Posted in Chaptered, comedy, Family, friendship, PG 17

Serendipity Chapter 1 : The Beginning

sedendipity1

Author : lightmover0488

Main Cast : Byun Baekhyun, Park Yeolhee, Kim Jongin

Support cast : Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Zhang Yixing

Genre : Comedy, Friendship,  Family, PG- 17 (Bisa naik sewaktu – waktu)

Lenght : Chaptered
Disclaimers : Cerita ini murni dari pemikiranku sendiri, tolong jangan ditiru. Jika terdapat kesamaan cerita itu adalah 100% ketidaksengajaan. Terimakasih^^

Love isn’t something you find, but Love is That something Finds you..

CHAPTER 1 : The Beginning

 

 

Happy Reading~

 

Aku membereskan meja terakhir yang tersisa di cafe tempatku bekerja paruh waktu, kulihat temanku-kyungsoo masih sibuk di pantry mungkin sedang membereskan dapur yang seharian ini super berantakan akibat pelanggan yang membludak karena ini tepat akhir pekan. Aku adalah mahasiswi semester akhir di sebuah universitas di seoul bersama dengan kyungsoo namun kami berbeda jurusan. Dia adalah temanku sejak kecil, tidak tau mengapa waktu itu kami diterima di universitas yang sama pula. Kulirik jam tangan yang ada di pergelangan tanganku, sudah jam 9 malam. Aku harus cepat – cepat pulang sebelum si park chanyeol itu tiba dirumah! Heol, kakakku yang satu itu akan mengomel jika wajahku tidak terlihat di rumah saat dia pulang dari kantor. Menyebalkan sekali.

Semenjak ayah meninggal 2 tahun lalu, aku dan Chanyeol memang tinggal hanya berdua di rumah sederhana yang ayah beli 4 tahun lalu saat pindah ke seoul karena alih tugas. Sementara ibu kami sudah meninggal lebih dulu saat usiaku 12 tahun, maka dari itu chanyeol sangat menjagaku karena kami hanya hidup berdua di dunia ini sekarang.

“Yeolhee ya, aku sudah selesai. Kau bisa menyelesaikan punyamu sendiri kan?” Tanya kyungsoo yang sudah berdiri di belakangku seperti hantu saja.

“Tenang saja aku akan menyelesaikan ini dan mengunci cafenya,”

“Baiklah, cepatlah pulang jika kau tidak mau chanyeol hyung mengeluarkan taringnya hahaha”

“Sialan!”

Kyungsoo tertawa sambil berlarian kecil menuju ruang ganti yang berada di bagian belakang cafemilik salah satu teman kuliahnya itu. Lebih baik aku mempercepat pekerjaanku karena jarak antara cafe dengan rumah kan 20 menit jika ditempuh dengan bus.

Author POV

Di lain tempat, seorang pria dengan menenteng jas kerjanya berlarian menyusuri pertokoan dan jalan – jalan setapak di daerah itu. Napasnya terengah – engah karena sudah dirasa cukup lama ia berlari dari perusahaannya sampai kemari. Umpatan dan makian ia keluarkan dari bibir tipisnya saat setiap kali melihat ke belakang 2 orang lain berbadan tinggi terus mengejarnya dari belakang.

Saat dia melihat ada celah antara toko dan gang sempit di ujung, dia berhenti sejenak dan mengambil napas. “Aish, sial! Hhh.. Kenapa hhh aku harus berakhir seperti buronan!” Dia membungkuk dengan kedua tangannya bertumpu pada lutut. Peluh sudah membanjiri wajah tampannya. Saat melihat siluet mendekatinya, pria itu—Byun Baekhyun- mundur 2 langkah dan segera menyusuri gang sempit nan gelap itu, setelah berlari cukup panjang dan melelahkan dia berbelok ke kanan, mencari tempat persembunyian lain seperti toko baju atau sejenisnya. Tapi kebanyakan dari toko – toko itu sudah tutup, baekhyun merutuki kenapa dia berlari ke daerah sepi seperti ini.Dia tidak menyerah, ditelusurinya dengan mata jelalatan setiap toko dan apapun yang bisa digunakannya untuk bersembunyi. Setelah kakinya berbelok ke sebuah jalan yang cukup lebar, mata almond nya mendapati sebuah cafe yang sepertinya masih buka, lihat saja papan yang tergantung di pintu kaca saja bertuliskan ‘open’.

Baekhyun seperti menemukan istana megah didepannya, matanya berbinar dan tanpa ragu membuka pintu kaca tersebut.

Kosong.

Cafe itu kosong, dia bernapas lega masih dengan mencari tempat yang aman. Dia melangkah ke bagian belakang sambil agak mengendap saat ekor matanya melihat 2 orang suruhan ayahnya-mungkin- berdiri di depan cafe. Tanpa melihat papan di depan pintu, dia membuka salah satu kenop yang berwarna keemasan dan masuk dengan terburu – buru lalu menguncinya.

“Kyaaaaaaa—!” Yeolhee yang ternyata sedang mengganti bajunya sontak berteriak saat seorang pria masuk dengan tiba – tiba.

Sementara Baekhyun hampir terkena serangan jantung saat mendengar jeritan yeolhee dari belakang punggungnya, tapi dengan sigap dia langsung membekap mulut yeolhee seraya mendorongnya ke tembok.

“Ssstt~ Diamlah,” Bisik pria itu di depan wajah yeolhee yang terus memberontak. Kedua tangannya ia taruh di depan dada karena kemeja yang tengah dipakainya belum dikancingkan. Berbagai pikiran buruk langsung melintas di pikirannya. Posisinya sangat tidak memungkinkan untuk menelepon chanyeol.

“Ssstt..” Baekhyun mendesis lagi saat mendengar ada pergerakan di luar ruangan, membuat yeolhee ikut mematung dan tiba – tiba ikut waspada. Beberapa menit hening diantara mereka, yeolhee tidak sengaja melihat wajah pria dihadapannya yang hanya berjarak 10 cm, ia terperangah karena wajah pria itu sangat—entahlah, keringat yang membasahi wajah putihnya terlihat sexy dimata yeolhee.

Saat dirasa cukup aman, tangan baekhyun melepaskan bekapannya dan terkejutlah dia saat melihat penampilan yeolhee yang ada di hadapannya.

Oppss—,” Baekhyun kemudian berbalik badan memunggungi gadis berambut panjang itu yang juga berbalik menghadap tembok dan segera mengancingkan kemejanya dengan kilat. Wajahnya memerah menahan malu. Sedangkan baekhyun sedikit mencuri – curi pandang ke belakang. Ck!

“Apakah kau buronan?” Tanya yeolhee saat pakaiannya sudah beres, dia sudah berniat marah – marah tadi. Tapi entah kenapa saat melihat wajah baekhyun, hanya pertanyaan itulah yang keluar.

“Apakah aku terlihat seperti penjahat?”

Yeolhee melihat pria yang ada di depannya dari atas sampai bawah, rambutnya seperti sarang burung, keringatnya bercucuran, dia memakai kemeja putih dengan lengannya yang ditarik sampai siku – sangat sexy, dan celana bahan dengan sepatu bermerk. Memang iya wajahnya sama sekali jauh dari kata ‘penjahat’.

“Lalu?”

“Ceritanya panjang,”

“Baiklah kalau begitu, sepertinya aku tidak ada waktu untuk mendengarkan ceritamu. Sampai jumpa,”

“Bisakah aku pulang denganmu?”

Yeolhee tercengang sampai – sampai dia berhenti di depan pintu dan menatap aneh pria imut yang ada dihadapannya, “Apakah kau sudah gila?”

“Ayolah, 1 malam saja,”

“Jika kau ingin menginap semalam pergi saja ke hotel,”

“Itu bisa gawat!”

“Tsk!”

Yeolhee melengos seraya berjalan keluar meninggalkan Baekhyun yang menurutnya aneh itu, tangannya meraba – raba ponsel di dalam tas selempangnya karena dia merasakan ponselnya bergetar sejak tadi.

“Aku sudah akan pulang,” Kata gadis itu malas, siapa lagi kalau bukan kakaknya yang ada di seberang telepon.

“…”

“Aku sedang mengerjakan tugas di perpustakaan,”

“…”

“Aku mengerti dasar cerewet,”

Klik

“Apakah ini terlihat seperti perpustakaan?” Tanya Baekhyun dengan nada menyebalkan, “Jadi kau sedang berbohong?”

Yeolhee menghela nafas, tentu saja dia harus bebohong. Chanyeol tidak tau kalau yeolhee bekerja paruh waktu selama ini untuk tambahan uang jajannya. “Dengar ya….”

“Byun baekhyun,”

“Byun baekhyun-ssi, kau tidak berhak mencampuri urusanku. Urusi saja dirimu yang seperti buronan itu,”

Yeolhee melangkah keluar dengan sebelumnya mematikan lampu dan mengunci pintu cafe. “Aku bukan buronan,” Kata baekhyun sebal, dia berjalan santai di belakang yeolhee yang sepertinya mengacuhkannya sejak tadi.

“Jangan mengikutiku,”

“Ayolah, aku akan membayar untuk sewanya,”

Yeolhee tiba – tiba pusing, kenapa dia bertemu makhluk yang seperti ini? Ah, mungkin ini hukuman karena tadi pagi Dia melorotkan celana chanyeol di depan pintu rumah. Huft, yeolhee menghela napas lagi dan berjalan menuju halte yang sudah kelihatan di depan mata. Dirapatkannya jaket yang membungkus badannya karena udara dingin, dia sempat melirik baekhyun yang sekarang duduk disampingnya hanya dengan memakai kemeja saja.

“Apakah kau tidak pernah melihatku?” Tanya baekhyun tiba – tiba memecah keheningan malam. Yeolhee yang sedang melamun terdasar dan langsung memajang wajah berkerut, “Mwo?”

“Kau tidak pernah melihat wajahku?” Baekhyun menunjuk wajahnya dengan telunjuk

“Tidak,” Kata yeolhee datar, kemudian berdiri karena bus yang ditunggu sudah datang. Mereka berdua memasuki bus yang hanya dihuni beberapa orang saja. Saat yeolhee sudah mendekatkan dompetnya ke kotak digital di sebelah pak sopir, tangan baekhyun mengambil dompet yeolhee secara paksa dan mendekatkannya pada kotak digital sampai bunyi PIP terdengar lagi.

Aish!” Yeolhee memberengut seraya mengambil kembali dompetnya

“Aku akan membayar ongkos bus-nya juga, tenang saja..” Kata baekhyun malah cengengesan, masih mengekor dibelakang yeolhee. Dia memang tidak punya bus card seperti yang yeolhee punya, selama 22 tahun hidup di dunia ini dia tidak pernah mengendarai bus umum seperti ini.

“Kau berbicara seolah – olah aku gadis materialistis saja,” Gerutu yeolhee setelah menghempaskan pantatnya ke tempat duduk di pojokan bus. Disusul baekhyun di sebelahnya.

“Bukankah semua gadis seperti itu?”

Yeolhee tentu saja mendengus mendengarnya, “Sial! Terserah padamu saja,” Katanya sebal kemudian melengos menatap jalan raya yang sepi.

“Jadi kau mengijinkanku menginap di rumahmu?”

“Tidak,”

“Aku akan bilang pada orang yang menelponmu tadi kalau kau berbohong soal perpustakaan,”

Yeolhee menatap baekhyun dengan death glarenya, “Kau mengancamku?!”

Baekhyun menanggapinya hanya dengan mengedikkan bahu dengan cara yang menyebalkan membuat yeolhee mengumpat. Pria itupun tercengang dengan tingkah yeolhee, Baru kali ini dia bertemu gadis yang terkesan cuek bahkan galak padanya, biasanya saat gadis – gadis melihatnya mereka akan langsung bergelayut manja dan hanya akan memanfaatkan kantong tebalnya untuk bersenang – senang.

Ah, pikirannya tiba – tiba saja terbang pada beberapa jam yang lalu. Dia tertangkap kamera wartawan masuk ke dalam kamar hotel dengan seorang gadis. Kenapa wartawan? Oh ayolah, Byun baekhyun adalah calon pewaris perusahan perhotelan terbesar di korea selatan. Wajahnya bahkan sering muncul di televisi lokal saat mendampingi ayahnya melakukan wawancara atau sejenisnya. Dan kenapa dia dikejar – kejar oleh orang – orang tadi? Tentu saja! Karena dia sengaja kabur dari ayahnya. Selama ini Tuan byun memang tidak pernah tau kelakuan anaknya yang sering bermain wanita di hotel maupun di bar. Maka dari itu saat wartawan menyebarkan foto – fotonya dengan seorang gadis, dia langsung kabur lantaran ayahnya sedang marah besar sekarang.

Baekhyun terlarut dalam lamunan panjangnya sampai dia tidak menyadari yeolhee memanggil namanya dari tadi.

Buk

“Minggir,”

Pukulan pada lengannya langsung menyadarkannya, baekhyun bergeser ke kiri agar yeolhee bisa keluar dari pojokan bus kemudian mengekor gadis itu dibelakangnya.

Cklek

Yeolhee mendorong pintu rumah setelah menekan pasword yang berada disamping kenop pintu, sekilas melirik makhluk aneh yang terus saja mengikutinya seperti hantu penasaran. Yeolhee adalah tipe orang yang tidak suka mencampuri urusan orang lain, tapi saat melihat baekhyun sampai memohon untuk menginap dirumahnya, yeolhee penasaran juga sebenarnya apa yang terjadi dengannya.

“Aku pulang,” Kata yeolhee setelah mengganti sneakersnya dengan sandal rumahan

“Park yeolhee, kau terlam—“

Seruan chanyeol langsung terdengar mendekat dan kata – katanya terhenti begitu saja saat melihat manusia lain berdiri di samping yeolhee dengan penampilan yang cukup berantakan.

“Siapa dia?”

“Aku byun baekhyun, bolehkah aku menginap disini?” Tanyanya polos membuat chanyeol langsung dilanda kebingungan dan memasang wajah seolah menginginkan penjelasan lebih pada adiknya.

“Entahlah sepertinya dia buronan, jadi dia ingin menginap disini,” Katanya acuh dan berjalan melewati chanyeol yang terlihat tambah bingung dengan penjelasannya.

“Ya! Aku bukan buronan—“ Seru baekhyun berdecak dan melanjutkan, “Aku bisa menjelaskan..”

“Duduklah kalau begitu—“ Ujar chanyeol yang sudah memakai kaos longgar dan celana training. Tadinya dia langsung akan tidur setelah mengomeli yeolhee karena pulang malam, tapi dia malah kedatangan tamu tak diundang.

Sementara yeolhee sedang sibuk memakan sisa bibimbab buatan chanyeol di meja makan. Tak terasa perutnya sudah lapar lagi padahal tadi dia sempat memakan spagetti buatan kyungsoo. “APAAA!” Tiba – tiba chanyeol berseru berlebihan, membuat yeolhee hampir tersedak nasi yang sedang ditelannya, “Ah—pantas saja setelah dilihat dari dekat begini kau terasa tidak asing,” Lanjut chanyeol sayub – sayub terdengar di telinga yeolhee. Karena penasaran, dia berdiri dari kursi dan berjalan menuju ruang tengah- masih dengan memegang mangkuk besar bibimbabnya.

“Yeolhee-ya, dia byun baekhyun yang sering muncul di televisi! Apakah kau sudah mengenalnya selama ini?”

Yeolhee mendengus karena kehebohan chanyeol, “Kau tau aku hanya menyukai acara musik, jadi aku tidak tau orang itu,”

“Ck! Aku kira kau membawa kekasihmu tadi,”

Aigo, dia bukan styleku,” Yeolhee mengatakannya dengan wajah menjengkelkan membuat Baekhyun langsung mendengus sedangkan chanyeol sudah melakukan kuda – kuda akan melemparkan bantal sofa ke wajah yeolhee yang segera kabur dari ruang tengah.

“Baiklah, karena ini sudah malam kau bisa tidur di kamarku. Aku akan mendengarkan alasanmu,” kata Chanyeol pada baekhyun, sedangkan yeolhee sedang mencuci mangkuk bibimbabnya di wastafel. Tiba – tiba saja dia tidak lagi penasaran dengan alasan baekhyun, lagipula chanyeol sudah mengijinkannya.

Drrttt drtttt

Ponsel yeolhee bergetar di meja makan. Setelah mengelap tanganya yang basah dan melepas asal celemeknya, ia sambar ponselnya tersebut dan langsung memekik saat mengetahui siapa yang menelponnya. Dan wow! Itu adalah video call!

“Jongin!” yeolhee memekik tertahan seraya melihat sekitar, ternyata chanyeol dan baekhyun sudah naik ke atas. “Ya! Kau sudah seminggu tidak menghubungiku!” Yeolhee seperti terbang melihat wajah pria yang ia rindukan itu, kemudian jongin terkekeh dengan manisnya di layar ponsel yeolhee membuat gadis itu semakin tersenyum sangat lebar.

Mian~ Aku sangat sibuk belakangan ini, karena seminggu lagi aku akan pulang ke seoul—”

Mwo!” Gadis yang beberapa menit yang lalu terlihat sangat galak dimata baekhyun sekarang terlihat berbanding terbalik, senyumnya mengembang lebar dengan mata yang berbinar menatap layar ponsel seolah – olah ponsel itu berubah menjadi bongkahan emas.

“Benarkah?”

“Apakah kau senang?”

“Tentu saja! Betapa aku merindukanmu, Jongin”

“Aku yakin rinduku lebih besar daripada punyamu,”

Yeolhee terkekeh saat mendengar perkataan jongin barusan. Sudah biasa mendengar gombalan jongin 3 tahun belakangan ini karena ia tahu jongin menyukainya, sejak jongin tinggal di London selama satu bulan, Pria berkulit sexy tersebut pulang ke korea dan menyatakan perasaannya pada yeolhee bahwa selama itu dia menyukai adik dari Park Chanyeol bahkan sejak mereka masih duduk di kelas X. Tapi yeolhee menolaknya dengan alasan dia tidak mau menjalin hubungan dengan sahabatnya sendiri, lagi pula saat itu perasaanya pada jongin terasa membingungkan baginya. Setelah jongin tidak menghubunginya selama sebulan, dia pun merasa kehilangan, hatinya terasa kosong membuatnya amat sangat merindukan seorang Kim Jongin. Dan setelah berbulan bulan lamanya akhirnya jongin pulang ke korea lagi untuk merayakan ulang tahun yeolhee, membuat gadis itu sadar bahwa dia tidak mau kehilangan sosok jongin.

“Kau sedang memikirkan apa?” Suara jongin terdengar lagi

“Memikirkan kau,”

Jongin tertawa renyah, “Aigo.. apakah setelah ini jika aku menyatakan perasaanku lagi kau akan menerimaku?”

“Jika kau menghadapku detik ini juga, aku akan menerimamu,” Yeolhee memeletkan lidahnya menggoda jongin dan keduanya tertawa bersama.

“Oh, Jongin. apakah kau sedang sakit?” Tanya yeolhee setelah memperhatikan wajah sahabatnya yang sedikit pucat.

“Hanya sedikit flu,”

“Kau selalu terkena flu saat pergantian musim, ck! Pakailah pakaian yang hangat,”

“Wah, kau mengkhawatirkan ku?”

“Tentu saja!”

“Aku mencintaimu,”

“Aku sudah tau,” Yeolhee mendengus karena setiap kali jongin menelponnya, dia selalu mengatakan hal tersebut. Bukan apa – apa tapi yeolhee merasa bersalah sudah menyia – nyiakan perasaan jongin, tapi mau bagaimana lagi dia sendiri bingung dengan perasaannya sendiri selama ini terhadap jongin.

Setiap hari dia akan menunggu chat atau telepon dari jongin di akhir pekan, dia akan kecewa saat jongin tidak membalas chatnya, dan dia akan menangis di pelukan kyungsoo saat dia benar – benar sedang merindukan jongin. Begitulah yeolhee setelah menolak pernyataan cinta dan ditinggal jongin kelondon.

“Baiklah, kau akan menjemputku saat aku pulang kan?” Jongin bertanya setelah beberapa saat hanya saling berpandangan.

“Tentu,” Yeolhee tersenyum lebar, “Jangan lupa oleh – olehku,”

Jongin tertawa lebar tanpa suara, dan mengacungkan jempolnya.

“Baiklah. Tidurlah, disana sudah larut,”

Annyeong, Bogosipo~” Yeolhee melambaikan tangannya pada jongin dan sedikit beraegyo, membuat jongin terbahak karena yeolhee yang ia kenal tidak akan pernah bisa melakukan hal – hal imut seperti itu

“Byun baekhyun! jadi selama ini kau melakukan semua ini di belakang ayah?!” Seru ayah baekhyun dengan suara berwibawanya tapi terkesan sangat seram, membuat baekhyun yang masih mengenakan kemeja yang sama dengan kemarin merinding. Tadi pagi – pagi sekali asistenbaekhyun – Zhang yixing sudah menjemput baekhyun di rumah yeolhee lantaran masalah yang dihadapi semakin rumit. Bahkan wartawan ada yang berkata, baekhyun sudah menghamili salah satu gadis yang ia kencani. Ck! Gosip murahan.

Tuan Byun Baekhan kembali duduk di kursi kebesarannya, “Kau benar – benar membuat ayah malu. Kau akan menggantikan posisiku beberapa minggu lagi dan kau bersikap sepertiini?”Lanjutnya, baekhyun masih diam ditempatnya seraya melirik yixing yang berdiri tak jauh darinya.

“Ayah sudah memberi pernyataan kepada para wartawan, jika gadis yang mereka foto bersamamu itu adalah tunanganmu,”

Mata Baekhyun melebar tak percaya, sementara yixing bermuka datar seolah sudah mengetahui hal ini.

“Tapi ayah—“

“Ini untuk menutupi semua kecerobohanmu, baekhyun! kau satu – satunya penerusku—“

Yixing mengkode baekhyun dengan matanya yang seolah berkata ‘turuti saja kemauan ayahmu’, membuat pria kumal itu menghela nafasnya. Baekhan memang belakangan ini sering drop lantaran penyakit penyempitan arteri jantung yang di deritanya.

“Bawa gadis itu dan kalian akan menikah minggu depan,”

Baekhyun kembali tercengang dan mendadak ingin pingsan mendengar penuturan ayahnya, dia seperti menghantam sebuah tembok berulang kali.

 

To Be Continued..

Ini adalah benar – benar – benar – benar FF yang aku buaaaaatt paling Pertama!! Duluuuuuuuuuu banget pokonya hahahah~

Semoga kalian suka dan penasaran ama lanjutannya XD TERIMAKASIH~

Maapin buat Typos… Jempol ane suka begitu khilap ^^

Advertisements

Author:

My world become so bright because of your Light Moves~

552 thoughts on “Serendipity Chapter 1 : The Beginning

  1. Halo Kak(: izin baca yaa reader’s baru soalnya ini juga bru nemu cerita yg genre nya fv aing apalagi ada baekhyunn uhhh love love lah♥ baru chapter 1 aja uda bikin semangatt yg bacanyaa

    Like

  2. Pindah lapak ahh…. Pengen baca yg ini jugaa ^^ || uhhhhh baekhyunnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn ok ini kebanyakan n nya :”>

    Like

  3. Jadi yaaa Thor.. disini itu perannya BaekHyun jadi badboy gitu? Terus alasan kenapa dia jadi badboy itu kenapa? Terus tadi, katanya baek mau dinikahkan? Sama yeolhee kah? Btw thor,, masih ada typo di dalam ceritanya yaaaa 🙂 yaa walaupun hanya ada satu kata wkwkws

    Like

tinggalkan jejak PLEASE!!!!! >-o

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s