Posted in Chaptered, Nc 21, Romance, Sad, Sex

Bitter Sweet Chapter 3

bs10

Author : Lightmover0488

Main cast : Byun Baekhyun, Kai, Min Yeorin / Rachel

Support cast : Kim Jongdae, Wu Yifan, Luhan, Heeseul, Lu Seulbi

Genre : Romance, NC 21 (youre still under 18 y.o? just stand back plz^^), Fluff

Disclaimer: Cerita ini murni buatanku^^ jangan di contoh ya πŸ™‚

Prev : play on me , chapter 1 , chapter 2

Chapter 3

 

======== Bitter Sweet ============

 

 

Happy reading!

 

“Heeseul-ah, temani aku makan,” Kata yeorin saat mereka keluar dari kampus sore itu.
Heeseul yang bahkan baru makan siang 3 jam lalu keheranan, “Kau lapar lagi?”
Yeorin mengangguk, “Pembimbingku merevisi banyak sekali, aku pusing–”
“Baiklah, kau mau makan apa?”
“Red velvet dan buble tea,”
“Baiklah kita ke cafe biasa saja,” Kata heeseul seraya membuka pintu mobilnya.

“Apakah 2 pria itu sudah jarang ke apartemen?” Tanya heeseul saat dirinya sudah menjalankan mobilnya ke jalanan seoul yang sesikit lenggang.
“Ne, sudah dua bulanan mereka jarang ke apartemen. Paling hanya ke apartemen untuk tidur, paginya sudah pergi lagi,”
“Hidupmu benar – benar aneh,” Heeseul berdecak. Bagaimana bisa mereka hidup hanya untuk memenuhi nafsu saja. Dan lihatlah sekarang? Bahkan mereka membuang yeorin begitu saja di apartemen.

“Kau tidak mencintainya kan?” Lanjut heeseul tanpa melihat yeorin yang sedang sibuk dengan ponselnya.
“Aku..” yeorin menolehkan kepalanya menatap wajah heeseul, “Entahlah, aku sering memikirkan baekhyun akhir – akhir ini..” Yeorin berhenti sejenak,
“aku merindukannya–”

“Tuan byun, saya sudah menemukan dimana wanita yang dibeli baekhyun tinggal,”
Kata yifan membungkuk pada pria paruh baya yang semakin keriput saja.
Yifan menyerahkan sebuah map tapi tangan jungsoo buru – buru terangkat, “Bacakan saja, aku tidak mau pusing membacanya,”
Yifan menurut, dia menutup map tersebut dan bicara, “Setelah membeli wanita itu baekhyun membelikannya apartemen mewah di apgujeong tuan,” Yifan melirik sedikit jungsoo yang masih mendengarkannya, kemudian melanjutkan, “Nama gadis itu Min yeorin, ayahnya lah yang menjualnya pada bar tersebut karena terbelit hutang dan dia dipecat dari pekerjaannya, sementara ibunya kabur 4 bulanan yang lalu, Baekhyun dan kim jongin sendiri memakai wanita itu untuk yang pertama kalinya dan langsung membelinya tuan,”

Jungsoo menyodorkan tangannya, yifan yang mengerti memberikan beberapa lembar foto kepadanya.
Jungsoo masih berekspresi datar saat melihat yeorin sedang berjalan sendirian menuju apartemen yang disebutkan yifan tadi.
“Siapkan saja pertemuan dengan keluarga lu, kita akan mempercepat pertunangannya,”
Yifan membungkuk, “Ne,”

“Kau tau kan kalau kau akan segera bertunangan dengan lu seubi?” Tanya Byun jungsoo saat makan malam yang seperti biasa hanya ada dirinya, Istrinya dan baekhyun.
Baekhyun segera berhenti dari kegiatan mengunyah makanannya, “Ne,” Dia menjawab santai.
Jungsoo keheranan, bukankah baekhyun membeli seorang pelacur karena dia mencintainya? Ataukah… Baekhyun hanya mempermainkannya? Kenapa dia begitu membayar mahal jalang itu? Apa yang sedang baekhyun pikirkan sebenarnya?
Jungsoo sibuk dengan pikirannya sendiri, membuat kepalanya berdenyut. Ny Byun yang sudah mengetahuinya menepuk punggung tangan Suaminya.
“Baekhyun, kenapa kau membeli seorang wanita jalang semahal itu?!” Ny Byun yang memang bersifat tidak bisa menyimpan rasa penasarannya akhirnya bertanya frontal.

Baekhyun tersedak daging ayam yang hendak ia telan. Dia memandangi kedua orang tuanya sambil masih terbatuk – batuk.
“Ka-kalian mengetahuinya?”
“Tidak seharusnya kau berlaku seperti itu baekhyun!” Marah Ny. Byun
“Tapi ibu.. itu tidak seberapa. Aku hanya ingin bermain dengannya,”
“Kau bisa bermain – main di bar dengan wanita jalang lain,” Kali ini tuan byun yang bicara. Baekhyun di kursinya mendengus, kenapa hanya masalah kecil seperti ini dirinya harus mendapatkan ceramah malam seperti ini.

“Sudahlah ayah, toh aku tidak membuat kesalahan yang fatal. Aku akan bekerja dengan giat setelah ini dan menghasilkan uang!”
“Kalau jalang itu sampai hamil, itu sudah kesalahan fatal namanya!”
“Dia tidak akan hamil, ibu!”
“Kau akan langsung menikah saja dengan seulbi 2 minggu lagi,”
“Tidakkah kau terburu -buru, Bu?”
“Ini demi masa depanmu! Kau akan menggantikan ayahmu sebulan lagi,” Suara Ny byun meninggi, tidak habis pikir dengan anaknya yang susah diatur,
“Tinggalkan wanita jalang itu!” Tambahnya menatap tajam baekhyun.
“Besok kita akan menjamu keluarga lu, kau harus mempersiapkan dirimu,” Ujar Tuan byun seraya memijiti pelipisnya, menahan emosinya agar tekanan darah tingginya tidak kumat lagi.
Baekhyun meletakkan garpu dan sendoknya dan meninggalkan meja makan tanpa sepatah katapun.

Yeorin berjalan keluar dari ruang bimbingan dengan lemas. Wajahnya pucat dan keringat dingin terus saja keluar membasahi keningnya.
Sejak pagi badannya memang sedikit tidak enak, apalagi saat bangun tidur perutnya sangat mual hingga sempat memuntahkan isi lambungnya.

Dia ingin istirahat di apartemen tapi tugas akhirnya harus diselesaikan hari ini karena pembimbingnya akan pergi ke jeju selama seminggu.
Gadis itu mengeluarkan ponselnya, berniat menghubungi heeseul. Dan beruntung sosok sahabatnya itu terlihat sedang berjalan kearahnya sekarang.
“Kau sudah selesai?” Tanya heeseul seraya memasukan buku – bukunya ke dalam tas gendongnya.
“Ne..”
“Apakah kau sakit?”
“Entahlah,”
“Kau sudah makan siang?”
“Aku tidak nafsu makan,”
“Tumben. Ayo ke cafeku,”

Sebenarnya yeorin ingin menolak karena dirinya lebih baik istirahat di apartemen saja. Tapi berhubung baekhyun dan kai sepertinya tidak akan kesana, ia lebih baik ikut heeseul ke cafenya. Apakah kalian tau? Betapa dirinya hampir mati kesepian jika hanya dirinyalah yang ada di apartemen. Dia merasa seperti tahanan saja.

“Ogungie?”
Baekhyun tiba – tiba saja menghentikan aktifitasnya yang sedang menyiapkan bahan untuk presentasi nanti sore. Kepalanya menoleh ke arah pintu dan menemukan seorang gadis yang sedang melongokkan kepalanya.
Baekhyun nampak tidak asing saat meliat wajah gadis itu.Tunggu– dia memanggilnya siapa? O-Ogungie? Ya tuhan, itu nama panggilan kecilnya yang sangat memalukan.
“Kau tidak akan mempersilahkanku masuk?”
Baekhyun kembali terlonjak kaget karena sempat berpikir keras tadi.
“Masuklah,” Ujarnya setelah memasang wajah datar.
“Jangan bilang kau tidak mengingatku!”
Gadis itu memajukan bibirnya sangat imut, membuat lampu yang ada di atas kepala baekhyun menyala. Ah! Dia ingat sekarang. Dia adalah Lu seulbi!

“Ck! Aku hanya mengingat wajah cemberutmu,”
Seulbi tertawa cantik kemudian berjalan kedepan meja baekhyun.
“Aku benar kan, kau tidak tumbuh dengan tinggi,” Kata seulbi mengejek, membuat baekhyun berdiri dan menjinjitkan kakinya.
“Sembarangan! Aku lebih tinggi dari padamu-lihat–”
“Dan kau masih kekanakan ternyata,”
“YAAAK!”
Seulbi terbahak dan mundur selangkah karena baekhyun sudah akan menjitaknya.
“Bahkan kau masih saja suka menjitaki kepala orang,”
Baekhyun berdecak, “Kau masih sangat menyebalkan!”
“Hehehe. Kau sudah makan siang?”
Baekhyun menggeleng kemudian mengambil jas kerjanya yang tersampir di sandaran kursi, “Ayo kita makan,”
Seulbi tersenyum sumringah kemudian melingkarkan tanganya pada lengan baekhyun.

“Ogung-ah, pipimu sudah tidak tembem,”
“Jangan memanggilku seperti itu! Ishh kau membuatku malu!”
Seulbi tertawa lebar, sangat menyukai baekhyun yang sedang merajuk.
Dulu Dirinya dan baekhyun memang sempat menjadi teman kecil karena rumah mereka bertetangga.
Awalnya mereka tidak saling kenal karena seulbi yang pindahan dari china memang tidak bisa berkomunikasi dengan orang di sekitarnya, maka dari itu setiap hari baekhyun mengajarinya hangeul.

Saat itu mereka berumur 8 tahun, walapun baekhyun juga masih belajar membaca dan menulis, tapi seulbi menyukainya. Baekhyun akan bertanya pada orang tuanya dan setelah itu dia mengajarkannya pada seulbi.
Karena itulah mereka berdua menjadi dekat.

“Kapan kau kekorea?” Tanya baekhyun setelah tadi memesan makanan di salah satu restoran di sekitaran kantornya.
“Tadi pagi,”
“Ayah ibumu?”
“Ayah dan ibu akan menyusul nanti,”
Kata seulbi tak bosan menatap wajah baekhyun yang tambah tampan saja.. lihat saja rahangnya itu, dan hidungnya, bibirnya.. matanya– Sepertinya seulbi sudah gila.
Dia menampik segala pikiran anehnya dan berkata, “Aku masih tidak menyangka akan menikah dengan mu, ogungie–”
“Yeah, begitu juga denganku, Luseul!”
“Aish–Aku geli mendengar panggilan itu!”
Baekhyun tersenyum miring, “Aku akan berhenti jika kau berhenti memanggilku ogungie,”
Seulbi berdecak kemudian meminum air putihnya banyak – banyak. Ternyata baekhyun masih ingat panggilan absurbnya saat kecil.
Baekhyun ditempatnya tersenyum tertahan, gadis cilik yang dia sukai karena keimutannya itu sudah berubah menjadi gadis yang cantik dan dewasa? Bukan–Wajahnya saja yang dewasa, baekhyun berpikiran mungkin sifat seulbi juga masih kekanakan seperti dulu. Yeah, sama denganmu byun baekhyun!


Nafas yang berhembus di puncak kepala yeorin membuatnya terganggu. Ia masih sangat mengantuk sehabis mengerjakan revisian tugas akhirnya sampai larut malam.
Yeorin terpaksa membuka matanya karena penasaran siapa yang tidur disebelah kirinya sambil melingkarkan tangan pada perut ratanya. Mata yeorin hampir saja melompat keluar saat melihat siapa pria tersebut, “Baek-baekhyun?” Ia refleks memekik sampai membangunkan baekhyun karena sungguh dia sangat terkejut tadi, bahkan jantungnya sekarang tertalu – talu tidak nyaman.
Baekhyun membuka matanya sebentar karena pekikan yeorin tapi ia malah merapatkan badannya semakin memeluk gadis itu dan memejamkan matanya kembali.

“Baekhyun, aku ingin mandi,” Yeorin beralasan agar baekhyun melepaskan pelukannya. Tapi bukan baekhyun namanya jika ia langsung menuruti kemauan yeorin.
Baekhyun masih tidak bergerak dari tempatnya, membuat yeorin sudah panik sendiri, dia terus saja meronta minta dilepaskan tapi telinga baekhyun seperti tuli, ia sama sekali tidak mengindahkan teriakan yeorin.
Gadis itu masih menggeliat – menggeliat sampai akhirnya ia sadar bahwa kedua kaki nya terikat pada ujung ranjang.
“Baekhyun, apa- apa yang kau lakukan? Ini.. ini apa?”
“Kau bisa tenang tidak?” Baekhyun berbisik ditelinga yeorin membuat yeorin merinding, bahkan bisikan baekhyun lebih menakutkan dari bentakannya.

“Aku sedang mengumpulkan tenaga sebelum menikmati tubuh indahmu, bukankah kau merindukanku?”
Yeorin dengan susah payah menelan ludahnya yang terasa pahit. Sudah lama ia tidak disentuh baekhyun. Dan jujur, dia merindukan sentuhan pria itu tapi saat baekhyun sudah berada di hadapannya, ada perasaan takut yang menyeruak di dalam hatinya siapa tau baekhyun melakukan hal kasar lagi terhadapnya.

Beberapa menit kemudian Baekhyun bangkit dari tidurnya dan berjalan mengambil tali yang sepertinya sudah ia sediakan diatas nakas yang ada disebelah ranjang.
“Baekhyun.. apa yang akan kau lakukan?!” Yeorin menatap ngeri baekhyun, dia masih berusaha meronta karena ikatan di kedua kakinya.
Setelah melepas piyama selutut dan bra milik yeorin baekhyun menarik tangan kanan gadis itu dan diikatnya ke tiang ranjang dengan tali yang tadi di ambilnya.
“Jangan lakukan ini..” tangan kiri Yeorin mencegah pergerakan baekhyun yang akan mengikat tangan kanannya.

Plaaak

Sebuah tamparan mendarat mulus dipipi kiri yeorin.
“Diam atau kau akan mendapatkan yang lebih buruk dari ini!”
Yeorin langsung terkesiap merasakan panas dipipi kirinya. Ia ingin berteriak meminta pertolongan tapi siapa yang akan menolongnya, satu – satunya orang yang bisa hanya kai, tapi kai juga sudah lama tidak kesini.

Tiba – tiba dia ingin menangis, kenapa hidupnya menjadi seperti ini.
Belum selesai dia meratapi hidupnya, entah bagaimana bibir baekhyun sudah menyesap bibirnya dengan kasar, kedua tangannya meremas kedua gundukan yeorin tanpa mengindahkan teriakan tertahan gadis itu.
Selama beberapa menit bibir baekhyun menyusuri rahang yeorin, leher, dada, payudara dan terus sampai perutnya. Tangannya kini melepas celana dalam yeorin dan langsung menggigit clit-nya.

Yeorin menggigiti bibir bawahnya agar tidak berteriak, usahanya untuk melepaskan kedua tangannya berangsur sirna karena itu malah semakin membuat pergelangan tangannya terasa perih.
Setelah baekhyun melepaskan semua perlindungannya, tubuhnya segera menindih tubuh yeorin dan tangannya membuka laci nakas samping tempat tidur.
Bibirnya kemudian menyambar lagi leher yeorin, menggigitinya dan menyesap – nyesapnya seperti ingin menyedot darahnya.
“Aaakhhh.”
Mata yeorin terbelalak saat vaginanya dimasuki sebuah dildo yang cukup besar dan panjang, membuat sekujur tubuhnya seperti disetrum sesuatu.
“Baekhyun.. AAAAAHH–”
Dildo tadi bergerak – gerak maju mundur di dalam vaginanya. Yeorin semakin gencar melepaskan diri dari tali yang mengikatnya, sedangkan baekhyun sekarang bermain dengan kedua payudaranya, menjepit putingnya dengan telunjuk dan jempolnya sedangkan bibirnya masih sibuk dengan leher yeorin.
Dildo yang mulanya bergerak perlahan sekarang semakin cepat menggenjot vaginanya, yeorin semakin kalang kabut, dia sudah berteriak sedari tadiΒ  agar baekhyun mau melepaskannya tapi dia malah semakin mengasarinya.

“Biarkan aku berpuas – puas menyiksamu karena aku akan menikah sebentar lagi,” Kata baekhyun menumpu tubuhnya menggunakan kedua lututnya diatas perut yeorin.
“Mmmhhh–aaaaakhh–”
Yeorin tidak sempat menarik napasnya, sex toys milik baekhyun semakin cepat di dalam vaginanya. Tubuh yeorin banjir keringat saat dildo sialan itu membuatnya berkali – kali orgasm, jantungnya berpacu sangat cepat.
“Aku.. mohon..hentikan..” Dia memohon dengan nafas tersengal, yeorin mendengar apa yang barusan baekhyun katakan tapi terlalu lelah untuk berkomentar dan berpikir.
Apakah baekhyun akan meninggalkannya begitu saja setelah dia menikah?
Air mata yeorin tanpa sadar mengalir di kedua pipinya yang memerah. Kenapa hatinya terasa sangat ngilu mendengar baekhyun akan segera menikah.
Kau tidak perlu mengharapkan pria brengsek macam baekhyun, yeorin! Hentikan perasaanmu padanya!
Suara lain yeorin terdengar di dalam otaknya sendiri seolah menyadarkannya. Tapi air matanya semakin mengalir deras seolah tidak sependapat dengan seruan tersebut.
Entahlah, yeorin ingin bersama baekhyun tapi tidak dengan cara seperti ini.

“Kenapa kau melakukan semua ini padaku?!” Yeorin menahan kuat agar tidak menjerit karena dildonya.
Baekhyun tersenyum miring, “Molla.. aku hanya ingin menyiksamu,”
Bibir baekhyun menyambar bibir yeorin dan melumatnya kasar, tapi gadis itu memiringkan kepalanya sampai pagutannya terlepas, “Lebih baik kau… membunuhku–aaahhh!”
Pinggul yeorin dengan otomatis menggeliat saat dirinya mencapai puncak lagi. Kenapa perutnya menjadi nyeri di bagian bawah.
“Ouh.. tidak bisa, kau sudah aku bayar sangat amat mahal. Jadi kau tidak akan mati begitu saja, Baby..”
Baekhyun yang kesal karena pemberontakan yeorin barusan kini melepaskan dildo dengan semena – mena kemudian memasukan juniornya sendiri sampai yeorin menjerit kesakitan.
Bibirnya membungkam lagi bibir yeorin dan langsung menggigit bibirnya saat yeorin menutup akses ke dalam rongga mulutnya.
Dengan kekuatan penuh, kedua tangannya ia tarik kuat – kuat siapa tau akan terlepas, tapi tetap saja tali itu tidak terlepas dari tangannya, dia semakin menjerit tertahan dan manangis kencang.
Junior baekhyun ternyata lebih sakit daripada dildo 18 cm tadi. Tubuhnya langsung lemas seketika saat perutnya lagi – lagi sangat nyeri di bagian bawahnya.
“Mmmpphh..”
Sepertinya yeorin akan pingsan sebentar lagi, kepalanya sangat pusing. Dan kenapa cairan cumnya seperti keluar terus menerus.
Beberapa menit kemudian baekhyun melepaskan ciumannya karena akan mencapai puncak.

Ekor matanya tidak sengaja melihat kebawah tubuh yeorin yang sudah terkulai lemas dibawahnya, dia terkejut bukan main saat sprei nya sudah berlumuran darah yeorin.
Baekhyun segera melepaskan kontak tubuhnya dengan yeorin dan benar saja juniornya juga berlumuran darah.
“Ra–Rachel-ah… kau..” Baekhyun tercekat, sedangkan yeorin sudah tidak karuan di tempatnya, matanya sudah setengah tertutup.
Hening

Beberapa saat hening sampai pintu kamar terbuka, “Yeorin-ah…”
Kai berdiri di ambang pintu dengan terkejut, dijatuhkannya begitu saja jas yang sedari tadi di genggaman tangannya. Dia tercengang melihat keadaan yeorin.
“APA YANG KAU LAKUKAN!!”

To be continued

ANJIRRR MAAP! SUNGGUH KENAPA BEKHYUN DI NISTAIN DI CHAPTER INI HAHAHHAHAHAHAHAHAHA! *KETAWA SETAN*

aku ketik ini cuman 2 jam. Maklumin kalo feelnya ga dapet.. chap selanjutnya diusahakan lebih menggambarkan perasaannnnn.. *ciye*

MAAP BUAT TYPO T____T karena manusia tak luput dari kesalahan.
*ngeles*

Advertisements

Author:

My world become so bright because of your Light Moves~

420 thoughts on “Bitter Sweet Chapter 3

  1. Please itu anak siapa….πŸ˜₯πŸ€”

    Baek jahat bgt sama yeorin tau tau ntar malahan jatuh cintrong sama yeorin… dasar baek 😫😫

    Like

  2. ya ampun kasian yeorin jadi pelampiasan baekhyun πŸ˜‚ tapi entah knp aq suka klo baekhyun yg melakukan.a πŸ˜€ jgn” yeorin hamil terus keguguran ??
    andwe baekhyun gak boleh menikah..

    Like

tinggalkan jejak PLEASE!!!!! >-o

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s