Posted in Chaptered, Nc 21, PG 17, Romance

Serendipity Chapter 3 : The Truth

IMG-20150430-WA0010

Author : lightmover0488

Main Cast : Byun Baekhyun, Park Yeolhee, Kim Jongin

Support cast : Tao, Do Kyungsoo

Genre : Fluff, Romance, PG 17

Lenght : Chaptered

Disclaimers : Don’t be plagiarism. This story is mine.

prev : Chapter 1 , Chapter 2

 
continued reading

enjoy!

CHAPTER 3 : The Truth

 

Baekhyun menatap Yeolhee dibawahnya dengan wajah yang menyeramkan, membuat tubuhnya semakin menggeliat lagi minta dilepaskan, “Sebenarnya ada apa dengan—Mpphh—“

Baekhyun langsung menyambar bibir yeolhee, membuat gadis yang ada di bawahnya membelalakan matanya. Semakin dia memberontak melepaskan diri, bibir baekhyun semakin menyesap – nyesapnya kasar. Baekhyun memiringkan kepalanya agar leluasa menikmati bibir plum yeolhee yang sangat manis menurutnya.

Yeolhee memekik saat baekhyun menelusupkan lidahnya masuk, membuatnya semakin hilang kendali. Yeolhee merasakan tangan baekhyun bergerak mengelus lengannya, bibirnya pun turun menciumi rahang yeolhee.

“Baek—hh“ Yeolhee megap – megap kehabisan pasokan oksigen, tangannya yang bebas mencegah tangan baekhyun yang sedang bergerilya di tubuhnya tapi hal itu tidak membuat baekhyun berhenti, bibirnya masih saja mengecupi leher yeolhee yang terekspos.

“Baekhyun hentikan!”

Baekhyun masih dengan kegiatannya.

“Baekhyun!!”

Baekhyun semakin gila saat Yeolhee memanggil namanya, dihisapnya cerukan leher mulus yeolhee sampai kemerahan.

“Hikss..”

Baekhyun seperti tuli, bibirnya berpindah kembali menyambar bibir yeolhee yang sekarang jauh lebih menggoda dari sebelumnya—menurut baekhyun. Melumatnya penuh gairah, menghisapnya penuh nafsu, tapi Yeolhee segera mengatupkan rapat – rapat mulutnya saat lidah baekhyun memaksanya masuk lagi. Hal itu membuat baekhyun langsung melepaskan ciumannya dengan wajah tidak suka.

“Berhenti menangis,”

“Hiks..”

Baekhyun perlahan menjauhkan diri dari yeolhee dan disambarnya jas kantorannya yang tergeletak di sisi tempat tidur , “Tidurlah, aku akan tidur di sofa!” Katanya dingin kemudian berjalan menuju sofa yang bertengger di sisi kamar hotel.

 

Yeolhee Pov

 

Aku masih terisak tanpa suara sepeninggal baekhyun yang tidur di sofa, kutarik selimut tebal sampai menutupi kepalaku. Aku merasa takut pada baekhyun sekarang, rasanya ingin kabur dari sini dan tidur di rumah dengan nyenyak.

Ah, aku akan menyuruh chanyeol menjemputku!

Aku hendak bangun dari posisiku tapi tiba – tiba aku teringat kalau ponselku masih ada pada Baekhyun. Ya ampun, kesalahan apa yang aku perbuat hingga aku mengalami hal seperti ini.

Wajah menyeramkan baekhyun saat mengatakan ‘Apakah kekasihmu yang menelepon?’ itu membuat bulu romaku berdiri. Kenapa baekhyun bisa marah padahal tadi juga aku tidak keras – keras saat berbicara dengan jongin di telepon.

Dan lagi, aku pikir baekhyun sudah berjanji tidak akan mencampuri urusanku! Kalian ingat kan? Baekhyun berjanji seperti itu padaku! Tapi sikapnya tadi seolah – olah menangkap basah diriku sedang berselingkuh dengan pria lain. Itu artinya dia ingin mencampuri urusanku.

Ah, rasanya hidupku semakin rumit saja. Kenapa aku harus menikah dengan si brengsek baekhyun. belum sah saja dia sudah menyentuhku! Menjadikanku seperti gadis murahan.

 

Aku mencengkram selimut kuat – kuat saat mendengar suara petir menyambar. Aku benci badai dan suara petir. Kenapa harus turun hujan di daerah ini. Padahal ini sudah musim semi, apakah karena pengaruh global warming? Entahlah.. yang jelas disaat badai seperti ini, biasanya aku akan menyusup masuk ke dalam kamar chanyeol dan tidur disana, menendang tubuh chanyeol agar tidur dilantai.

Aku ingin pulang kerumah.. aku ingin—

 

JEDERRR

 

Tidak sengaja aku memekik karena terkaget dari pikiranku sendiri. Ku elap air mataku yang tidak mau surut. Berapa jam lagi matahari akan terbit, aku ingin sekali pergi dari sini.

 

JEDERRR

 

“Aaaaaaaa”

Aku berteriak panik saat pandanganku gelap, mati lampu! Tuhan aku benar – benar tidak kuat jika seperti ini. Aku akan sulit bernapas jika gelap gulita seperti ini, buru – buru aku membuka selimutku.

“B—Baek hyun—Hiks..”

Akhirnya aku memanggil nama Baekhyun. Ah, sebenarnya aku masih tidak terima dengan perlakuannya tadi. Tapi kondisi dan situasi disini tidak memungkinkan untuk menjaga harga diriku kan. Aku mengumpat dalam hati lagi, kenapa satu – satunya orang di ruangan ini harus baekhyun seorang!

“Tenanglah, biasanya ini akan sebentar,” Tiba – tiba suara baekhyun terdengar disekitarku, mungkin dia sedang duduk di sampingku.

 

JEDERR

 

Aku terisak, mataku jelalatan dalam gelap mencari secercah cahaya, tapi nihil! Jendela kamar hotel pun gelap karena tirainya berwarna keemasan. 2 detik kemudian baekhyun menyalakan ponselnya sendiri dan memancarkannya ke wajahku. Entah mengapa aku jadi teringat pada Jongin, dia juga menyalakan ponselnya ke wajahku saat mati lampu di ruang musik saat jaman SMA dulu.

“Ke—Kenapa lampunya bisa mati seperti ini,” Aku memegang ponsel baekhyun, menampakkan lockscreen bergambar buah stroberry yang sangat besar dan terlihat enak, tunggu—kenapa harus stroberry. Aigoo.. apakah baekhyun menyukai buah merah itu sampai dijadikannya locksceen. Lama memandang buah stroberry, air mataku entah sejak kapan berhenti dengan sendirinya.

Aku merasakan tangan baekhyun merangkul bahuku lembut membuatku menoleh, tapi wajah baekhyun sama sekali tidak terlihat jelas, “Mungkin karena badai. Tidurlah, aku benar – benar lelah..” Suara baekhyun terdengar sangat pelan dan memohon. Seandainya aku bisa melihat wajahnya saat ini. Aku menurut karena memang mataku sudah benar – benar berat sejak tadi. Tangan baekhyun menuntun ku berbaring dan memelukku, kepalaku sampai bersandar di dadanya yang hangat. Nafasnya berhembus teratur di puncak kepalaku, dan detakan jantungnya sangat terasa di telingaku. Dengan kenyamanan ini, aku akhirnya memejamkan mata dan memasuki alam bawah sadar.

 

Sisa – sisa air hujan masih menggenang dijalan, aku melihat jam tangan masih pukul 6 pagi dan baekhyun sudah menjalankan mobilnya menuju seoul setelah yixing menelpon jika neneknya akan berkunjung ke rumah pagi ini. Haahh, aku masih mengantuk mataku agak sembab karena kejadian buruk semalam. Aku mengeratkan jas baekhyun karena aku tidak membawa jaket, udara pagi memang sangat dingin. Aku mencuri pandang pada baekhyun yang sedari tadi mengatupkan rapat – rapat mulutnya. Wajahnya sedikit pucat, mungkin karena udara dingin yang menusuk ini. Ingin menanyakan keadaannya tapi entah kenapa aku ragu untuk bertanya. Apakah aku masih kesal akan perlakuan baekhyun tadi malam? Jawabannya tidak.

Aku juga tidak tau mengapa, harusnya aku mencacinya sekarang. Huft.. mungkin karena perlakuan baekhyun yang hangat saat mati lampu. Aku bahkan tidur dengan sangat amat nyenyak tadi malam, walaupun hanya beberapa jam.

Eh, apa yang sedang aku pikirkan! Apakah berarti aku senang tidur seranjang dengan baekhyun? ya tuhan, mungkin otakku sedang konslet saat ini.

 

Aku kebingungan saat baekhyun menepikan mobilnya ke sebuah butik baju yang terlihat masih tutup. Apa yang akan baekhyun lakukan lagi, aku bertanya – tanya dalam hati. Baekhyun selalu tidak terduga membuat kepalaku pusing.

 

“Turun,” Katanya datar kemudian menelepon seseorang entah siapa karena dia sudah turun dari mobil. Sebenarnya aku kesal, kenapa dia selalu memerintah seenaknya sendiri.

Kulangkahkan kakiku ke depan butik, menyusul baekhyun yang masih mengenakan kemeja dan celana bahan berwana hitam, rambutnya sudah menutupi dahinya lagi sejak ke gwangju kemarin. Ah, aku baru sadar, pasti baekhyun kedinginan.

Dengan segera, kulepaskan jas baekhyun yang tersampir apik di kedua bahuku kemudian ku julurkan padanya. Dia menatapku aneh dan berkata, “Apa yang kau lakukan,”

“Kau kedinginan,”

“Siapa bilang,” Baekhyun menyambar jas itu dan menyampirkan lagi ke bahuku, “Masuklah,”

Dia menunjuk pintu butik yang dibuka oleh seseorang dari dalam, aku melihat seorang pria tinggi berkantung mata hitam sedang mengucek – ngucek matanya, rambutnya awut – awutan seperti habis perang.

 

“Ah, Hyung! Kau membangunkanku! Ini masih pagi seka—“

“Carikan baju untuk gadis ini,” Potong baekhyun saat sudah masuk ke dalam butik yang besar itu. Aku memandang sekeliling, melihat betapa mewahnya butik ini. Sebenarnya berapa butik yang dipunyai baekhyun.

 

“Ah, dia park yeolhee?” Pria yang seperti panda itu menjulurkan tangannya kepadaku, “Aku, Tao. Designer di butik ini. Wah, hyung dia lebih cantik daripada saat di televisi,”

Aku ternganga, apakah aku sudah dikenal banyak orang saat ini? Apakah wartawan sudah banyak mengambil wajahku? Aaa bagaimana ini aku tidak mau hidupku terusik seperti ini! Setelah mendengus pelan kuraih tangan Tao dan menjabatnya dengan senyum dipaksakan, “Park Yeolhee imnida,”

 

“Apakah akan ada acara?” Tanya tao pada baekhyun sambil mencari – cari sesuatu di lemari besar di sudut butik. Baekhyun yang sedang menyambar sebuah kemeja dan celana menjawab sambil lalu, “Nenekku akan datang kerumah sedangkan aku tidak pulang semalam,”

“Apakah kau bermalam dengan yeolhee? Ya hyung, bahkan kalian belum menikah kenapa sudah berbulan madu,” Aku ingin memukul kepala tao saat dia berkata sembarangan seperti itu.

 

“Kau berisik sekali. Aku mau mandi dan kau—“ Baekhyun menunjuk wajahku dengan tangannya yang memegang pakaiannya membuatku yang sedang berdiri termenung sedikit kaget, “Kau bisa mandi di atas kalau kau mau, pilihlah baju sesukamu,”

Aku mendengus keras, seperti biasa kata – kata baekhyun adalah perintah. Sangat menyebalkan.

 

“Kau suka yang mana? Ini atau ini?” Tanya tao berjalan kehadapanku membawa 2 buah dress yang cantik dimataku. Aku segera menetapkan pilihanku karena tidak mau berlama – lama toh semua di butik ini pastilah indah dan cantik.

“Kau memiliki selera yang bagus. Sepertinya Baekhyun hyung sudah move on dari jihyun noona dan memilihmu sebagai pendampingnya,”

“Eh?”

Aku tidak paham dengan omongan Pria yang sepertinya bukan asli korea itu barusan karena suaranya tidak terlalu jelas ditelingaku, yang kudengar hanya move on dari noona.. noona siapa tadi dia bilang? Ah, sudahlah.. aku tidak mau mencampuri urusan baekhyun.

 

Noona, kau mau mandi atau berganti pakaian saja?” Tanya Tao lagi, Dia sedang merapikan rambutnya pada cermin yang dilewatinya barusan, “Kalau kau mandi, kau bisa memilih pakaian dalam di sebelah situ,” Tunjuknya pada sebuah ruangan kaca tertutup di bawah tangga spiral berwarna perak berukiran indah.

“Aku akan mandi. Terimakasih,”

 

Aku berjalan perlahan menyusuri lantai 2 yang cukup luas. Ada 3 ruangan yang tertutup dengan pintu berwarna coklat muda. Di pojok ada sebuah dapur dan meja makan. Sementara di sisi lain terdapat sofa dan televisi layar datar. Mejanya berantakan penuh dengan kertas dan kain – kain. Mungkin Tao tinggal disini.

Kulangkahkan kakiku pada sebuah ruangan dekat dapur yang tidak terlalu besar. Kenapa aku memilih yang tidak terlalu besar? Mungkin saja kamar yang besar adalah kamar pria panda itu kan. Aku tidak mungkin memasukinya.

 

Cklekk

 

Aku melongok kedalam dan tersenyum, disana ada sebuah ranjang kecil dan sebuah meja rias sederhana. Dan spreinya masih sangat rapi. Itu menandakan ini bukan kamar Tao.

Aku menaruh dress yang tao berikan beserta pakaian dalamku, kemudian menuju lemari mencari handuk. Tunggu dulu, aku memutar badanku sampai 180 derajat. Tadi ekor mataku melihat ada sesuatu yang tersampir di dudukan sofa di pojok kamar ini.

Dan benar saja apakah itu pakaian baekhyun? apakah—  aku segera menoleh ke satu – satunya pintu yang tiba – tiba terbuka.

 

Mataku melotot sempurna, sosok Baekhyun keluar dari dalam sana menggunakan handuk yang hanya menutupi bagian bawah tubuhnya. Tangannya sibuk dengan handuk kecil berwarna krem yang ia gosok – gosokan ke rambut basahnya, sepertinya dia belum mengetahui keberadaanku. Aku berencana berlari keluar, tapi kakiku tidak mau aku gerakan! Sialan!

Tapi.. kenapa baekhyun sangat tampan hanya dengan berpose seperti itu. Bukan.. maksudku gayanya yang sedang mengeringkan rambut. Itu sangat sexy dimataku dia seperti sedang mengiklankan sebuah shampo tapi dengan sangat indah dan menawan. Ya tuhan, sepertinya mataku sudah bermasalah.

 

“Yeolhee? Kau—“

“Oh, Baekhyun sepertinya aku salah kamar, aku akan pindah ke kamar yang lain,” Aku berkata cepat, ini kebiasaanku jika sedang gugup. Aku berlari hendak mengambil pakaian gantiku, tapi suara baekhyun berkata lagi.

“Kau akan melihatku seperti ini setiap hari nantinya, kenapa kau harus pindah kamar. Mandilah,”

 

Mwo? Sepertinya pipiku memerah karena omongan baekhyun barusan. Bukannya bergerak, tubuhku malah kaku ditempat dan pikiranku berkelana kemana – kemana memikirkan hidupku selanjutnya saat sudah berstatus sebagai istri baekhyun. Mungkin jika baekhyun adalah pria yang sangat aku cintai, menikah dengannya adalah hal terindah dalam hidupku. Tapi baekhyun hanyalah orang yang terlampau asing bagiku! Bagaimana nasibku selanjutnya jika menikahi pria tak dikenal sepertinya.

 

“Apa aku perlu memandikanmu huh?”

Baekhyun sudah berada tepat di hadapanku, kapan dia berjalan? Apakah dia berteleportasi barusan? Ah, sepertinya aku melamun sampai – sampai tidak melihat pergerakan baekhyun. Oh, No.. baekhyun berdiri dengan rambut setengah keringnya yang menjuntai menutupi matanya. Wajahnya jauh bercahaya dari yang tadi, mungkin itu efek sabun cuci muka yang tadi ia gunakan. Apakah aku baru sadar kalau ternyata baekhyun makhluk ciptaan tuhan yang sangat indah?

 

“Kenapa kau diam? Apakah kau mau aku mandikan?”

Aku tersadar saat baekhyun sudah memegang pergelangan tanganku. Tentu saja aku langsung menampiknya sampai terlepas, “Ya! Kau gila!”

“Memang, sepertinya aku sudah gila. Aku selalu saja ingin menerkammu jika kita hanya sedang berdua. Salahkan dirimu sendiri karena memasuki kamar ini,”

Bulu kudukku meremang seketika mendengar penuturan baekhyun. Sepertinya baekhyun memang sudah mesum sejak lahir.

“Lebih baik aku—“

 

Cup

 

Baekhyun menciumku, hanya menempelkan bibirnya ke permukaan bibirku selama 5 detik. Tapi jantungku sudah berdentum tak karuan diluar prediksiku.

Aku melihat baekhyun tersenyum miring, kemudian kedua tangannya menangkup kedua pipiku. Belum sempat aku menenangkan diri dari ciumannya barusan, bibir baekhyun sudah menempel lagi sebagai ciuman susulan.

Aku merasakan seperti tersengat listrik saat bibir baekhyun bergerak sangat lembut di atas bibirku. Melumatnya perlahan seolah takut akan melukainya, berbeda dengan yang ia lakukan tadi malam membuatku terlena dan terhanyut dalam kehangatan bibirnya.

Baekhyun masih menyesap lembut bibirku yang mengatup rapat saat pasokan oksigenku sepertinya hilang tersedot entah kemana, tanganku mencengkram kedua lengan baekhyun meminta dilepaskan.

Bernapas lega, baekhyun benar – benar melepaskan pagutannya. Tangannya berpindah melingkari pinggangku dengan posessive, sementara matanya menatapku intens. Tapi tiba – tiba Dia memutar tubuhku, dan berjalan maju sedangkan aku berjalan mundur. Aku panik saat dia berjalan menuju kamar mandi, apakah baekhyun benar – benar dengan ucapannya?

 

“B—Baekhyun, apa yang kau lakukan? Lepaskan—“

Aku memberontak dengan berusaha berhenti melangkah, tapi baekhyun tetap mendorongku agar terus berjalan mundur. Tenagaku tidak sebanding dengannya tentu saja. Oh tuhan aku sungguh tidak siap. Siapapun tolong aku!

“Waktumu 10 menit. Aku akan menunggumu di luar kamar. Kalau belum selesai aku akan segera masuk, dan kau tidak perlu membayangkan apa yang setelahnya terjadi padamu. Cepatlah,”

Baekhyun berkata datar dan melemparkan handuk kepadaku, ditutupnya pintu kamar mandi di hadapanku.

 

Hening

 

Tapi beberapa detik kemudian aku segera bergerak melepaskan pakaianku dan segera mandi. Merutuki hidupku sendiri yang jadi kacau seperti ini. Tiba – tiba saja aku sangat merindukan rumah.

 

 

Aku masih menatap pintu kamar dengan horor siapa tau baekhyun tiba – tiba masuk kedalam. Bisa saja aku mengunci pintunya tapi itu tidak akan cukup waktu, lagipula aku tidak mau mengambil resiko. Aku sedikit trauma dengan wajah baekhyun jika sedang marah. Kuraih dress berwarna putih polos berlengan pendek dengan roknya berenda seatas lutut. Ah, sangat pas sekali dengan tubuhku. Dan semoga resletingnya tidak rusak seperti kemarin.

 

Cklek

 

Aku buru – buru berbalik, melihat baekhyun bersandar di pintu yang sudah ditutupnya. Sangat menyebalkan.

“Sudah 10 menit,”

Tanganku dibelakang masih sibuk dengan resleting sialan ini, kenapa otakku tidak berpikir menggunakan kaos dan jeans saja tadi. Ugh, tidak pernah sebelumnya aku sampai menyesal seperti ini.

“Perlu bantuan?”

“Tidak,”

“Sepertinya kau perlu,”

“Jangan mendekat,”

“…”

“Kenapa kau selalu seperti ini? Berhenti!”

“…”

“Aku akan membatalkan pernikahan kalau kau mendekat lagi,”

“Kau tidak bisa melakukan itu,”

“Baekhyun, apakah kau menyukaiku?”

Baekhyun akhirnya berhenti tepat 30 cm dari hadapanku, Hell.. kenapa dari tadi aku tidak bertanya seperti itu. Seperti jangkar yang ditarik kembali, baekhyun mulai bergerak maju setelah hening beberapa detik dan segera membungkuk meletakkan dagunya di pundakku membuatku segera menahan napas. Tangannya bergerak menaikkan resletingku sampai menutup sempura. Kemudian aku merasakan dia mengendus – endus leherku yang terekspos karena rambutku aku gelung keatas. Sadar apa yang terjadi aku berkata tegas, “Manjauhlah dariku,” Lalu mendorong tubuh baekhyun dan berlari keluar kamar. Aku bisa mati kalau lebih lama berada di dekat baekhyun, tingkahnya benar – benar membuatku jantungan.

 

Author POV

“Kyungsoo ya, apakah kau bertemu yeolhee?”

Kyungsoo yang masih bergelung di tempat tidurnya mendengus, ternyata yang menelepon sepagi ini si Jongin. Dan apa? Kenapa dia menanyakan yeolhee? Apakah ada yang terjadi?

“Tidak, terakhir betemu kemarin pagi. Ada apa?”

“Oh, Ponsel nya tidak aktif. Dia memutuskan sambungan tiba – tiba saat sedang aku telepon, dan sejak saat itu ponselnya tidak bisa dihubungi,” Kentara sekali nada kuatir jongin, Kyungsoo mendengarkan sambil berusaha mengumpukan nyawa.

 

“Dia pergi dengan baekhyun, apakah dia pulang atau tidak aku tidak tau. Tapi Yoorae marah – marah saat kemarin sore katanya Yeolhee tidak masuk kuliah,”

“Kau bilang siapa?”

“Siapa ap—“ Kyungsoo segera tersadar dan langsung menutup mulutnya. Tersadar bahwa barusan dia mengatakan nama Baekhyun. Setaunya yeolhee belum mengatakannya pada jongin.

 

“Kyungsoo? Kau masih disana apa tidak?” Suara jongin tidak sabaran dengan nada yang meninggi, dicengramnya gelas berisikan wine yang sedang ia nikmati di rumahnya yang berada ditengah kota london.

“Oh..Jo—Jongin sebenarnya—“ Kyungsoo tak kuasa mengatakannya

“Apakah ada sesuatu terjadi?  Cepat katakan sebelum aku benar – benar terbang malam ini juga ke korea!”

“Yeolhee akan segera menikah,”

Mwo?”

“Kau tau Bright company? Yeolhee menikah dengan putra Byun Baekhan,”

“APA KAU BILANG?!!”

 

To Be Continued..

 

sorry for typos

thank you^^

Advertisements

Author:

My world become so bright because of your Light Moves~

459 thoughts on “Serendipity Chapter 3 : The Truth

  1. Pas adegan terakhir mesti di kasih efek dramatis kali ya kaya suara jeng jeng jeng jeng biar kaya filem horror wkkkk ceritanya makin bikin penasaran sumpah biking ga bisa berenti baca lanjutkan pemirsa

    Like

  2. Tuh kan bener kata gue,, BaekHyun itu sebenarnya udah jatuh cinta dengan YeolHee hanya saja dia belum menyadarinya.. Btw sebenarnya JiHyun itu siapanya Baek sihh? Bagaimana dengan JongIn jika YeolHee menikah?

    Like

  3. Kira-kira gimana sifatnya Jongin ya?Apa dia bakalan ngerelain atau justru berontak.Dan masih bingung sifat ibu tirinya Baek..Hm

    Like

  4. Yahhh kyungsoo keceplosan hahhh
    Yang sabar ya jong yoelhee nya udh mau nikah puk puk sabar ya
    Thorr kamu bikin ceritanya hebat thorr sippp

    Like

  5. Yaaa.. Baekhyunee.. Main kisseu aja dari tadi.. Bisa bikin pertahanan Yeolhee porak poranda tuh.. Perjanjian 6 bulan nikaj bisa tinggal angan-angan.. Tapi sukak sih 😂

    Like

  6. Sial. Baekhyun makin deket sama Yeolhee:) Udah masuk ke kamar mandi segala hahaha. Parah thorr suka banget sama Baekhyun Yeolhee.

    Like

  7. woww baekhyun sadar lah itu belum nikah aja udh kaya gitu,,,
    kyanya baekhyun gk sabaran bngt nihh penegn nerkam yeolhe
    jongin udah tau,duhh persanya pasti sakit bngt tuhh
    ngeliat orng yg dicintai nikah sama sodara tirinya sendiri…
    next chap

    Like

  8. Hmmmmm….gencatan senjata sebentsr lg akan dimulai. Yaaak bersiap-siap!!!!!! hahahhahahahaha

    Yeolhee makin berontak makin dicium. aaaihh

    Like

  9. wow author gak pengen nihh ngasih crita ff nya ke stasiun perfilm an ,, ini crita dari awalnya bagus lohh
    aku cuma kasih saran aja heheh 😁

    Like

  10. Wahhh makin seru nih, jongin akhirnya tau yeolhe mo nikah sm baekhyun,, si baekhyun blm nikah az org nya maen sosor az yaaaa, yeolhe smp ketakutan gitu..

    Like

  11. suara hiks nya merusak suasana wkwk

    tapi kebawahnya seruuu sudah wkwk

    nah buat kesan nenek nya yg blg pernah gendong ini cuwbeeet pengen liat adegan ngobrolnya tapi ga ditayangin huhuhu

    Liked by 1 person

tinggalkan jejak PLEASE!!!!! >-o

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s