Posted in Angst, Chaptered, Nc 21, Romance

Bitter Sweet Chapter 1 (Play On Me Sequel)

catsbs

Author : lightmover0488

Cast : Kai, Byun baekhyun, Rachel/Min Yeorin

Support Cast : Wu Yifan, Do Kyungsoo

Genre : NC 21, kekerasan, Angst, Romance

Lenght : Chaptered

Disclaimer : Cerita ini murni dari pemikiran saya, mohon jangan ditiru. Terimakasih^^

Prev Play On Me

Enjoy^^!!

Chapter 1

“Mulai sekarang kau akan tinggal disini,” Kata Kai saat membuka pintu apartemen mewah daerah apgujeong yang baru saja di beli Baekhyun. Sudah seminggu lamanya sejak Ia melakukan sex pertamanya dengan Baekhyun dan Kai, selama itu pula dia tinggal di bar milik Luhan tetapi hanya membantunya sebagai penyaji minuman. Karena setelah malam panjang itu, Baekhyun berkata pada luhan akan membeli Rachel berapapun harganya dan selama proses pembebasan Rachel yang selama seminggu lamanya, Gadis itu tidak boleh di sentuh oleh laki – laki manapun. Dan Luhan setuju akan hal itu.

Rachel yang menenteng tas jinjing berisi pakaian dan perlengkapan lainnya mulai berjalan memasuki ruangan besar tersebut. “Apakah kau suka?”

Rachel mengangguk kikuk. Hampir setiap malam rachel selalu melakukan sex dengan kai di bar luhan, tapi entah mengapa dirinya sama sekali belum mengenal Kai sepenuhnya.

“Apakah kau memang type pendiam?” Tanya kai lagi saat rachel belum mengeluarkan sepatah kata pun sejak ia keluar dari bar luhan.

“Ne?”Rachel masih memajang wajah Blank nya Kai yang gemas sendiri mendorong tubuh Rachel ke sofa, kedua tangan kai menekan kedua bahu rachel dan berkata, “Kau—Apakah sebelum bekerja di bar kau juga tidak banyak bicara?”

Tentu saja tidak. Rachel dulunya orang yang mudah tersenyum dan bahkan banyak bicara, tapi semenjak ibunya meninggalkan rumah dan ayahnya yang memasukannya ke bar itu demi uang ia jadi tidak banyak bicara. Semua kebahagiannya seperti terenggut begitu saja.

“Aku.. Sepertinya aku yang sekarang sudah berbeda dengan yang dulu,” Kai semakin penasaran pada gadis’nya’, mungkin setelah ini Dia akan memperlakukan rachel lebih lembut lagi. Pria itu tersenyum hangat seraya menatap bola mata rachel yang indah, “Apakah kau lapar?” Rachel mengangguk pelan, matanya tidak bisa lepas menatap Mata elang Kai yang tajam itu.

“Baiklah, aku akan memasak sesuatu untukmu,” Kai mengangkat tubuhnya dan berjalan menuju belanjaan yang sempat di belinya di supermarket untuk persediaan sebulan. Dia memasukan bahan – bahan makanan tersebut ke dalam kulkas, dan hanya menyisakan bahan makanan yang akan dimasak di atas meja pantry. Rachel yang penasaran akan sosok kai duduk di sebuah kursi dan memperhatikan pria tinggi itu yang sedang memakai celemek. “Namaku bukan rachel,” Ucapnya dalam keheningan, Kai yang sudah memegang pisau menolehkan kepalanya pada Rachel.

“Benarkah?”

“Namaku Min Yeorin,” Kai menganggukan kepalanya,“Oho.. nama yang bagus,” Komentarnya

“Dan perkenalkan lagi, nama asliku Kim Jongin,” Pria itu tersenyum lebar pada yeorin, senang karena yeorin sudah mau mengatakan nama aslinya tanpa ia minta. Kemudian dia mengalihkan pandangannya lagi pada wortel yang akan ia iris.

“Tunggu, kau tidak seharusnya memotongnya seperti itu,” Yeorin tiba – tiba berkata seraya bangkit dari kursi saat melihat kai memotong wortelnya tipis – tipis. Yeorin mengambil alih pisau yang dipegang Kai dan segera memotong dadu wortelnya karena akan dibuat Curry.

Hening lagi, hanya suara pisau yang bertemu dengan talenan yang memenuhi dapur. Kai akhirnya melepaskan celemeknya dan memakaikannya pada tubuh yeorin yang mengenakan dress diatas lutut tanpa lengan berwarna coklat muda yang Baekhyun belikan 2 hari yang lalu.

“Kenapa kau menawarkanku makan kalau kau tidak bisa memasak?” Kai terkekeh seraya melingkarkan tangannya pada pinggang ramping yeorin kemudian menyesap leher jenjangnya yang terekspos karena rambutnya yang ia kucir keatas.

“Hentikan kai, kau menggangguku—“

“Tapi aku suka mengganggumu,” Bisiknya di telinga yeorin. Dengan pasrah, diapun melanjutkan kegiatannya dengan susah payah kerana kai terus saja bergelayut padanya.

 

 

“Kenapa baekhyun mengeluarkan uang sampai begitu banyak?” Tanya pria paruh baya yang duduk nyaman di kursi kebesarannya, Wajah tuanya berkerut pada dahi. Dia tau baekhyun memang orang yang boros dan sering bermain wanita di bar, tapi kali ini anak semata wayangnya sudah berlebihan membelanjakan uangnya hingga 1 milyar won dalam waktu seminggu.

“Maaf presdir, Saya belum mengetahui alasannya,” Kata sekretarisnya –Wu Yifan.

“Baiklah selidiki diam – diam kemana perginya uang tersebut, dan jangan sampai baekhyun tau,” Kata Byun Jungsoo, sebenarnya tidak masalah jika baekhyun menghamburkan uang dalam jumlah besar, Dia hanya kuatir anaknya sudah melakukan kesalahan yang akan merugikan perusahaan di kemudian hari.

“Ayah,” Tiba – tiba pintu terjeblak terbuka dan tampaklah seorang Byun baekhyun lengkap dengan jas mahalnya yang sudah semrawut karena ini sudah hampir sore. Yifan di tempatnya berdiri segera membungkukkan badannya. “Proyek kita mengalami masalah,” Lapornya pada ayahnya

“Ayah sudah tau, dan Kim jongin yang akan ke cina untuk membereskannya,”

“Kenapa kai?”

“Karena dia yang menaruh saham paling besar pada proyek kita dan yang paling tau mengenai masalah itu hanya perusahaan Jongin,”

“Oh,” Baekhyun hanya berkomentar pendek dan bernafas lega. Dia kira proyek real estate yang akan dibangunya bersama perusahaan Kai akan gagal karena masalah properti. Itu adalah proyek ciptaannya sejak jauh – jauh hari, jika gagal itu sama saja menggagalkan langkahnya sebagai penerus perusahaan besar milik ayahnya.

“Kau akan lembur apa bagaimana? Kenapa masih berada di kantor?”

“Ah, aku akan pulang sekarang,” Setelah Baekhyun melambaikan tangan dia membuka pintu dan hilang dari pandangan jungsoo dan yifan.

 

 

“Ya.. yeorin-ah! Kemana saja kau selama seminggu ini?” Tanya seorang gadis saat melihat yeorin berjalan memasuki cafe nya yang sudah tutup 10 menit yang lalu. Wajah yeorin sudah seperti ingin menangis, dia duduk disalah satu bangku dan mulai terisak. Dia tadi keluar sebentar untuk membeli sup dubu, tapi setelah itu entah mengapa kakinya malah berjalan tak tentu arah dan sudah berada di cafe sahabatnya ini.

“Yeorin-ah, ada apa? Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?”

“Heeseul-ah—” Yeorin tidak kuasa menceritakannya pada heeseul, dia malu akan keadaanya sekarang. Merasa hina dan sangat murahan. Entah apa kesalahan yang ia perbuat di kehidupan sebelumnya sampai – sampai dirinya mengalami hal seperti ini. Heeseul yang mengerti sahabatnya ini pasti mempunyai masalah segera membuatkan teh hangat, “Tunggu sebentar—“

Setelah beberapa menit, gadis yang masih mengenakan seragam cafe dengan rambut ikalnya kembali membawa teh hangat dan ia letakan dihadapan yeorin yang masih terisak.

“Minumlah,” Kata heeseul, “Ceritakan padaku agar kau lega, yeorin-ah,”

Bukannya meminum tehnya, yeorin semakin menangis keras membuat bahunya naik turun. Buru – buru heeseul menghampiri sahabatnya dan memeluknya.

“Aku hiks.. aku merasa kotor hiks,” Heeseul melepaskan pelukanya dan menatap yeorin lekat penuh kebingungan. “Heeseul-ah, ayahku menjualku di bar dan menjadikanku pelacur,”

“Apaaaa!” Heeseul tau kalau ayah yeorin adalah pria brengsek, dia sering mabuk – mabukan dan berjudi. Bahkan sering memukuli ibunya sendiri. Tapi heeseul benar – benar dibuat terkejut sekarang. Bagaimana bisa ayah yeorin menjual anaknya sendiri!

“Dan.. Dan aku sudah dibeli oleh seorang—bukan.. 2 orang hanya untuk memuaskan nafsu mereka hiks,” Heeseul kehabisan kata – katanya, dia sekarang menganga lebar mendengar cerita tragis sahabatnya sendiri. Sahabat yang sudah ia anggap sebagai saudara perempuannya.

“Kau menginaplah disini,”

“Tidak. Aku takut mereka berdua marah jika aku tidak ada di apartemen,”

“Kau tinggal di apartemen?”

Yeorin dengan muka basahnya mengangguk, “Mereka membelikanya saat aku di bebaskan dari bar ”

“Ya tuhan, yeorin-ah—“ heeseul memeluk sahabatnya lagi, air matanya sudah terkumpul di pelupuk matanya, “Bagaimana kita lapor ke polisi saja?” Yeorin masih sesegukan,

“Semuanya sudah terlanjur. Aku sudah dibeli 500juta won dan aku sudah memberikan keperawananku pada mereka berdua. Tidak ada untungnya melapor ke polisi ”

Heeseul menepuk – nepuk punggung yeorin penuh sayang, bagaimana bisa ada orang yang dengan gampangnya mengeluarkan uang sebanyak itu untuk membeli seorang gadis? Ya ampun heeseul sungguh sesak mendengarnya. “Heeseul-ah, bagaimana kuliah kita?”

“Kau tenang saja.. minggu ini tidak ada yang penting. Hanya saja kau harus memikirkan skripsimu,” Yeorin melepaskan pelukannya,

“Tetap saja, beasiswaku pasti akan dicabut karena sudah membolos hampir 2 minggu ini,”

“Kau hanya perlu meminta tugas pada prof. Kim,” Yeorin mengangguk dan mengelap airmatanya,

“Baiklah aku harus pulang,”

“Berikan alamat apartemenmu,”

 

 

Yeorin berjalan dengan terseok – seok ke apartemennya, rasanya sungguh tidak ingin tinggal disana. Tapi dia merasa lega setelah bertemu dengan Heeseul dan menceritakan masalahnya, membuat Yeorin tidak merasa hidup sendirian di dunia ini. Setelah pintu lift terbuka, dia berjalan menuju apartemen nomor 1010 dan memencet paswordnya.

Dan dia hampir pingsan saat melihat seseorang duduk di sofa ruang tengah. Dia berjalan mendekat dan tersadar bahwa itu adalah baekhyun yang masih mengenakan jas kantornya dengan sebuah bolpoint tersemat di jari – jarinya yang indah. Kertas – kertas serta map juga tersebar di sekitaran meja. Dan pria itu tertidur sambil duduk. Yeorin berjalan mendekat, wajah tidur baekhyun seperti bayi tanpa dosa dimatanya.

“Baekhyun-ssi,” Panggil yeorin pelan, dia masih berdiri di samping sofa. Jika baekhyun tertidur dalam posisi seperti itu sampai pagi, yeorin yakin tubuhnya pasti akan remuk redam. Yeorin menepuk pelan lengan baekhyun karena dia tak bergeming saat dipanggil namanya. Karena sepertinya tidak ada tanda – tanda baekhyun akan bangun, dia mengambil bolpoint yang tersemat dijari – jari baekhyun dan merebahkan tubuhnya ke sofa. Setelah diambilnya selimut dari dalam kamar, yeorin menyelimuti pria itu sampai leher.

“Aku kira kau sudah kabur,”

Yeorin hampir saja memekik saat suara baekhyun terdengar di telinganya. Kedua tanganya yang masih berada di samping leher baekhyun tidak bergeming. Seluruh tubuhnya membeku bahkan dia dapat mendengar detakan jantungnya sendiri sekarang.

“Kau tidak boleh melangkahkan kakimu keluar dari sini. Itu perjanjiannya bukan?” Yeorin ketakutan, dia hendak menegakkan tubuhnya tapi tangan baekhyun merengkuhnya dan dia pun terjatuh di atas tubuh Baekhyun.

“Aku hanya ingin membeli sup dubu,” Suara yeorin bergetar

“Tapi kenapa kau menangis?” Tanya baekhyun saat menyadari mata yeorin yang sedikit sembab.

“Aku tidak menangis,” Kilah yeorin seraya menggeliat melepaskan diri tapi tangan baekhyun masih erat melingkari pinggang gadis itu.

“Lepaskan aku. Ini sudah malam,”

“Jika aku ingin seperti ini sampai besok pun kau harus menurutinya,” Satu tangan baekhyun mengelus perut rata yeorin yang masih tertutup dress nya dan dengan kurang ajar meyusup kedalam celana dalam yeorin. “Baekhyun—Aku mohon,” Yeorin ingin menangis lagi, vagina dan anusnya masih terasa ngilu karena permainan kasar keduanya kemarin malam, bahkan baekhyun dan kai menggunakan berbagai macam sex toys padanya. Baekhyun membalik tubuh yeorin agar berada di bawahnya lalu menyambar begitu saja bibir yeorin sambil menurunkan celana dalamnya.

“Jangan lakukan, aku mohon,” Yeorin mendorong dada baekhyun, dia sudah panik saat pria itu melepaskan juga celananya. Gadis itu mulai terisak, tapi baekhyun malah mencengkram kuat pergelangan tangan yeorin lalu ia letakan di atas kepalanya. Junior baekhyun yang sudah tegak langsung memasuki vagina yeorin yang belum basah sama sekali. Membuat gadis itu harus menjerit kesakitan.

“Jika kau terangsang tidak akan sesakit itu,” Kata baekhyun tega, entah kenapa saat dia hanya melihat tubuh yeorin yang bahkan masih mengenakan dress, libidonya cepat sekali naik. Yeorin masih memekik sambil menangis saat baekhyun memaju mundurkan miliknya.

“Hiks—Hentikan—Aaaakkh—”

“Ini hukumanmu karena meninggalkan apartemen,”

“Eegghhhh—“ Yeorin orgasme, Ia merasakan pinggul sampai kakinya terasa seperti dipukuli. Ngilu sekali. “Baekhyun, maafkan aku—Aku—Aaaakkk—” Baekhyun menghentakan juniornya sangat kasar. Air matanya semakin membajir, tapi baekhyun tidak peduli akan hal itu.

“Baekhyun aku tidak akan mengulangi—“ Baekhyun membungkam bibir yeorin karena tidak mau mendengar celotehan gadis itu, kedua tangannya menangkup pada kedua pipi yeorin yang basah. Bibir baekhyun menyesap kuat – kuat permukaan bibir yeorin dan langsung menelusup masuk, membuat kedua tangannya semakin erat mencengram pipi yeorin.

“Emmmpphh—“ Yeorin meronta, tangannya mencengkram kemeja baekhyun sementara vaginanya seperti sudah akan kram karena permainan kasar pria yang berada di atasnya tersebut. Dia sudah orgasme untuk kesekian kali, membuat tubuhnya seperti melayang saking lemasnya.

Yeorin semakin lama semakin pasrah, tangannya terkulai di samping tubuhnya sementara bibirnya ia pasrahkan pada baekhyun. Biarlah dia kehabisan oksigen dan mati seperti ini. Toh hidupnya tidak lagi berharga sekarang. Setelah beberapa lama yang menyiksa bagi yeorin, baekhyun akhirnya melepaskan pagutan bibinya bersamaan dengan mengeluarkan juniornya. Bibirnya beralih menyesap bagian leher yeorin sampai kemerahan seraya memesukan 3 jarinya pada liang kemaluan yeorin. Yeorin sudah tidak mampu mengeluarkan desahannya, matanya yang bengkak sudah ingin menutup karena kelelahan.

“Kemana suaramu huh?” Jari baekhyun semakin liar di dalam, dan semakin menggigiti kulit leher yeorin sambil mencumbunya.

“Nghh—“ Yeorin hanya mampu melenguh sambil memejamkan mata, merasakan keringat mengucur di seluruh badannya dan perih di vaginanya. Akhirnya Baekhyun berhenti dari kegiatannya dan mengankat tubuhnya yang menghimpit gadis malang itu dan memakai lagi celananya. Saat akan memberaskan pekerjaannya yang berserakan di lantai, dia baru tersadar bahwa yeorin masih terisak di tempatnya.

“Berhenti menangis atau kau akan menerima yang lebih buruk dari tadi,”

Yeorin langsung terkesiap, bahkan dia sampai menahan nafasnya saat suara penuh ancaman baekhyun terdengar sangat mengerikan di telinganya. Setelah baekhyun berjalan pergi begitu saja, yeorin kembali menangis dengan derasnya. Vaginanya terasa sangat perih dan kebas. Apakah hidupnya akan seperti ini terus sampai dia mati? Siapapun tolong selamatkan yeorin.

 

Ceklek

 

Setelah 15 menit berlalu dengan masih mematung di tempatnya, yeorin merasa jantungnya berpacu lagi. Pintu apartemennya terbuka.

Apakah baekhyun kembali? Ataukah itu kai?

Tuhan! Kenapa dia harus memenuhi nafsu 2 laki – laki brengsek sekaligus?! Dia mending lompat dari jendela apartemen ini jika kai memintanya melakukan sex lagi.

“Yeorin,” Suara kai penuh dengan keterkejutan saat melihat penampilan yeorin yang memprihatinkan, “Ya! Kau baik – baik saja? Apakah Baekhyun hyung yang melakukanya?” Kai menggendong tubuh lemas yeorin dengan wajahnya yang pucat dan penuh airmata. Kemudian dia menendang pintu kamar yeorin dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur.

Saat melihat yeorin seperti memohon akan sesuatu, kai langsung tanggap “Aku tidak akan melakukan itu, ya ampun lihatlah dirimu, ck!” Kai berjalan membuka lemari dan mengambil piyama yeorin dari dalamnya, kemudian dia berjalan keluar kamar berniat mengambil Air hangat. Dia tau betul kelakuannya dan baekhyun kemarin malam, pasti vagina dan anus yeorin sangatlah parah. Karena itu tadi siang dia sengaja tidak melakukanya. Kai kembali dengan baskom berisi air hangat dan handuk kecil yang ia sampirkan di bahu.

“Kau bisa duduk?” Yeorin langsung bangkit walapun dengan susah payah, dia jadi takut jika membantah perintah mereka berdua. Kai kemudian melepaskan dress yeorin dan menggantinya dengan piyama tidur, yeah lihatlah sudah jam berapa sekarang.

“Tidurlah, kenapa kau menangis terus,” Ucap kai seraya merebahkan lagi tubuh yeorin. Dia kemudian menyelupkan handuknya kedalam baskom dan duduk di pinggiran ranjang. Tanpa ijin, tangan kai langsung membuka paha yeorin, membuat gadis itu menjerit tertahan. Kai kemudian ikut berbaring di sebelah yeorin dan memeluknya.

“Aku hanya akan mengompresnya. Vaginamu memerah,” Ujar kai membenamkan kepala yeorin pada dadanya. “Kau tidak perlu takut kepadaku, yeorin-ah..” Gadis itu berhenti terisak, entahlah dia langsung tenang saat kai berkata seperti itu.

“Baiklah, kau harus tidur. Akan aku kompres kalau kau sudah terlelap,”

“Aku.. takut dengan baekhyun,” Akhirnya suara yeorin terdengar oleh kai. Kepalanya semakin ia benamkan pada dada kai yang hangat. “Aku—tadi keluar dari apartemen dan dia marah kepadaku,” Yeorin kembali terisak, “Maafkan aku, tapi sungguh aku tidak ada niatan hiks untuk kabur hiks—”Kai semakin memeluk yeorin dan menepuk – nepuk punggungnya.

“Suasana hati baekhyun hyung mungkin sedang tidak baik,” Ujar kai asal, tapi memang baekhyun sering berubah – ubah mood. “Baekhyun hyung pasti berbuat kasar sekali,” Yeorin mengangguk. “Biarkan aku mengompresnya sebelum airnya dingin,” Kai teringat bahwa airnya mungkin akan dingin sebentar lagi, dia buru – buru bangkit dan mencelupkan ulang handuk yang sedari tadi dipegangnya. Yeorin kali ini menurut saat tangan kai membuka pahanya, kedua tangannya mencengkram sprei saat handuk hangatnya menyentuh vaginanya dan kai menekannya sedikit.

“Ya ampum sudah jam 1, kau harus tidur—“ Kai tiba – tiba memekik saat matanya tidak sengaja melihat jam dinding. Yeorin menurut karena memang dirinya sudah sangat mengantuk. Apalagi tenaganya juga sudah seperti disedot begitu saja. Kai masih dengan kegiatannya mengompres vagina yeorin sampai airnya menjadi dingin. Dia menyingkirkan baskomnya di samping ranjang, menarik selimutnya untuk menutup tubuh yeorin yang sudah terlelap dan dia ikut berbaring di sebelahnya. Merengkuh pinggangnya, dan ikut memejamkan mata dengan sebelumnya memandang jam dinding yang sudah menunjukan angka 2 dini hari.

 

 

Kai membuka matanya saat jam dinding menunjukan pukul 7, hari ini dia tidak harus buru – buru ke kantor karena dirinya harus mengurusi proyek barunya bersama baekhyun ke beijing sore nanti. Ditatapnya gadis yang masih terlelap di hadapannya. Mata yeorin masih sembab karena banyak menangis. Di elusnya pipi hangat gadis itu lembut, mengapa ada seorang yang sangat luar biasa cantik seperti yeorin. Kai tidak mengerti perasaan macam apa yang sedang merasukinya saat ini, tapi semenjak melihat yeorin menangis kemarin malam, entah kenapa hatinya seperti di remas oleh tangan yang tak kasat mata.

“Kau sudah bangun?” Kai berkata dengan suara parau. Yeorin mengerjapkan mata bulatnya dan memandangi kai kemudian mengangguk.

“Aku akan ke cina selama seminggu,” Ucap Kai membuat yeorin seperti di sambar petir di tempatnya.

“Kenapa lama sekali—“ Yeorin berkata lirih sekali, tapi bisa di dengar sampai telinga kai.

“Apakah kau takut baekhyun hyung akan menyakitimu?” Yeorin mengangguk seraya mengeratkan pelukannya pada kai. Pria itu tersenyum tapi merasa nyeri pada hatinya.

Aigo.. Aku akan membunuh baekhyun hyung jika dia menyentuhmu saat aku tidak ada, kau tidak perlu kuatir,” Bukannya menjawab, yeorin semakin menyembunyikan wajahnya di dada kai.

“Yeorin-ah, apakah vaginamu sudah baikan?”

“Apakah kau akan melakukan—“

“Tidak. Aku hanya memastikan kau bisa berjalan atau tidak karena aku lapar,” Yeorin kemudian melepaskan pelukannya dan berbaring terlentang, bahkan pahanya sekarang sangat ngilu.

“Sepertinya masih sakit,” Kai berkata kemudian menggendong tubuh yeorin menuju dapur.

“Aku sebenarnya hanya bisa memasak ramyeon. Tidak apa – apa kan?” Tanya kai sambil terkekeh sampai matanya menyipit. Yeorin yang sudah duduk salah satu kursi di dapur hanya mengangguk dan tersenyum, membuat kai terperangah. Baru kali ini yeorin tersenyum walaupun sangat sangat irit.

 

 

Siang itu Byun baekhyun di dampingi dengan sekretarisnya berjalan kembali menuju ruangannya karena baru saja menyelesaikan rapat direksi yang membahas tentang proyek barunya yang sedikit mengalamai kendala, semoga kai bisa menyelesaikannya nanti. Ngomong – ngomong, kemana anak itu? Baekhyun sudah menghubungi ponsel kai 10 kali dari pagi tadi, Tapi kai selalu tidak menjawabnya. Dia membuka pintu ruangannya dan langsung duduk di kursinya.

“Kau, hubungilah Mr. Bourne di vancouver, apakah dia bisa mendistribusikan propertinya ke beijing malam ini atau tidak,” Perintah baekhyun pada sekertarisnya yang bermata bulat itu.

“Ne,” Sekretaris baekhyun menjawab kemudian berbalik.

“Kyungsoo-ya, Apakah kai menghubungiku?” Kyungsoo berhenti berjalan dan menghadap atasannya lagi, saat dia hendak mengembalikan ponsel baekhyun, pintu ruangan tersebut terbuka. Nampaklah sosok kai disana, memakai pakaian non formal dengan rambutnya yang ia keataskan. Kyungsoo membungkuk hormat setelah meletakkan ponsel baekhyun di atas meja dan pergi begitu saja.

“Ck! Apa yang kau lakukan! Kenapa tidak mengikuti rapat?”

“Aku sudah mengirimkan sekertarisku. Lagipula aku akan ke cina nanti. Aku tidak mau capek dengan mengikuti rapat itu,” Baekhyun mendengus. Selalu seperti ini. Kai lebih suka langsung ke tempat kejadian dari pada membahasnya terlebih dahulu dalam rapat atau semacamnya yang membuatnya bosan.

“Aku menemani yeorin semalaman,” Kata kai dengan nada yang sedikit ketus, “Aku tidak suka perlakuanmu hyung!”

“Siapa yang kau bicarakan?!”

“Yeo—“ Ah, sepertinya baekhyun belum tau nama asli rachel.

“Rachel!” Kai berdecak, “Kau sudah keterlalulan,”

Baekhyun memijati pelipisnya karena tiba – tiba kepalanya pusing, “Dia mencoba kab—“

“Tidak. Buktinya dia kembali!”

“Tapi dia meninggalkan apartemen!” Suara baekhyun meninggi. Dia tidak suka jika saat rachel dibutuhkan, dia tidak ada di apartemen. Perjanjiannya kan sudah jelas, rachel tidak boleh keluar selangkahpun dari sana.

“Kau tidak seharusnya melakukannya,”

“Tapi aku menginginkanya,” Kai berjalan maju dan menarik kerah kemeja baekhyun, “Tidakkah kau punya hati! Kita habis mempermainkannya sampai pagi 2 hari yang lalu! Dan kau bermain kasar lagi kemarin malam—“

“Aku sudah membeli mahal rachel jika kau lupa! Jadi aku sah – sah saja mau memperlakukanya seperti apa!” Kai di tempatnya mengeram, matanya menusuk tajam kedalam manik mata baekhyun.

“Jika kau menyentuh rachel saat aku pergi, akan kupastikan proyekmu gagal dalam semalam!”

“Jadi kau mengancamku!?” Tangan baekhyun sekarang mencengkram kerah jaket kai.

“Tergantung perlakuanmu pada rachel!”

“Kau menyukainya?!” Kai termenung sejenak dan menjawab, “Tidak,”

“Anggaplah dia seperti wanita jalang lain, kai. Kau bisa memainkanya sepuasmu—“

 

Bugh

 

“Berhentilah menjadi pria brengsek byun baekhyun!” Baekhyun terhuyung sampai menabrak meja kerjanya. “Hyung, aku seperti melihat mendiang ayah saat melihat rachel terbaring lemas seperti kemarin,” Suara kai sudah tidak berapi – api, “Apakah dimatamu rachel bukan manusia?” Setelah mengatakan itu kai melangkahkan kaki jenjangnya keluar dari ruangan.

Sementara baekhyun yang sedari tadi tercengang akan tindakan kai terduduk di kursinya. Tidak menyangka kai akan sampai memukulnya seperti barusan. Baekhyun tau kai sedikit trauma jika melihat orang tergeletak kaku karena saat ayah kai meninggal karena serangan jantung, orang pertama yang melihatnya adalah kai. Dan itu sangat memukulnya. Baekhyun mengelap darah diujung bibirnya dan beranjak dari kursinya.

 

Sudah 4 hari berlalu begitu saja dan yeorin sedikit bernafas lega karena baekhyun tidak pernah muncul dihadapannya. Dia akan berterimakasih pada kai setelah ini, mungkin kai sudah bilang pada baekhyun untuk tidak mengganggunya. Selama 4 hari ini yeorin hanya berkutat dengan tugas kuliah yang diberikan prof. Kim untuk menebus pembolosannya tempo hari. Karena ini adalah masa – masa santai dan mahasiswa hanya diberi tanggungan mengerjakan skripsi, yeorin hanya diberikan tugas seadanya. Setelah dirinya dan kai sarapan pagi waktu itu, yeorin meminta ijin keluar untuk urusan kuliahnya dan kai mengantarkannya ke kampus. Saat itulah yeorin merasa, kai tidak seburuk yang ia pikirkan selama ini. Walaupun sedikit pemaksa, tapi kai terkadang bersikap sangat kekanakan membuatnya ingin tertawa. Gadis cantik itu hampir selesai dengan kalimat terakhir tugasnya saat pintu apartemen terbuka. Buru – buru dia menahan nafasnya. Apakah itu baekhyun? Yeorin langsung saja berdiri dari sofa saat melihat sosok yang ia takuti berjalan kearahnya. Tubuhnya tiba – tiba terasa bergetar, jantungnya berpacu saat baekhyun menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa terbaca.

 

“Ba—Baekhyun—“

TBC

Huahhh~ Akhirnya jadi juga sequelnya. pertama – tama.. maapin kalo ga puas dengan cerita ini. ada yang komen suruh di buat masalah yang pelik(?) yaudah aku bikin aja wkwwkkw.

masih menunggu komen2an kalian.. biar FF2 aku makin Maju(?)! hweheeheh

Terimakasih juga yang cuma baca2 disini mah.. mungkin ga sempet komen XD

maapin buat typo(s) *bow*

Advertisements

Author:

My world become so bright because of your Light Moves~

459 thoughts on “Bitter Sweet Chapter 1 (Play On Me Sequel)

  1. Yahh baek jadi peran jahat ya wkwk masih belom bisa bayangin sih soalnya baek mukanya imut gitu jd susah bayanginnya wkwk.. Kai kejem tp so sweet juga

    Like

  2. Authornim ijin baca yang ini ya… mumpung aku belum puasa… tak puasin dulu baca yang yadong yadong 😂😂😂😂

    Like

  3. Hello there! This is my first comment here so I just wanted to give a quick shout out and tell you I truly enjoy reading through your posts. Can you suggest any other blogs/websites/forums that deal with the same subjects? Thanks a lot!

    Like

  4. Hey There. I found your blog using msn. This is a very well written article. I will be sure to bookmark it and return to read more of your useful information. Thanks for the post. I’ll certainly comeback.

    Like

  5. jadi ini squel ya thor?? kirain ff ..
    pantesan rada” gak ngerti aq baca ..
    harus cari ini ff judul.a apa??
    karakter kai disini sweet banget seperti pangeran berkuda putih bikin senyum” gak jelas😁 baekhyun disini jadi jahat? ok lah akan saya ikutin mngkin saja karakter.a masuk 😆

    Like

  6. Sbnernya tmn aku lkim sring nyeritain ff ini,tapi dia oof skrng..nyari” ff nya ketemu jga,skian lama mncari😂wah” alhamdullilah ktemu😂smngat thor

    Like

  7. Thor demi apapun gue baru nemu ff kek gini^O^^O^
    Keren sumpah Thor…ada ya author kek elu bisa nulis plis mikir alur ceritanya bisa semenarik ini *tepuktangan*

    Like

  8. Baekki jahat huh .. gak kayak kai oppa meskipun kasar tapi ada rasa kemanusiaannya masih …
    Heol~ kasihan yeorin eonni 😢..
    Next thor hehe

    Like

tinggalkan jejak PLEASE!!!!! >-o

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s