannya. Dan seperti sedang bermimpi, Chanyeol sekarang sedang menyematkan sebuah cincin bertahtakan berlian mungil di tengahnya, “Aku membelinya saat jalan – jalan dengan si kembar 2 minggu yang lalu,”
“Yuan dan Yeeun?”
Chanyeol mengangguk, “Yuan menunjuk yang ini..”
Seoljin tertawa lagi membayangkan Bayi berumur 21 bulan memilihkan cincin untuk kekasihnya, dan selera Yuan benar – benar style nya sekali.
“Kau suka?”
“Ne.. terimakasih,”
Chanyeol lalu merunduk mengecupi dada Seoljin yang sejak tadi mengganggu pandangannya, gaun tidur Seoljin yang seperti lingerie itu benar – benar seperti menggodanya.
“Lakukan dengan benar,” Kata Seoljin mendongakkan diri agar Chanyeol lebih leluasa dengan aksinya. Kedua tangannya yang sudah gatal lantas melepaskan paksa gaun tipis itu sekaligus dengan bra berwarna hitam berenda milik Seoljin.
“Euhh–”
Chanyeol menurunkan bibirnya sampai menyentuh benda kenyal Seoljin yang sangat indah, sementara tangan kanannya menangkup pada payudara sebelah Kiri Seoljin lalu meremasnya lembut. Sepertinya suhu tubuh Seoljin menjadi semakin panas karena rangsangan yang Chanyeol berikan.
“Aah..”
Lenguhan yang semakin membuat Chanyeol lupa diri mendorongnya untuk melakukan hal lebih, setelah dia melepaskan kaosnya dan membuangnya sembarang tangannya langsung membuka paha Seoljin dan menindihnya lagi. Bibirnya langsung sibuk mencumbu bibir Seoljin dengan tangannya yang menggerayangi tubuh polos itu dengan penuh perasaan. Menyelusupkan kelima jarinya ke dalam celana dalam Seoljin dan mencari sesuatu yang sudah basah disana.
“Nghhh..” Seoljin yang terkaget sedikit menangkupkan pahanya lagi, kemudian membalas lumatan bibir Chanyeol saat dia berhasil mencuri oksigen di sekitarnya. Sepertinya Seoljin sudah ketagihan dengan benda kenyal indah milik chanyeol itu.
Mengesampingkan cumbuan bibir mereka, jari tengah beserta telunjuk Chanyeol kini membelai belahan vagina Seoljin seductive lalu menerobos masuk ke dalamnya.
“Yaa–hhh..”
Suara tercekat bercampur desahan Seoljin terdengar di telinga Chanyeol, kepalanya mendongak saat bibir Chanyeol menyapu permukaan lehernya. Sedangkan vaginanya benar – benar terasa sangat aneh–Geli bercampur dengan perih saat Jari Chanyeol semakin bergerak – gerak di dalamnya.
“Seoljin-ah kau panas sekali,” Kata Chanyeol diantara kegiatannya menghiasi seluruh kulit tubuh Seoljin menggunakan bibirnya.
“Aaahh.. Chanyeol-aahh..” Dengan sendirinya Seoljin melebarkan pahanya membuat Chanyeol semakin kegirangan, Dia sampai menambahkan 2 jarinya kemudian memasuk keluarkannya dengan cepat sampai menghasilkan bunyi aneh.
“Ige mwoyaa–hhh.. Chan–yeol..” Seoljin benar – benar speechles dengan kenikmatan yang sedang ia rasakan
“Mwoya?” Chanyeol mengangkat kepalanya memandangi wajah sexy Seoljin yang terengah.
“Aahh.. aku, uhhh–Chanyeol-ah..” Pinggul Seoljin bergetar hebat dibarengi cairan yang mengucur dari dalam vaginanya sampai membasahi jari – jari Chanyeol. Seoljin merasa melayang, tubuhnya menjadi semakin mendidih saat dia mencapai klimaks tadi dan itu membuatnya gila. Dia sungguh menginginkan lebih.
Sambil terengah tak beraturan Seoljin meremas rambut Chanyeol saat pria itu mengeluarkan jarinya lalu melepaskan celananya yang terasa sangat sesak. Dan benar saja, saat Seoljin tidak sengaja melihat ke bawah, Junior Chanyeol sudah berdiri tegak.
Seoljin bergidik ngeri, kemudian pura – pura tidak melihatnya, tangannya melingkari leher Chanyeol lagi dengan gugup tapi tidak ditunjukannya pada Chanyeol karena mungkin pria itu tidak akan jadi melakukanya.
“Seoljin-ah?”
“Ng?” Seoljin takut Chanyeol bisa mendengar degup jantungnya yang semakin menggila saat Chanyeol terus saja menciumi sisi lehernya.
“Apakah tidak apa – apa aku melakukanya?”
Seoljin mengangguk,” Lagipula kau juga akan menikahiku,” Seoljin tersenyum sambil menahan desahannya saat Chanyeol menggesekkan Juniornya pada belahan Vaginanya.
“Tentu saja. Bagaimana kalau musim semi tahun depan?” Chanyeol bertanya sambil berkonsentrasi memasukkan juniornya karena sepertinya dia salah memasukkannya karena Juniornya tidak juga berhasil masuk.
“Ooh! Chakaman–” Seoljin memohon agar diberikan kesiapan mental sedikit lagi.
“Wae?” Chanyeol mengangkat tubuhnya kemudian melirik bagian bawah Seoljin yang benar – benar sangat sempit. Chanyeol sepertinya harus berusaha lebih keras lagi, dia akhirnya mengangkat tubuh Seoljin menuju kamar terdekat agar lebih leluasa melakukannya.
“Apakah kau tidak mengantuk?” Tanya Seoljin di dalam gendongan Chanyeol, tadi dia tidak sengaja melirik jam dinding yang menunjukan angka 2.30 dini hari.
“Ya.. aku sedang sangat bersemangat sekarang,”
Semburat kemerahan tiba – tiba muncul di kedua pipi Seoljin, selama mereka berpacaran Chanyeol tidak pernah menyentuhnya sampai seperti ini maka dari itu Seoljin masih merasa aneh sekaligus malu dengan sentuhan primitif yang Chanyeol berikan padanya.
“Aku ingin saat pernikahan kita, semuanya dipenuhi dengan bunga tulip..” Kata Seoljin setelah Chanyeol merebahkannya ke ranjang
“Araseo, aku akan membawakanmu bunga tulip langsung dari belanda, 1 truk? 2 truk?” Chanyeol kemudian menindih tubuh Seoljin dengan tidak sabaran sambil mengecupi pipinya, Yang Seoljin adalah pecinta bunga tulip. Walaupun Chanyeol sering membawakan setangkai tiap bulannya tapi Seoljin masih saja ingin pergi ke taman nya di belanda.
“Are you ready?”
“Aniyo..”
“Kenapa vaginamu sempit sekali?”
“Molla..”
“Aku akan memasukkan jariku lagi agar kau tidak kesakitan,”
Seoljin lantas menangkupkan pahanya lagi, “Genchana, langsung saja..”
Chanyeol memposisikan diri dengan Juniornya yang masih mengeras hanya dengan melihat tubuh naked Seoljin. Kedua tangannya mencengkram kedua tangan Seoljin di samping kepala agar lebih nyaman dan leluasa.
“Eugghh..”
Seoljin tercekat saat Chanyeol mendorong Juniornya sebatas kepalanya saja, itu pun benar – benar dengan susah payah
“Sudah?”Β  Tanya Seojin saat Chanyeol hanya diam saja sambil memajang wajah sexy dengan mata terpejam seperti menikmati sesuatu.
“Ya.. ini hanya sepersepuluh yang sudah masuk,” Jawab Chanyeol asal sambil sedikit menggigit bibir bawahnya menahan nikmat. Ya.. ini baru sepersepuluh dari juniormu, Chanyeol! Semangat!
“Lakukan dengan cep–Aaaghhhk..”
Chanyeol semakin menggenggam tangan Seoljin seraya menahan desahannya. Wow.. Chanyeol seperti melayang di langit saat merasakan Juniornya sudah tertanam sempurna di dalam vagina Seoljin. Sementara gadis itu masih meringis kesakitan sambil berusaha menaikkan tubuhnya dengan membusungkan dadanya menahan perih. Apalagi saat Chanyeol mulai menggerakkannya naik turun. Tenanganya seperti menguap begitu saja sungguh.
“Aahh.. Seoljin-ah..” Chanyeol merunduk menyambar bibir Seoljin dengan tubuhnya yang masih naik turun dengan tempo sedang karena Juniornya sungguh seperti terjepit di dalam sana.
“Yahh.. ini baru kado yang luar biasa, Seoljin-ah? Kenapa dari tadi kau tidak bersuara?”
“Aku sedang menyesuaikan diri, bodoh. Kau pikir ini tidak sakit!”
“Hehehe. Apakah sakit sekali?”
Seoljin mengangguk sambil mengambil nafasnya saat Vaginanya sudah tidak karuan, sepertinya ada sesuatu yang tidak bisa ia tahan lagi. Keringatnya sampai bercucuran di sekujur tubuhnya.
“Aahhh.. uhhh–hh, astaga–hhahh..”
Chanyeol semakin menaik turunkan pinggulnya yang semakin lancar saja lantaran Orgasm Seoljin barusan, tidak hanya Chanyeol yang sudah merasakan puncak kenikmatannya, tetapi juga Seoljin. Vaginanya yang tadinya luar biasa perih sekarang berganti dengan rasa geli dan nikmat yang membuatnya ingin terus – menerus melakukannya lagi dan lagi. Lihat saja sekarang, pinggul Seoljin ikut menggerakkannya berlawanan dengan Chanyeol.
“Uuuhh..” Seoljin menuju puncaknya lagi membuat Junior Chanyeol ikut menyemburkan jutaan Spermanya membasahi vagina Seoljin. Saat Chanyeol mengeluarkan Juniornya karena ingin mencoba gaya lain, terlihat cairannya sampai menetes di sprei putih itu.
“Ahh…”
Seoljin menatap Chanyeol yang baru saja mendesah sambil memejamkan matanya. Baginya saat tubuh Chanyeol berkeringat seperti itu adalah yang tersexy yang pernah ia lihat.
“Seoljin-ah.. aku ingin kau memberiku bayi kembar seperti Yuan dan Yeeun,” Kata chanyeol tiba – tiba, lalu mengangkat kedua kaki Seoljin ke atas dengan saling menghimpit.
“Nghhh..”
Chanyeol memasukkan Juniornya lagi, kemudian ia keluarkan, lalu memasukkannya lagi, dan dikeluarkan lagi seperti mempermainkannya, “Bagaimana cara membuat anak kembar? Kenapa Baekhyun bisa melakukannya?” Entah pada siapa Chanyeol bertanya dengan masih memasuk keluarkan Juniornya, “Aku ingin mempunyai kembar 4 atau 5..”
Seoljin lantas terbahak mendengarnya dengan masih sambil ber “ahh” “ahh” ria karena tingkah aneh Chanyeol, “Kau akan cepat keriput mengurus 5 sekaligus,”

‘Wo o o.. hey hey hey, its gonna be alright right right. Wo o o hey hey hey–‘

Tiba – tiba saja suara dering ponsel Chanyeol bernyanyi dengan super kencangnya membuat kegiatan Chanyeol berhenti mendadak.
“Kau masih memakai ringtone AOA?”
“Kau yang memilihkannya,” Chanyeol mengeluarkan juniornya lalu menuruni ranjang dengan gontai, siapa tau itu berita penting dari Junmyeon.
“Benarkah? Aku pikir itu lagu yang bagus,”
“Yeah kau benar. Kau akan tambah sexyΒ  jika menari dengan lagu itu,” Chanyeol keluar kamar tanpa menutup pintu lalu beberapa detik kemudian memasukinya lagi dengan meletakkan ponselnya di depan wajahnya.
“Omo! Ya! Apa yang sedang kalian lakukan? Yuan-ah.. apakah kau terbangun?” Chanyeol berseru heboh saat Wajah adiknya-Yeolhee tergantikan dengan wajah Keponakannya dengan mata bulatnya yang selalu lucu.
“Ini Yeeun bukan Yuan,”
“Aah.. keurae,”
“Apakah kau baru selesai mandi? Dini hari begini?” Tanya Yeolhee dengan masih sibuk memposisikan Yeeun agar diam di pangkuannya, saat itulah Chanyeol melihat Byun Baekhyun sedang mendengkur di samping Yeolhee.
“Ani. Lalu kau? Kenapa kau meneleponku?”
“Ingin mengucapkan ulang tahun,”
Chanyeol mengangkat sudut bibirnya tak percaya membuat Yeeun tertawa sambil mengeluarkan suara, “Ma ma ma ma,” pada Chanyeol, “Dan kau membangunkan Yeeun untuk ini?”
“Ani.. Yeeun terbangun beberapa menit lalu dan itu membangunkanku juga Makannya aku langsung meneleponmu. Kau tidak sakit kan?”
“Tidak,” Chanyeol mulai berjalan menuju ranjang kemudian terduduk disana, “Aku akan mengunjungimu lusa,”
“Dan kau harus menemuiku, tidak hanya menemui Yuan dan Yeeun. Ayo kita pergi berempat,”
“Okay, adik kecilku. Kau mau kemana?” Tanya Chanyeol sambil memeletkan lidahnya menggoda Yeeun yang sedang tertawa menatapnya.
“Ayo ke–Ya! Kau sedang.. apa huh?!!” Mata Yeolhee menangkap manusia lain yang berada di sekitar Chanyeol, lalu menjauhkan layar ponselnya dari Yeeun yang membuat bibirnya langsung melengkung karena tidak lagi melihat wajah Chanyeol.
“Chanyeol! Itu siapa hah?”
“Kekasihku,” Chanyeol mengarahkan kameranya pada Seoljim yang langsung menutupi tubuh nakednya menggunakan selimut membuat Yeolhee benar – benar shock dibuatnya. Sementara Yeeun sudah berhasil menggapai Ponsel Yeolhee dan menaruhnya di tempat tidur.
“Kalian melakukannya?” Hanya suara Yeolhee yang terdengar melewati layar karena ponsel Yeolhee masih tengkurap pasca Yeeun yang memainkannya.
“Kami akan menikah,” Suara Seoljin terdengar bebarengan dengan wajah Yeolhee yang terlihat lagi kali ini benar – benar mengangkat ponselnya tinggi – tinggi.
“Chanyeol? Kau akan menikah?! Benarkah? Dan kau sudah mengambil keperawanan Seoljin Eonni? Aigoo.. semua laki – laki memang tidak sabaran,”
Chanyeol lantas terbahak sementara Seoljin tersipu malu.
“Tidak semuanya karena aku menikahimu dulu,” Tiba – tiba suara lain yang disinyalir suara parau Baekhyun terdengar di telinga Chanyeol dan Seoljin. Ternyata Baekhyun mendengarkan percakapan mereka sedari tadi hanya saja ia malas membuka matanya.
“Gezzz diam kau, Byun baekhyun! ini tidurkan Yeeun dulu,” Layar ponsel Chanyeol kembali menggelap lalu terdengar suara tangisan Yeeun. Setelah beberapa detik wajah Yeolhee kembali terpampang di layar sambil berkata, “Baiklah. Sepertinya aku sudah mengganggu kalian malam – malam. Aku akan meminta hadiahku besok, Chanyeol..”
“Ya.. bukankah aku yang ulang tahun!” Chanyeol protes membuat Seoljin mengetahui 1 hal bahwa Yeolhee kelihatannya sama – sama cerewet seperti Chanyeol.
“Ya.. bukankah yang ulang tahun yang memberi hadiah? Ah, pokoknya kau harus memberiku hadiah besok. Annyeong– saengil chukkae.. aku mencintaimu, Park chanyeol..” Setelah mencium layar ponselnya Yeolhee pun mematikan sambungannya membuat suasana kamar Seoljin langsung hening.
Chanyeol pun membuang ponselnya sembarang lalu menatap Seoljin yang berada di sampingnya, memeluk tubuh ramping Seoljin dengan kedua tangannya erat lalu mengguling – gulingkannya dengan gemas. Dia sepertinya tidak akan ragu lagi menikahi Seoljin. Kenyataan bahwa Adiknya terlihat sangat bahagia melewati setiap momen di kehidupan rumah tangganya membuat Chanyeol juga ingin merasakannya. Dia ingin menjadi Pria sejati yang diwajibkan menjaga serta melindungi pasangan seumur hidupnya itu. Chanyeol ingin jirih payahnya bisa menjadi nafkah yang berguna bagi pasanganya kelak. Dan Chanyeol ingin.. Menempuh kehidupan barunya bersama orang yang ia cintai.

 

END

Maapin banyak keurangan. Soalnya bikinnya ga dipikirin dulu.
Selamat ulang tahun bebeh ceye~ mumumu πŸŽ‚πŸŽ‚πŸŽ‚πŸŽ‚

Advertisements

Author:

My world become so bright because of your Light Moves~

49 thoughts on “Love Blossomed (Serendipity Chanyeol Ver.)

  1. Bikin sequel ini tanpa dipikirin dulu tapi hasilnya bisa keren beginih…. alurnya jelas dan untuk nc-nya cukuplah kalau buat park chan, beda lagi kalau nc buat beha. Wkwkwk..

    Like

  2. aku gk kuat baca ini.. ugh full NC… serendipity mah isinya NC ya jd udh gk kaget hihihi .gk
    Keep writing and hwaiting thor!~

    Like

  3. Chanyeol sama seoljin so sweet :v
    Tapi chanyeol ga kira kira minta anaknya masa kembar 4 atau 5 , Yeolhee aja yang kembar 2 repot ngurusin apalagi kembar 4 atau 5 =;(

    Like

  4. Hhhmma channie oppa memang luar biasa, sempurna, penyayang, perhatian, wlaupun cerewet, overprotective aku suka semua yg ada pada chan oppa.. perfect.. pengen gantiin seoljin 😳😳😳

    Liked by 1 person

  5. chanyeol hadiahnya kebanyakan ehhh keenakkan maksudnya hahahahaha
    segeralah menikah apalagi mau kembar 5 usahanya harus lebih gas pollll wkwkwkwkwk

    Like

  6. kyaaaa saengil chukkae chan. uuuh sosweet banget si chan yg bikin kue. akhirnya serendipity upload lagiii. lumayan hot laaah chukkae chanyeol. keep writing! ^^

    Like

  7. Eheeeeem chanyeol gak sabaran banget daaah. Boleh dong eon ntar keluar edisi chanyeol-seoljin pas nikah ato pasca nikah wkwkw
    Haa kangen sama baek-yeol. Bikin ttg mereka lagi dong eon hehe *maapin ini mah reader banyak maunya* πŸ˜†
    Wkwk
    Ditunggu ya eon ff nyaaa

    Liked by 1 person

  8. yahh coba chanyeol melakukan “itu” kalo udh nikah jadi kan lebih nyaman.. klo boleh bilang nihh thor agak kurang hot.. sedikit coba di kasih gaya lainn..
    haha maap yadong nya kumat

    Like

tinggalkan jejak PLEASE!!!!! >-o

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s